MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Memahami Fungsi & Cara Kerja Masing-Masing Mode Metering


Melanjutkan artikel sebelumnya yang mengulas secara dalam tentang dasar kerja dan fungsi metering, maka di artikel ini kita membahas fungsi dan cara kerja dari masing-masing mode metering. Jika Anda belum mengetahui seperti apa yang dimaksud dengan metering kamera dan bagaimana cara kerjanya, maka silahkan baca artikel pembahasan metering sebelumnya di sini.

Kamera menyediakan beberapa mode metering dengan cara kerja yang berbeda-beda. Dengan mengetahui bagaimana masing-masing mode metering bekerja dapat membantu Anda menghadapi kondisi pencahayaan yang rumit, yang berdampak langsung pada subjek utama atau objek secara keseluruhan, termasuk juga kasus subjek gelap dan cerah yang saya bahas pada artikel tentang metering dan Gray 18%. Berikut mode-mode metering yang umum ada pada kamera modern saat ini:

1. Spot Metering



Pada mode ini metering hanya akan mengukur pencahayaan pada area titik fokus tengah dengan jangkauan yang sangat sempit sekitar 1-5% dari seluruh adegan dan mengabaikan semua area diluar titik fokus tengah. Secara default mode Spot ini akan mengukur pusat frame, namun kemungkinan teknologi metering akan mengalami pengembangan untuk DSLR kelas pro sehingga bisa saja mode Spot tidak hanya mengukur titik fokus tengah saja, tetapi juga bisa bekerja di titik fokus lainnya.

Mode ini bisa Anda gunakan untuk memotret subjek utama yang kurang cerah dibandingkan area sekitarnya, seperti memotret seseorang pada posisi backlight (posisi dimana subjek membelakangi matahari), memotret bulan atau memotret pertunjukan teater di mana para aktor berdiri di depan tirai yang gelap dan samar.

Intinya dengan mode Spot ini fotografer akan berfokus menghasilkan eksposur normal pada area titik fokus tengah, misalnya ketika titik fokus tengah diarahkan ke wajah manusia. Persoalan bagaimana kadar eksposur diluar area itu bukan lagi bagian dari pengukuran dari mode ini. Jadi konsekuennya adalah jika berdasarkan pengukuran mode Spot menyimpulkan bahwa wajah subjek lebih gelap dari area sekitarnya, kemudian kita mencoba mengatur kembali settingan kamera agar wajah subjek bisa mendapatkan eksposur normal, maka akan menyebabkan area sekitar wajah subjek yang tadinya sudah cerah akan kelebihan eksposur. Alasannya seperti yang saya katakan di atas, pengukuran berprioritas pada area titik fokus tengah. Ini juga berkaitan dengan penjelasan saya tentang cara kerja metering kamera.

2. Partial Metering



Cara kerja mode ini masih sama dengan mode Spot di atas yaitu berkonsentrasi pada area titik fokus tengah. Hanya saja pada mode Partial ini metering akan jangkauan pengukuran lebih luas sekitar 10-15% dari keseluruan adegan. Mode ini juga bisa diandalkan untuk memotret dalam posisi backlight. Sedangkan konsekuennya juga sama seperti kasus wajah subjek yang saya jelaskan di atas. Intinya hampir semua mode metering memiliki cara kerja yang sama, yang hanya mengukur area tertentu dan mengabaikan area lainnya.

3. Center Weighted Metering



Mode Center Weighted juga masih menggunakan cara kerja yang sama dengan kedua mode di atas begitupula dengan konsekuennya. Namun pada mode ini metering akan mengukur cahaya pada bagian tengah dalam jangkauan yang lebih luas sekitar 60-80% dari seluruh adegan, sedangkan area lainnya akan diabaikan. Mode Center Weighted ini sering kali direkomendasikan ketika mengambil gambar Close-Up. Tapi tergantung juga bagaimana kondisi pencahayaan yang Anda hadapi.

4. Evaluative / Matrix Metering



Bila pada Canon mode metering ini disebut Evaluative maka pada Nikon mode ini disebut Matrix. Hanya perbedaan nama namun fungsinya sama. Pada mode ini metering akan mengukur pencahayaan secara menyeluruh namun lebih memprioritaskan area dimana Anda meletakkan titik fokus. Mode Evaluative / Matrix ini merupakan mode default metering yang memang sangat cocok digunakan bila Anda tidak mau repot lagi menganalisa kondisi pencahayaan dan bagaimana dampaknya pada subjek utama.

Dari penjelasan mode-mode metering di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa semua mode metering memiliki dasar kerja yang sama. Mengapa penjelasan diawali dari mode Spot agar Anda bisa mudah memahami cara kerja mode berikutnya. Kemudian luas area yang diukur oleh metering secara bertahap meningkat dari mode Spot sampai ke mode Center Weighted. Intinya metering hanya akan mengukur luas kecilnya area sesuai jangkauan yang diberlakukan oleh masing-masing mode, kecuali pada mode Evaluative / Matrix yang bekerja secara khusus.

Kesimpulan akhir bahwa tidak ada metering yang bekerja sempurna. Yang seharusnya Anda pahami bahwa sebagai fotografer Anda harus pintar memilih mana bagian dari adegan yang harus diprioritaskan dan siap menanggung konsekuen untuk bagian lainnya. Mustahil pada kondisi pencahayaan yang rumit Anda mengharapkan pencahayaan bisa stabil dan merata ke seluruh area, melainkan pada pemotretan terkendali dalam studio menggunakan sejumlah lighting. Oleh karenanya fotografer perlu mempertimbangkan olah digital sebagai upaya perbaikan pencahaayaan yang tidak merata.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI