MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Memahami Keseimbangan (Balance) Dalam Fotografi


Keseimbangan (balance) merupakan salah satu prinsip yang paling sering dibahas untuk sebuah komposisi yang baik, dan mungkin juga ini yang paling penting. Ketika memotret, seorang fotografer sadar atau tidaknya telah membuat keputusan penting untuk setiap hasil gambar, apakah seimbang atau tidak? Dan pada situasi dan kondisi tertentu setiap foto ada yang memiliki unsur keseimbangan dan ada yang memang tidak seimbang. Inilah yang membuat topik ini menjadi penting bagi fotografer yang ingin meningkatkan kekuatan gambar pada tingkat yang paling mendasar.

Left-Right Balance


Sebuah foto yang keseimbangannya dikatakan sempurna itu berarti bahwa bagian kiri dan kanan sama-sama menarik di mata. Pembagian kiri dan kanan (left-right) adalah satu-satunya dalam gambar yang benar-benar penting dalam hal keseimbangan. Adapun keseimbangan atas dan bawah (top-down) memiliki sedikit pengaruh dibandingkan dengan pengaturan left-right balance.

Balance vs Imbalance


Seimbang (balance) atau tidak seimbang (imbalance), akan menjadi hal yang melekat pada gambar Anda dan itu yang akan membuat gambar "tampak lebih tenang atau kurang tenang". Dengan sebuah gambar yang seimbang, frame akan terlihat lebih tenang daripada gambar yang menyatakan keadaan visual yang tidak sebenarnya bila di sorot dari satu sisi ke sisi yang lain. Namu lagi-lagi setiap fotografer memiliki prinsip dan selera yang berbeda-beda, seperti yang terjadi pada gambar ilustrasi di bawah ini:



Meskipun orang lain mungkin melihatnya secara berbeda, namun gambar pertama di atas tampil jauh lebih damai menurut beberapa fotografer. Sedangkan gambar kedua justru sebaliknya, terlihat lebih kaku, entah bagaimana itu tidak terlihat "stabil" dalam bentuk yang sekarang, seolah-olah ada adegan penting yang hilang di sebelah kiri yang membuat pemirsa penasaran dan berharap ada foto lainnya yang mengekspose adegan hilang tersebut.

Tentu saja orang-orang akan berbeda pilihan pada kedua gambar di atas, seperti yang saya katakan ini berkaitan juga dengan selera. Bagi sebagian orang, gambar yang kaku dapat mengkomunikasikan cerita dengan lebih efektif. Sedangkan untuk sebagian orang lainnya, gambar yang seimbang terlihat lebih damai dan estetis. Itu semua tergantung pada suasana hati Anda ingin berkomunikasi.

Simetri


Jenis yang paling jelas dari keseimbangan adalah satu di mana gambar identik pada bagian kiri dan kanan. 100% simetri tentu hanya bisa dilakukan lewat software, tapi menghasilkan foto original yang hampir simetri lebih dari cukup bagi kita untuk melihat komposisi yang seimbang. Lihatlah gambar di bawah ini:


Subjek berada di posisi tengah, dan garis laut (horizontal) menyatakan bahwa foto ini memiliki simetri yang baik. Secara keseluruhan foto ini bisa dikatakan "tenang / damai" dan tidak sibuk.

Bagaimana cara mengatur simetri?

Jika Anda kesulitan mengatur simetri saat memotret menggunakan viewfinder, maka gunakan mode life view lalu aktifkan / tampilkan fitur "grid (garis petunjuk)". Semua kamera menyediakan fitur grid line, juga termasuk kamera milik smartphone. Nah, bagi Anda yang hoby motret menggunakan ponsel maka aktifkanlah selalu grid line, jangan berfikir itu menggangu tampilan saat memotret, justru itu malah membantu Anda.

Selain berfungsi untuk simetri, garis-garis grid tersebut juga digunakan untuk mengatur posisi Poin of Interest (POI). Berikut contoh penggunaan grid:



Asimetri Balance


Tidak pada semua situasi foto itu harus balance, namun penekanan simetri itu penting. Lalu bagaimana jika Anda menemukan beberapa garis subjek yang berbeda atau bertabrakan? Maka carilah subjek yang paling menonjol untuk ditentukan simetrinya. Contoh sederhana seperti gambar di bawah ini, pemilihan letak matahari di sudut masih enak dipandang, sedangkan garis gulungan ombak yang miring / tidak simetri menjadi tidak berpengaruh lagi ketika garis laut pada posisi simetri. Paham?


Untuk mengetahui bagaimana cara mengimbangkan sebuah foto, maka Anda harus tahu kira-kira apa yang menarik mata pemirsa saat melihat foto Anda. Berikut adalah daftar pendeknya:
  • Area yang kontras
  • Subjek yang fokus (terutama ketika yang lainnya tidak fokus)
  • Titik yang terang
  • Subjek dengan saturasi yang berbeda
  • Warna suhu (mereah/kuning)
  • Subjek yang besar
Di atas memang bukan daftar lengkap, tapi itu adalah tempat yang baik untuk memulai. Jika Anda mencoba untuk mengimbangkan foto Anda secara efektif, Anda harus menentukan dan mengatur subjek utama sehingga membatalkan efek visual dari subjek-subjek lainnya yang bisa mempengaruhi keseimbangan komposisi.

Foto Anda tidak harus benar-benar seimbang agar tampil "damai". Namun ketika Anda mengambil sebuah foto, penting untuk menyadari bahwa frame yang tidak seimbang akan menyebabkan kekakuan di mata pemirsa. Ini memang tidak selalu buruk dan tergantung pada tujuan Anda, tetapi kekakuan dalam hal ini adalah sesuatu yang coba dihindari oleh kebanyakan fotografer agar tidak terjadi pada foto-foto mereka.

Ketidakseimbangan (Imbalance)


Pada kenyataannya, beberapa situasi banyak foto yang memerlukan tingkat ketidakseimbangan (imbalance). Seperti sebuah adegan yang memiliki gerakan dan kekakuan. Dalam kondisi seperti itu Anda hampir mengharuskan komposisi yang sedikit imbalance, dan hasilnya malah foto terlihat balance. Mungkin foto di bawah ini bisa memberi contoh:


Berdasarkan pemilihan pengaturan pada foto di atas, pada sisi kiri cenderung terang dan kontras bahkan menjadi letak dari subjek utama. Jadi, yang mengatakan bahwa frame yang tidak merata adalah hal yang menggangu, maka pendapat itu terpatahkan dengan foto di atas. Kesimpulannya bahwa "kadang komposisi yang kaku dan tidak seimbang juga diperlukan bahkan cocok untuk situasi tertentu".

Keseimbangan Vertikal


Sekilas mungkin terlihat tidak terlalu sulit untuk mengimbangkan secara vertikal atau pada posisi frame vertikal (portrait), padahal ini menggunakan teknik yang sama seperti yang dilakukan untuk keseimbangan horizontal.

Hanya saja perbedaannya bahwa komposisi vertikal memberikan sedikit kelonggaran antara pusat gambar dengan tepi frame. Dan mengatur balance secara vertikal lebih mudah ketimbang pada posisi horizontal. Karena kita bisa mudah mengatur ketebalan antara sisi kanan dan sisi kiri. Begitupula dengan mengatur simetrinya.

Berikut 2 contoh foto untuk pengaturan balance dan simetri pada posisi vertikal:



Pengaruh Subjek Kecil


Kadang-kadang, keseimbangan dipengaruhi juga oleh ukuran subjek yang ada dalam gambar, dan itu bisa saja menggeser keseimbangan komposisi, hanya saja mungkin itu tidak akan terlalu nampak ketika foto dilihat pada ukuran yang lebih kecil seperti melihatnya dari perangkat ponsel.


Contohnya seperti gambar di atas. Ketika dilihat sekilas atau dilihat pada ukuran kecil dari ponsel, maka foto terlihat seimbang. Tapi coba pusatkan pandangan Anda pada subjek petir di sebelah kiri, apakah Anda masih melihat keseimbangan secara keseluruhan pada foto tersebut? Untungnya ada subjek awan di bagian sisi kanan yang membantu mengimbangi, sehingga balance foto terselamatkan.

Kasus pada foto di atas menjadi pelajaran berharga agar Anda berhati-hati terhadap subjek apapun yang bisa mempengaruhi keseimbangan foto Anda.

Cukup sekian penjelasan saya tentang keseimbangan, semoga mudah dipahami dan sering-seringlah latihan. Foto yang baik itu tidak selalu tentang manipulasi gambar, mengikuti kaidah fotografi dan menunjukan itu ke dalam foto-foto Anda, maka itu menjadi penilaian bahwa Anda memang benar-benar paham apa itu fotografi yang sebenarnya.

Adapun pelajaran penting lainnya yang berkaitan dengan topik ini adalah memahami aturan pertiga (Rule of Thirds) dan cara menentukan / mengatur Poin of Interest (POI).
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

Artikel Lainnya

KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI