MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Cara Memotret Birunya Warna Langit


Sadarkah Anda bahwa konsep dasar kerja kamera itu mengikuti cara kerja "mata" manusia? Akan tetapi secanggih apapun teknologi sebuah kamera tidak akan bisa menyamai mata manusia. Itu pelajaran pertama sebagai mukadimah artikel ini.

Mata manusia (dalam kondisi normal) bisa dengan leluasa mengenali warna apapun yang terbentuk di langit selagi dalam jangkauan normal. Entah Anda melihat dari posisi mana atau dari arah mana, kepada langit berwarna biru atau warna kemerah-merahan saat sunset, mata manusia leluasa mengenali semua warna itu. Tapi tidak dengan kamera, Anda memerlukan setingan dan beberapa trik untuk menangkap warna langit dengan baik.

Pada artikel kali ini saya akan menulis tentang apa saja yang mesti Anda lakukan agar bisa memotret langit dengan warna birunya yang menawan.

1. Pemilihan Waktu


Pada dasarnya langit selalu berwarna biru, hanya saja pengaruh posisi matahari saat menyinari bumi sehingga langit akan terlihat biru pada waktu-waktu tertentu saja. Saya yakin bagian ini mudah untuk ditebak pada waktu apa saja langit menjadi sangat biru. Tentunya bukan di waktu awal pagi, siang hari, atau sore menjelang maghrib, apalagi malam hari . Jadi, pilih waktu pemotretan mulai jam 9 pagi s/d jam 11 siang, kemudian jam 2 siang s/d jam 4 sore.

2. Pemilihan Posisi Pemotretan


Anda harus mengetahui dimana Anda harus berdiri saat memotret agar bisa menangkap birunya warna langit. Tipsnya yaitu hindari posisi dimana kamera berhadapan dengan posisi matahari atau lebih dikenal dengan posisi "backlight" (baca di sini penjelasan lengkap backlight). Sebaliknya, pilih posisi yang bertolak belakang dengan matahari. Maksudnya matahari harus ada dibelakang Anda saat memotret jika ingin menangkap birunya warna langit.

3. Setingan Kamera


Selanjutnya Anda perlu melakukan beberapa perubahan settingan kamera yaitu pada pengaturan segitiga eksposur (aperture, ISO, shutter speed). Berikut panduannya:
  • Untuk shutter speed ubah menjadi lebih cepat yaitu minimal 1/800 atau 1/1000. Baca di sini cara merubah shutter speed.
  • Kemudian untuk settingan aperture dipersempit minimal di f/8 untuk sekaligus mencegah vignette. Baca di sini cara merubah aperture.
  • Sedangkan ISO disesuaikan saja dengan eksposure yang dihasilkan dari kedua pengaturan di atas. Jika eksposur rendah (under) maka naikkan nilai ISO. Namun jika eksposur tinggi (over) dan ISO sudah dinilai terendah (ISO 100) maka silahkan turunkan / persempit lagi aperture di atas. Baca di sini cara merubah ISO.
Mungkin ada pertanyaan mengapa seolah-olah pengaturan kamera di atas sepertinya menonjol ke shutter speed? Memang benar bahwa shutter speed yang memainkan peran utama dalam kasus seperti ini. Bagaimanapun juga langit pada siang hari diselimuti oleh pencahayaan matahari (gak ada matahari bisa gelap total dunia ini). Sehingga apabila menggunakan shutter speed yang normal (biasanya 1/250 atau 1/300) akan sulit mendapat birunya langit. Maka trik kecepatan 1/800 atau lebih cepat bertujuan untuk mengabaikan pencahayaan di langit dan hanya mengambil warna birunya saja. Bingung ya? Kira-kira seperti itu penjelasan hemat saya dan untuk referensi Anda, berikut saya tampilkan beberapa contoh foto beserta keterangan data EXIF:


Aperture: f/5
ISO: 100
Shutter speed: 1/1000
Focal length: 18mm


Aperture: f/8
ISO: 400
Shutter speed: 1/800
Focal length: 70mm


Aperture: f/3.5
ISO: 100
Shutter speed: 1/2000
Focal length: 18mm

Semua foto-foto saya di atas belum diolah sama sekali, saya hanya mengecilkan sizenya dan menambah watermark saja. Sehingga data EXIF masih relevan dengan foto-foto tersebut. Jadi, jangan heran jika banyak kekurangan pada foto-foto tersebut seperti masalah "shadow" di wajah nelayan pada foto terakhir. Sekarang sebaiknya Anda langsung praktek saja. Selamat mencoba ya!!

Jangan lupa untuk membaca artikel "Menggunakan Fokus Infinity Untuk Memotret Objek Jarak Jauh" dan artikel  "Belajar memotret Sunrise dan Sunset".
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI