MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Mengenal Vignette dan Cara Mengatasinya

Vignette atau vignetting disebut juga "light fall-of" yang merupakan masalah umum yang terjadi pada optik. Sederhananya bahwa vignette ini adalah terjadinya penggelapan pada sudut-sudut frame, yang terlihat seperti bingkai pada gambar. Sebagai contoh, perhatikan foto saya di bawah ini:


Vignette ini selain dianggap sebagai masalah, disisi lain justru penyimpangan vignette dimanfaatkan untuk keperluan artistik yang bisa dibentuk dengan sengaja menggunakan photoshop, lightroom, dan beberapa aplikasi android juga menyediakan efek vignette ke dalam daftar edit instan mereka, seperti Instagram dengan efek X-Pro II.

Faktor Utama Terjadinya Vignette


Secara alami, vignette diakibatkan oleh desain optik lensa, dan tidak sedikit lensa mengalami hal ini. Akan tetapi, terjadinya vignetting juga bisa disebabkan atau malah meningkat karena penggunaan aksesoris atau alat eksternal pada lensa seperti filter, lens hood, holder, dan alat lainnya yang berkualitas rendah.

Adapun jenis-jenis vignette adalah sebagai berikut:

Vignette Optik


Seperti yang saya katakan di atas bahwa vignette secara alami bisa terjadi pada semua lensa. Tergantung pada desain optik dan "konstruksi lensa" yang Anda gunakan, ada yang efeknya sangat kuat pada beberapa lensa, tapi ada juga yang efeknya samar-samar atau hampir tak terlihat oleh mata. Ada dua penyebab terjadinya jenis vignette ini yaitu:

  • Karena panjangnya barel lensa serta perbedaan ukuran antara frame depan dan frame belakang lensa, sehingga mengakibatkan cahaya yang masuk hanya optimal pada bagian tengah frame saja, tapi berkurang pada bagian sudut-sudut ekstrim frame. Oleh sebab itu, pada bagian sudut-sudut gambar terlihat gelap atau kurang cahaya. Hal ini umumnya sering terjadi pada lensa yang memiliki aperture lebar (umumnya dimiliki lensa prime) dengan barrel yang panjang. Karena pada kondisi aperture terbuka terlalu lebar, maka cahaya yang masuk melalui lensa akan berkurang diakibatkan sebagian terblokir oleh barel lensa.
  • Ketika cahaya bergerak masuk melalui lensa (apapun jenisnya), maka cahaya yang menuju pinggiran atau sudut frame lebih lambat dibandingkan cahaya yang menuju langsung ke pusat frame, maka terjadilah juga vignetting. Hal ini akan sangat terlihat pada lensa wide-angle (sudut lebar) apalagi lensa yang jenis super wide.

Vignette Piksel


Selain vignetting pada optik, kamera digital juga mengidap vignette piksel yang hanya terjadi pada sensor gambar. Sejak piksel kamera didesain dalam bentuk "datar", semua pikselnya dibangun dengan cara yang sama dan menghadapi tujuan yang sama. Piksel pada pusat sensor menerima sinar cahaya di 90 derajad, sedangkan piksel pada sudut-sudut sensor menerima cahaya dengan sedikit miring. Oleh sebab itu, bagian sudut-sudut sensor hanya menerima sedikit cahaya dibandingkan pada pusat sensor, dan akibatnya terbentuklah vignette. Sayangnnya, jenis vignette piksel ini tidak bisa disembuhkan dengan mengakali aperture lensa, karena ia murni disebabkan oleh masalah penerimaan cahaya ke sudut sensor.

Vignette Akibat Aksesoris


Produsen merancang lensa modern yang memungkinkan untuk dipasangi berbagai aksesoris dan alat eksternal seperti lens hood dan filter. Lens hood dengan ukurannya yang jauh lebih besar dari ukuran elemen depan lensa, berfungsi untuk memblokir sumber cahaya yang berlebihan seperti memotret di siang hari, untuk mencegah flare dan ghosting serta mengurangi kontras karena pantulan internal tanpa menghalangi cahaya yang diperlukan. Namun yang jelas itu juga dapat menimbulkan vignetting.

Tapi rupanya hal ini menjadi perhatian produsen yang akhirnya merancang sebuah lens hood yang ukurannya mendekati elemen depan lensa dan memastikan itu tidak menimbulkan vignette. Inilah alasannya mengapa lens hood hadir dalam berbagai macam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, dan ini juga alasannya mengapa kita harus selalu menggunakan lens hood yang asli dari produsen, bukan produk generik versi pihak ketiga (third party).

Selain lens hood, filter dan holder-nya serta alat eksternal lainnya yang berkualitas rendah juga dapat menimbulkan vignette. Tidak semua lensa bisa menyusaikan diri dengan filter tertentu agar tidak menimbulkan vignette. Lensa yang pada dasarnya memiliki masalah vignette, kemudian dipasangi filter yang tebal seperti "circular polarizing" bisa menyebabkan vignette semakin parah, bahkan Anda tidak bisa mengatasi hal ini meskipun dengan menurunkan aperture ke bukaan f/8.

Vignette Buatan


Seperti perkataan saya sebelumnya kalau ada vignette yang sengaja dibentuk, karena vignetting tidak selalu berarti gangguan atau masalah. Dalam beberapa kasus, efek vignetting bisa menyenangkan mata pemirsa, menarik perhatian dari sudut-sudut menuju pusat gambar. Bahkan ada beberapa fotografer yang cenderung membiarkan terjadinya vignetting pada gambarnya. Sementara yang lain secara khusus menambahkan vignetting atau meningkatkan kadarnya lewat post-processing. Vignetting dapat dengan mudah ditambahkan menggunakan Lightroom dan Photoshop. Tapi ingat, tidak semua gambar cocok diterapkan efek vignette. Jadi, Anda harus hati-hati menggunakan efek vignette. Berikut adalah beberapa contoh dari penggunaan vignetting yang secara khusus ditambahkan ke gambar untuk menarik perhatian pemirsa terhadap subjek utama dalam frame:



Cara Mengatasi Vignette


Ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi masalah vignetting. Tergantung pada kasus vignette yang Anda temui, Anda bisa memilih salah satu diantara 3 cara di bawah ini, atau menggunakannya sekaligus apabila kadar vignette yang Anda temui sulit untuk ditanggulangi.

1. Atasi Vignette Dengan Mempersempit Aperture 

Cara paling umum untuk mengatasi vignette adalah dengan mengecilkan aperture sampai ke nilai bukaan minimal f/8 (baca di sini cara menggunakan aperture). Jika efeknya masih terlihat, Anda bisa menurunkan beberapa stop lagi. Tapi perlu dicatat, bahwa untuk kasus vignetting yang sangat parah tidak dapat diatasi dengan cara ini.

2. Fitur Vignette Reduction Yang Membantu Atasi Vignette

Beberapa kamera modern menyediakan fitur untuk mereduksi vignette, contohnya produsen Canon dan Nikon memiliki data spesifik lensa yang dimuat dalam firmware kamera yang berguna sebagai bahan acuan untuk mereduksi vignetting dan masalah penyimpangan lainnya. Tentunya fitur ini sangat berguna untuk file JPEG dan akan sangat praktis lagi jika pada file RAW. Tapi sayangnya data manufacture yang spesifik (EXIF) bisa hilang bila melakukan post-processing menggunakan software pihak ke-tiga seperti Photoshop dan Lightroom. Untuk mempertahankan data EXIF dalam menangani vignette ketika post-processing, Anda bisa menggunakan software pengolah yang disediakan oleh produsen. Software ini tersimpan dalam disk (CD) yang tersedia dalam paket kamera.

3. Atasi Vignette Menggunakan Lightroom dan Photoshop

Vignette pada optik sangat mudah dihilangkan menggunakan Lightroom dan Photoshop. Jika lensa yang Anda gunakan mendukung, baik Lightroom ataupun Photoshop dapat dengan mudah mengatasi masalah vignetting dengan memlih "Lens Corrections" pada Lightroom atau menu Camera RAW di Photoshop. Lain waktu saya akan menulis lebih rinci panduan mengatasi vignette dengan cara ini.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

Artikel Lainnya

KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI