MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Belajar Teknik Foto Levitasi


Apakah sebelumnya Anda pernah melihat foto seseorang yang melayang di udara seperti pada foto di atas? Itulah yang dinamakan teknik levitasi (levitation). Orang awam bisa saja menganggap itu hasil manipulasi menggunakan photoshop padahal tidak semua foto levitasi harus melalui rekayasa photoshop.

Ada banyak kreasi foto levitasi oleh para fotografer dunia mulai dari yang biasa-biasa saja sampai yang ekstrim. Untuk foto levitasi yang ekstrim Anda membutuhkan seseorang yang nekad melakukan adegan tersebut tapi sebaiknya Anda berkreasi untuk levitasi yang aman-aman saja. Saya tidak ingin merekomendasikan Anda kepada hal yang beresiko. Namun belakangan ini semakin marak teknik foto levitasi dengan 2x pengambilan gambar, lalu digabung melalui photoshop. Untuk adegan levitasi yang rada-rada "tidak masuk akal" di mata pemirsa, umumnya sang fotografer menggunakan cara tersebut.

Cara menggunakan teknik levitasi ini sebenarnya tidak terlalu sulit, Anda hanya perlu menguasai penggunaan shutter speed (baca di sini untuk belajar shutter speed), karena ini berkaitan dengan "kecepatan". Oke, langsung saja simak panduannya.

1. Buatlah konsep terlebih dahulu untuk adegan levitasi seperti apa yang Anda inginkan. Tapi sekali lagi saya ingatkan jangan melakukan hal yang berbahaya. Mulailah dari adegan yang biasa-biasa saja atau cukup dengan melompat saja.

2. Selanjutnya siapkan seseorang atau mungkin teman Anda yang bisa diajak melakukan adegan levitasi sesuai konsep yang dibuat sebelumnya.

3. Pilihlah waktu yang cukup terang antara pagi sampai sore hari. Karena di sini kita akan menggunakan shutter speed yang sangat cepat maka kita membutuhkan pencahayaan yang cukup agar hasilnya tidak gelap.

4. Ubah mode eksposur (disebut juga mode pemotretan) pada kamera Anda dan gunakan mode shutter priority. Pada kamera Canon mode ini ditulis dalam simbol (Tv), sedangkan pada Nikon dan kamera lain pada umumnya ditulis dalam simbol (S). Cara mengatur mode eksposur shutter priority yaitu dengan memutar tombol "mode-dial" pada kamera yang bentuknya seperti gambar di bawah ini:


Sebenarnya lebih ideal lagi kalau menggunakan mode manual (M). Tapi karena ini panduan dasar, jadi untuk mempermudah dalam praktek saya merekomendasikan Anda mode shutter priority. Selanjutnya ubah nilai shutter speed dan gunakan kecepatan yang tinggi minimal 1/800s. Ini agar tidak terjadi motion blur pada hasil gambar. Menu shutter speed pada monitor LCD kamera umumnya seperti yang saya lingkari pada gambar di bawah ini:


5. Selanjutnya ubah setinggan "drive mode" dan gunakan jenis shoot "Continuous Shooting". Bingung gimana caranya? Silahkan baca di sini petunjuknya. Nanti Anda akan mengerti mengapa saya merekomendasikan untuk mengubah drive mode.

6. Sebelum memulai adegan levitasi berilah aba-aba yang jelas pada hitungan berapa teman Anda mulai melakukan adegan.

7. Sebaiknya adegan levitasi dilakukan dengan halus dan rapi. Jangan asal melompat hingga bajunya ikut terangkat. Buatlah seolah-olah dia melayang di udara.

8. Ketika memotret usahakan Anda bisa mejangkau bayangan orang yang melakukan adegan levitasi. Tips ini agar foto Anda benar-benar terlihat "real" dan bukan rekayasa photoshop.

9. Jika masih terjadi motion blur pada hasil gambar, maka ubah kembali shutter speed dan tambah kecepatannya sampai 1/1000s atau bahkan lebih.

10. Terus ulangi adegan hingga mendapat hasil yang maksimal.

Jika Anda ingin membuat foto levitasi menggunakan kamera ponsel maka silahkan baca tutorialnya di sini. Dan bagi Anda yang mencari ide dan inspirasi silahkan Anda lihat artikel "20 Foto Levitasi Luar Biasa Yang Bisa Anda Jadikan Inspirasi" di sini.

Selamat mencoba dan ingat, jangan lakukan adegan yang berbahaya jika masih pemula.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI