MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Mengenal Point of Interest (POI) Dalam Fotografi


Tahukah Anda perbedaan antara objek dan subjek dalam fotografi? Untuk menjawab pertanyaan ini coba Anda perhatikan gambar di atas. Pada foto di atas pemotretan dilakukan di pantai saat matahari akan terbenam. Maka objek pada foto di atas adalah "pantai atau pemandangan pantai". Sedangkan subjeknya adalah matahari dan keong.

Lalu apa hubungannya dengan Point of Interest (POI)?

Perhatikan kembali foto di atas, subjek manakah dari foto di atas yang pertama kali menarik perhatian Anda? Maka itulah yang dinamakan Point of Interest (POI) atau bisa juga disebut sebagai subjek utama.

Dalam kaidah fotografi sangat ditekankan untuk menghadirkan POI pada sebuah foto. Gunanya untuk lebih memberi kedalaman visual dan cerita pada sebuah foto. Apakah ini perlu? Silahkan saja Anda memotret tanpa aturan tapi mungkin saja foto yang Anda hasilkan akan dinilai hambar tanpa rasa seni. Karena perlu diingat lagi bahwa fotografi juga termasuk seni.

Bagaimana cara memilih Poin of Interest (POI)?

Ada beberapa tips dasar yang bisa Anda lakukan. Namun ketika Anda memotret sekumpulan orang yang beraktivitas entah apapun itu atau memotret keramaian disebuah pertunjukan, pasar dan jalanan, maka carilah subjek yang paling terlihat berbeda / mencolok. Entah itu subjek berbeda dari segi aktivitasnya, interaksinya, warna baju dan apapun yang menurut Anda itu bisa menarik perhatian setiap orang yang Akan melihat foto Anda. Sebagai contoh, coba perhatikan foto saya di bawah ini:


Foto saya di atas memang sengaja diedit selective color untuk membedakan warna antara subjek utama dan sekumpulan orang sekitar. Meskipun tanpa diedit, subjek utama dengan aktivitasnya yang memikul bambu sudah bisa dinilai berbeda dengan aktivitas orang sekitar sehingga layak dipilih menjadi POI.

Itu cuma contoh, dan tentunya tidak harus seperti foto di atas agar bisa memiliki POI. Contoh lain adalah foto manusia (portrait) yang ditangkap dengan pengaturan close-up, dengan mengekspose bagian wajah. Ada yang katakan bahwa POI pada foto manusia terletak pada "mata". Tapi ini subjektif, karena ada variabel lain yang bisa ikut mempengaruhi POI termasuk ekspresi atau mimik pada wajah. Sehingga saya lebih setuju jika POI itu kemudian didefinisikan sebagai "ruh" dari sebuah gambar, entah itu mata, ekspresi atau hal lainnya. Ini tergantung dari perspektif kita masing-masing.

Cara menempatkan Poin of Interest (POI)

Tidak ada aturan akan hal ini namun ini anjuran oleh para profesional. POI atau subjek utama sebaiknya ditempatkan pada area rule of thirds (baca di sini tentang rule of thirds). Menurut mereka yang berpengalaman bahwa sebuah foto dengan penempatan POI pada rule of thirds akan jauh lebih enak dipandang. Selain itu, foto tersebut akan lebih dinilai teratur dalam memilih komposisi.

Melakoni profesi fotografer sebaiknya mengikuti kaidah yang berlaku. Jika ingin keluar dari aturan maka buktikan bahwa kreasi Anda jauh lebih baik dengan aturan Anda sendiri. Sekedar mengingatkan bahwa aturan yang dilaksanakan oleh mereka yang profesional bukanlah aturan yang gagal, justru untuk menjadi profesional sebaiknya mengikuti jejak mereka yang lebih dulu mendapat predikat profesional.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

Artikel Lainnya

KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI