MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Tips Memotret Levitasi Menggunakan Kamera Ponsel


Jauh sebelumnya saya telah menulis artikel tentang teknik dasar memotret levitasi (baca di sini), hanya saja pada artikel tersebut tutorial menggunakan kamera DSLR. Nah, pada artikel kali ini masih tentang levitasi namun bedanya tutorial ini menggunakan kamera ponsel. Contohnya seperti foto saya di atas, yang saya ambil menggunakan smartphone Samsung Gt-n7000.

Jelas berbeda kecanggihan kamera DSLR dengan kamera ponsel / smartphone yang memiliki banyak keterbatasan. Dan itu sangat terasa pada saat kita mengatur eksposur. Jika pada kamera DSLR kita bisa mengatur eksposur secara manual maka pada kamera ponsel eksposur bekerja secara auto.

Apa hubungan pembahasan eksposur dengan levitasi?

Eksposur dibentuk oleh 3 elemen / pengaturan (shutter speed, aperture, ISO) yang disebut segitiga eksposur (exposure triangle). Sedangkan untuk memotret levitasi kita perlu menguasai dan fokus pada 1 elemen dari 3 elemen pembentuk eksposur tersebut yaitu shutter speed.

Levitasi berhubungan dengan kecepatan maka untuk membidik sukses levitasi diperlukan pengetahuan menggunakan shutter speed secara manual (baca di sini penjelasan lengkap shutter speed).

Namun sayangnya lagi-lagi secara umum kamera ponsel tidak menyediakn fitur untuk mengatur shutter speed secara manual, oleh sebab itu kita memerlukan cara lain mengendalikan shutter speed pada sebuah kamera ponsel agar bisa memotret levitasi. Berikut tipsnya:

1. Mengatur ISO


Dari 3 pengaturan eksposur yang hanya bisa diset secara manual pada kamera ponsel hanyalah pengaturan ISO. Tapi ingat! Berubahnya nilai ISO pada kamera ponsel adalah berubahnya nilai eksposur secara keseluruhan (segitiga eksposur) termasuk aperture dan shutter speed. Jadi solusi pertama terletak pada ISO.

Saya akan jelaskan secara ringkas saja. Jika ISO dinaikkan maka shutter speed ikut berubah menjadi lambat. Begitupula sebaliknya jika ISO diturunkan maka shutter speed berubah menjadi cepat. Itulah konsep kerja ISO pada kamera ponsel yang berbeda dengan kamera DSLR.

Oleh sebab itu untuk tips pertama kita akan memanfaatkan konsep kerja tersebut dengan meletakkan ISO pada angka normal atau paling rendah yaitu 100. Jangan gunakan ISO automatis.

Namun perlu juga diingat juga kalau naik turunnya nilai ISO memiliki resiko pada pencahayaan yaitu ISO tinggi berdampak terang dan ISO rendah berdampak gelap. Lalu bagaimana solusinya? Silahkan terus membaca artikel ini sampai selesai.

2. Memilih Kondisi Pencahayaan Yang Cukup Terang


Seperti yang saya katakan di atas tentang resiko ISO yang tinggi dan rendah, maka untuk tips kedua adalah memilih kondisi pencahayaan yang cukup terang untuk mengatasi masalah pencahayaan yang redup karena menurunkan nilai ISO. Paham maksudnya?

3. Mengatur Nilai EV


Jika pada kamera DSLR EV dikenal sebagai Exposure Compenstion maka pada kamera ponsel dikenal sebagai Exposure Value (Nilai Pembukaan). Cara kerjanya juga sama. Jadi, tips berikutnya adalah menurunkan nilai EV dari nilai normal (0) sampai nilai paling rendah (minus).

4. Mengatur Metering (pengukuran Cahaya)


Gunakan mode metering Matrix atau Evaluative. Dan jangan memilih posisi backlight (posisi subjek membelakangi matahari) terkecuali Anda ingin membuat foto siluet.

5. Memilih Mode Fokus Yang Tepat


Gunakan mode fokus makro. Tapi jika Anda bisa lebih baik dengan mode fokus lainnya maka silahkan gunakan sesuai yang bisa Anda kendalikan.

6. Cara Menekan Tombol Shutter


Karena di sini kita menggunakan mode fokus makro maka sebelum memotret letakkan focus point lalu fokus pada subjek (orang yang melakukan levitasi). Dan sebelum subjek melakukan adegan levitasi, tekan tombol shutter dan jangan dilepas (jari dalam posisi menempel ke tombol). Pada saat itu kamera Anda belum akan melakukan pengambilan gambar dan akan melakukan pengambilan gambar setelah jari Anda dilepas dari tombol shutter. Nah, ketika subjek melompat, baru jari Anda di lepas untuk mengambil gambar.

Itulah 6 tips sederhana memotret levitasi menggunakan kamera ponsel. Tapi belakangan ini banyak smartphone yang fitur kameranya sudah menyediakan kontrol kecepatan rana (itu sama saja shutter speed), maka cara mengambil adegan levitasi dengan ponsel seperti itu ikuti saja petunjuk levitasi menggunakan DSLR (baca di sini artikelnya). Adanya kontrol kecepatan rana akan lebih baik lagi untuk menangkap adegan levitasi, karena Anda bisa mengatur berapa kecepatan yang dibutuhkan untuk membekukan gerakan subjek.

Bila Anda bingung mencari ide atau inspirasi membuat foto levitasi, silahkan Anda lihat beberapa karya foto levitasi yang menakjubkan di sini.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI