MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Mengenal Masalah Chromatic Aberration Dalam Fotografi

Chromatic Aberration bisa didefinisikan sebagai penyimpangan yang berhubungan dengan warna. Karena efek Chromatic Aberration ini munculnya pada gambar / foto sehingga ia sering juga disebut sebagai "Color Fringing" yaitu garis berwarna yang muncul pada tepi / pinggir subjek dalam sebuah gambar. Dan karena umumnya Chromatic Aberration ini berwarna "ungu" sehingga ia dikatakan juga sebagai "Purple Fringing".

Secara detail, Chromatic Aberration merupakan masalah optik yang terjadi ketika sebuah lensa tidak mampu mengantar semua panjang gelombang warna pada bidang fokus yang sama, atau kata lain panjang gelombang warna terfokus pada posisi yang berbeda di bidang fokus.

Chromatic Aberration ini disebabkan oleh dispersi lensa, dengan warna cahaya yang berbeda pada kecepatan yang berbeda saat melewati lensa. Akibatnya, muncul garis kasar yang berwarna merah, hijau, biru, kuning, ungu, dan magenta di tepi / pinggir subjek, terutama dalam situasi kontras yang tinggi.

Tidak semua gambar mengalami masalah ini, tapi untuk melihat penyimpangan ini pada foto / gambar Anda, coba lakukan zooming lalu liat bagian tepi atau pinggir subjek dalam gambar tersebut, jika terdapat garis berwarna maka itulah yang disebut Chromatic Aberration. Contohnya seperti foto saya di bawah ini:


Jika sebuah lensa yang sempurna tidak memiliki masalah Chromatic Aberration, itu karena fokusnya jauh lebih baik dan semua panjang gelombang warna masuk ke dalam sebuah titik fokus tunggal, sehingga bisa dikatakan area fokus terbaiknya hanya memiliki sedikit gangguan saja, contohnya seperti gambar ilustrasi di bawah ini:


Pada gambar di atas, yang dimaksud area fokus adalah bertemunya garis yang berbentuk "X" yang berpusat di garis warna hijau. Dan gambar di atas menunjukan bahwa gelombang warna pada area fokus sangat rapi dan hampir tidak memiliki gangguan sama sekali.

Tapi, pada kenyataannya indeks untuk bias setiap panjang gelombang berbeda-beda pada sebuah lensa, sehingga ini menyebabkan dua jenis Chromatic Aberration yaitu Longitudinal Chromatic Aberration dan Lateral Chromatic Aberration.

1. Longitudinal Chromatic Aberration


Jenis Chromatic Aberration ini dikenal juga sebagai "Loca" atau "Bokeh Fringing". Mengandung kata "bokeh" jadi sudah bisa ditebak ini berhubungan dengan "blur". Penyimpangan Chromatic ini terjadi ketika panjang gelombang yang berbeda warna tidak bertemu pada titik yang sama setelah melewati lensa. Contohnya seperti ilustrasi di bawah ini:


Secara singkat, Longitudinal Chromatic Aberration ini muncul pada bagian subjek yang blur. Kecepatan aperture pada lensa prime biasanya jauh lebih rentan terhadap masalah ini ketimbang lensa dengan aperture lambat.

Berikut adalah contoh gambar yang mengalami masalah Longitudinal Chromatic Aberration:


Perhatikan! Pada bagian atas gambar yang mengalami blur terlihat penyimpangan Chromatic berupa garis berwarna "hijau" yang seperti membingkai subjek angka 4, 6, serta angka dan subjek lainnya yang juga mengalami blur. Begitupula pada bagian gambar yang paling bawah yang mengalami blur juga terlihat garis Chromatic berwarna "ungu". Tapi coba bandingkan dengan bagian tengah gambar yang tidak mengalami blur, semua detail subjek di tengah gambar tidak mengalami masalah penyimpangan Chromatic.

2. Lateral Chromatic Aberration


Lateral Chromatic Aberration juga dikenal sebagai "Transverse Chromatic Aberration" atau penyimpangan Chromatic yang melintang. Masalah ini terjadi ketika panjang gelombang yang berbeda warna datang pada sudut fokus di posisi yang berbeda, di sepanjang bidang fokus yang sama. Sebagai contoh perhatikan ilustrasi di bawah ini:


Tidak seperti Longitudinal Chromatic Aberration, jenis penyimpangan Chromatic ini tidak pernah muncul di pusat gambar, melainkan hanya terlihat pada sudut-sudut gambar tertentu, khususnya di area yang berkontras tinggi. Dan secara umum garis tepi yang muncul akibat penyimpangan Chromatic ini adalah berwarna biru dan ungu, yang sering muncul pada lensa fisheye dan wide-angle yang berkualitas rendah.

Berikut contoh gambar yang mengalami sejumlah masalah Lateral Chromatic Aberration yang lumayan parah:


Mengatasi Chromatic Aberration


Seperti yang saya katakan di atas bahwa penyimpangan Chromatic ini diakibatkan oleh masalah dispersi lensa, sehingga untuk mengatasi hal ini, produsen lensa menciptakan sebuah kaca khusus dengan dispersi rendah yang disebut Low Dispersion Glass. Selain itu, sebuah elemen tambahan juga telah diciptakan untuk membalik dispersi pada lensa.

Tapi sayangnya, lensa seperti itu hanya bisa mereduksi Longitudinal Chromatic Aberration. Sedangkan untuk menanggulangi Lateral Chromatic Aberration tidak cukup hanya dengan mengandalkan lensa saja, tapi harus lewat post-processing menggunakan Adobe Lightroom atau Adobe Photoshop. Itupun hasilnya tergantung dari tingkat penyimpangan Chromatic yang ditimbulkan, dan Chromatic Aberration pada lensa mahal akan lebih signifikan diatasi lewat post-processing ketimbang penyimpangan Chromatic pada lensa berkualitas rendah. Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui, lensa berkualitas rendah bahkan bisa menimbulkan 2 jenis Chromatic Aberration sekaligus dan tentunya ini menjadi masalah yang serius.

Pada artikel selanjutnya saya akan membahas lebih rinci untuk bagaimana cara mengatasi Chromatic Aberration lewat post-processing (baca di sini artikelnya).
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

Artikel Lainnya

KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI