MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Memahami Lebih Dalam Tentang Metering Pada Kamera


Metering merupakan bagian inti dari kamera yang bertugas untuk mengukur pencahayaan dari sebuah subjek yang Anda fokuskan. Dan setelah metering selesai mengukur pencahayaan, selanjutnya "Light Meter" mengambil tugas untuk memberitahukan bahwa pencahayaan atau eksposur yang dihadapi kamera dalam keadaan tinggi, rendah, atau normal (baca di sini tentang light meter). Nah, berdasarkan hasil kerja metering dan light meter tersebut maka diambil keputusan untuk berapa nilai segitiga eksposur (Shutter Speed, Aperture, ISO) yang dibutuhkan agar bisa mendapatkan eksposur yang "normal". Apakah Anda mengerti apa itu eksposur? Jika tidak, silahkan baca di sini artikelnya.

Jadi, pembahasan soal kamera sebenarnya pokok masalahnya hanya ada dua yaitu pada mode Auto (program) dan mode Manual (human). Pada mode manual, kita sebagai pengguna yang mengambil keputusan dalam menentukan nilai segitiga eksposur. Sedangkan pada mode auto keputusan ditentukan oleh program. Namun satu hal yang perlu Anda pahami, apapun mode kamera yang Anda gunakan, baik itu auto maupun manual, pada akhirnya tujuannya harus sama yaitu "membentuk eksposur yang normal".

Cara Kerja Metering Pada Kamera


Sederhananya bahwa metering itu mengukur berdasarkan intensitas warna dari subjek atau bagian dari subjek yang Anda fokuskan. Selanjutnya metering bekerjasama dengan kamera agar bagaimana subjek tersebut bisa mendapatkan pencahayaan / eksposur yang normal. Hanya saja, intensitas warna pada sebuah benda akan dipengaruhi oleh "intensitas cahaya" sehingga dalam hal ini warna akan dibagi menjadi dua kategori yaitu "warna gelap" dan "warna cerah".

Apa yang dimaksud dengan warna gelap tidak selalu itu berarti "hitam", warna coklat tua atau biru tua juga termasuk dalam kategori warna gelap, begitupula yang dimaksud dengan warna cerah yang tidak selalu itu berarti "putih". Ini seperti "foto hitam & putih (black & white)". Entah itu kuning, hijau, merah, atau biru, jika sudah dalam konsep hitam & putih maka yang tampak hanyalah warna hitam dan putih saja, selanjutnya tinggal dilihat kadar warnanya apakah cenderung gelap atau cenderung cerah? Seperti itu kira-kira cara metering mengukur berdasarkan intensitas warna.

Jadi, ketika metering mengukur subjek berwarna coklat tua misalnya, maka metering tidak mengenalinya sebagai "warna coklat", melainkan metering menganggap bahwa subjek tersebut teridentifikasi "gelap" dan membutuhkan cahaya yang banyak. Tapi jika subjek tersebut berwarna "coklat muda", maka metering mengidentifikasi subjek sebagai "cerah" dan tidak memerlukan banyak cahaya atau bahkan mungkin cahayanya harus dikurangi. Inilah prinsip kerja yang digunakan oleh metering yang dikenal sebagai Gray 18%.

#Apa itu Gray 18%?

Karena intensitas warna juga ikut mempengaruhi hasil pengukuran metering, sehingga metering memerlukan "tolak ukur" untuk menetapkan bahwa kondisi pencahayaan subjek telah mencapai normal. Maka disepakatilah bahwa sebuah subjek dengan eksposur yang normal itu harus memiliki kecerahan seperti warna abu-abu dengan kadar 18%. Oleh sebab itu dinamakan sebagai Gray 18%. Berikut contoh kecerahan Gray 18%.


Semua produsen kamera memberlakukan Gray 18% ini sebagai patokkan atau tolak ukur untuk kadar pencahayaan / eksposur yang normal pada sebuah subjek. Entah itu subjek berwarna gelap ataupun subjek berwarna cerah, semuanya akan diubah ke Gray 18%. Perlu dicatat juga bahwa Gray 18% adalah tentang kecerahan bukan tentang warnanya.

#Bagaimana cara kerja Gray 18%?

Seperti yang saya jelaskan di atas, bahwa ketika metering mengukur subjek berwarna gelap seperti coklat tua, maka metering menganggap subjek tersebut sebagai "gelap" dan kekurangan cahaya, sehingga hasil pengukuran metering mengharuskan kamera perlu disetting untuk mendapatkan cahaya yang banyak, agar subjek bisa mendapatkan eksposur yang normal. Lantas bagaimana kamera mengetahui apakah eksposur pada subjek sudah normal atau belum? Jawabannya adalah ketika subjek tersebut memiliki kecerahan seperti Gray 18%. Paham? Dan karena prinsip kerja ini sehingga warna coklat tua pada subjek mungkin akan berubah menjadi lebih cerah mendekati coklat muda. Mengapa bisa? Karena warna subjek sudah dipengaruhi intensitas cahaya yang tinggi.

Begitupula halnya ketika metering mengukur subjek berwarna cerah seperti warna putih. Menurut prinsip kerja metering bahwa putih terindetifikasi "kelebihan cahaya (over exposure)", sehingga metering mengharuskan kamera perlu disetting untuk mengurangi pencahayaan pada subjek tersebut, hingga batas kecerahan seperti Gray 18%. Dan akibatnya warna putih tidak akan lagi terlihat "putih cerah" dan akan sedikit memudar. Berikut ilustrasi cara kerja Gray18%:


Kesimpulannya, apapun intensitas warna pada subjek yang Anda fokuskan, jika Anda ingin subjek tersebut dalam kondisi eksposur yang normal, maka "mau tak mau" subjek harus memiliki kecerahan Gray 18%.

Untuk membuktikan teori tersebut, maka mari kita laukan percobaan seperti berikut:

  • Siapkan 1 baju warna putih dan 1 baju warna hitam, kemudian letakkan secara berdampingan.
  • Gunakan mode pemotretan Program (P) agar lebih mudah melihat perbedaan eksposur pada kedua subjek.
  • Selanjutnya aktifkan mode "Life View" untuk melihat subjek secara langsung melalui monitor LCD kamera (bukan lewat viewfinder).
  • Sekarang "geser fokus" ke baju warna hitam menggunakan tombol navigasi kamera. Usahakan fokus tidak keluar dari area baju hitam.


  • Perhatikan informasi di light meter, karena ini mode Program (P) maka titik indikator dalam light meter akan "selalu" berada di tengah sekalipun Anda merubah ISO. Titik di tengah menandakan eksposur dalam keadaan normal.
  • Sekarang geser fokus ke baju warna putih dan usahakan fokus tidak keluar dari area baju putih. Nah, di sinilah Anda akan melihat eksposur atau pencahayaan "menurun" secara drastis, akan tetapi titik dalam light meter masih berada di tengah yang artinya eksposur masih dalam keadaan normal.


  • Tapi coba Anda geser kembali fokus ke baju warna hitam, maka eksposur akan kembali seperti semula, sedangkan titik dalam light meter masih tetap di bagian tengah. Berikut hasil gambar dari percobaan yang saya lakukan:


    Dalam melakukan eksperimen di atas, saya menggunakan tempat yang sama dan dalam kondisi pencahayaan yang sama pula, tapi mengapa hasilnya bisa berbeda? Mengapa Gambar A lebih terang dari Gambar B? Padahal metering menunjukan indikator yang sama? Untuk menjawab ini maka Anda harus memahami 2 hal:
    1. Metering hanya mengukur subjek atau bagian dari subjek yang "difokuskan". Intinya di mana Anda meletakkan titik fokus, di situ metering melakukan pengukuran.
    2. Karena hanya mengukur bagian yang difokuskan saja, sehingga konsekuennya bisa menyebabkan bagian atau area lainnya menjadi over exposure atau under exposure.
    Itulah alasannya mengapa Gambar A di atas lebih "terang" ketimbang Gambar B. Karena metering merekomendasikan program untuk menambah cahaya ketika fokus diletakkan pada baju warna hitam, sehingga konsekuennya menyebabkan area sekitar baju menjadi kelebihan cahaya (over exposure).
    Namun ketika fokus di letakkan di baju putih, metering malah merekomendasikan program untuk mengurangi cahaya sehingga menyebabkan area selain baju menjadi kekurangan cahaya (under exposure).

    Nah, berangkat dari situlah sehingga kebanyakan orang "salah paham" dengan cara kerja metering. Mereka menganggap bahwa metering bisa keliru dan menyebabkan penyimpangan eksposur. Padahal cara kerja metering memang sudah seperti itu.

    #Apakah ada solusi untuk mengatasi perbedaan eksposur di atas?

    Bila pada mode Manual (M), masalah ini bisa dengan mudah diatasi karena pengguna memegang kendali penuh, sehingga pengguna hanya perlu merubah segitiga eksposur dan memilihi mode metering yang sesuai. Tapi bagaimana caranya bila Anda menggunakan mode-mode yang bekerja auto seperti mode Program (P)? Sementara pada mode-mode tersebut segitiga eksposur dikendalikan oleh pogram? Solusinya yaitu dengan menggunakan fitur Exposure Compensation atau menggunakan tombol Auto Exposure Lock (baca di sini).

    Jenis-Jenis Mode Metering


    Kamera menyediakan beberapa mode metering yang memiliki metode pengukuran yang berbeda-beda. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis metering tersebut silahkan baca di sini artikelnya.
    SHARE

    PENULIS: M. HAJAR A.K

    Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

    Artikel Lainnya

    KELAS FOTOGRAFI

    Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
    Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
    Apakah Anda menggunakan UC Browser?
    Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
    Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

    [ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
    TUTUP BOX INI