MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Memahami Mode Eksposur Auto, P, S, A, M Pada Kamera

Mode eksposur (exposure mode) adalah pilihan penggunaan yang disediakan pada kamera untuk memotret, sehingga kadang-kadang ada kamera yang menamakan mode ini sebagai "mode pemotretan". Setiap kamera DSLR menyediakan mode eksposur "utama" yang memiliki cara kerja yang sama dalam membentuk eksposur. Sedangkan eksposur itu sendiri singkatnya adalah pencahayaan yang dibutuhkan oleh kamera dalam proses pengambilan gambar, dan eksposur inilah yang nantinya menentukan kualitas pencahayaan pada hasil gambar (entah itu normal, gelap atau terang).

Eksposur dibentuk oleh 3 elemen / pengaturan yang saling bekerjasama yaitu Shutter Speed, Aperture (Diafragma) dan ISO, yang dinamakan sebagai "Segitiga Eksposur (Exposure Triangle)". Jadi kesimpulannya untuk membentuk eksposur caranya tidak lain dengan mengatur 3 elemen tersebut. Oleh sebab itu kita sebagai pengguna dituntut untuk mengetahui dasar kerja 3 elemen di atas agar bisa membentuk eksposur dengan baik untuk hasil gambar yang baik pula (baca di sini pembahasan lengkap eksposur).

Namun karena tidak semua orang paham cara menggunakan / mengatur eksposur secara manual, sehingga produsen kamera menyediakan mode eksposur yang bekerja secara instan / auto untuk kemudahan dalam mengoperasikan kamera. Dan mode tersebut bekerja seperti apa yang berlaku pada kamera ponsel, yang mana secara instan Anda bisa langsung memotret dan tidak perlu lagi dipusingkan oleh pemahaman eksposur.

Pada kamera DSLR umumnya ada "5 mode eksposur utama" yaitu mode Auto, P, S, A, M. Bersama 5 mode tersebut terdapat pula pilihan mode lainnya untuk pemotretan khusus seperti Portrait, Landscape, Close-up, Sports, Fire-Works, Panorama, dll. Mode eksposur ini bisa Anda lihat pada tombol dial khusus untuk mengatur mode eksposur yang disebut sebagai "Mode-Dial". Berikut contoh umum tombol mode-dial pada kamera:


Pada DSLR Canon, mode eksposur untuk S dan A ditulis dalam simbol yang berbeda yaitu Tv dan Av. Sedangkan mode Auto pada Canon di tulis dengan simbol "A berwarna hijau" dan kadang-kadang juga digambarkan dengan simbol "icon frame warna hijau". Berikut contohnya:


Lalu apakah arti dari Auto, P, S, A, M pada kamera?

Auto Exposure


Dari namanya sudah bisa ditebak bagaimana mode ini bekerja. Ya benar, pada mode ini program memegang kendali penuh atas pengaturan inti pada kamera. Termasuk mengatur eksposur secara "auto" dan beberapa pengaturan penting lainnya, yang semuanya dikendalikan oleh program. Mode ini sangat praktis dan cocok bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan kamera. Dengan mode ini Anda tak perlu dipusingkan dengan pemahaman eksposur, dan Anda bisa langsung memotret semudah menggunakan kamera ponsel. Akan tetapi mode auto atau mode lain yang serupa memiliki kelemahan yaitu pengaturan kamera dikendalikan oleh program dan bukan sesuai keinginan kita sebagai pengguna. Sehingga kadang-kadang hasil gambar melenceng atau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

P = Program


Pada dasarnya mode program ini memliki cara kerja yang sama dengan mode auto di atas. Hanya saja pengguna masih diberi akses untuk menentukan sendiri pengaturan "salah satu" elemen segitiga eksposur yaitu pengaturan ISO. Selain ISO, Anda juga bisa mengatur beberapa pengaturan inti lainnya. Contohnya untuk mode program di DSLR Canon masih memberi akses untuk mengatur White Balance, Picture Style, bahkan Auto Exposure Bracketing. Meskipun demikian, tetap saja mode ini masih terbatas bila digunakan untuk mengembangkan skill fotografi. Karena pengembangan bersama eksposur sangat luas dan selalu menjadi yang utama, sehingga tidak cukup bila hanya mengandalkan ISO untuk proses belajar.

S = Shutter Priority


Pada kamera Canon, mode ini ditulis dengan simbol Tv. Pada mode ini Anda bisa mengatur 2 elemen segitiga eksposur yaitu shutter speed dan ISO, sedangkan aperture masih diatur oleh program. Dan karena pengaturan berfokus pada shutter speed sehingga mode ini dinamakan shutter priority. Pada mode ini pengaturan aperture ditentukan secara auto dan disesuaikan berdasarkan nilai shutter speed dan nilai ISO yang Anda gunakan. Jadi, setiap kali Anda merubah nilai shutter speed dan ISO, maka aperture ikut berubah untuk menyusaikan dengan 2 pengaturan tersebut.

A = Aperture Priority


Pada kamera Canon, mode ini ditulis dengan simbol Av. Cara kerja mode ini mirip dengan mode shutter priority di atas yang mana Anda hanya perlu mengatur aperture dan ISO untuk membentuk eksposur, sedangkan pengaturan shutter speed ditentukan oleh program.

M = Manual Exposure


Pada mode ini pengguna memegang kendali penuh atas pengaturan kamera secara keseluruhan. Sederhananya bahwa ini kebalikan dari mode auto. Pada mode manual ini Anda bisa leluasa menentukan nilai shutter speed, aperture dan ISO untuk menghasilkan gambar yang sesuai dengan keingingan Anda. Oleh sebab itu sering dikatakan bahwa eksposur yang baik itu sejatinya diatur secara manual oleh pengguna dan bukan dikendalikan oleh program. Mengapa? Karena akan selalu ada situasi pencahayaan dimana mode auto dan program tidak mampuh menyelesaikan permasalahan pada situasi tersebut. Hanya saja untuk mengoperasikan kamera pada mode manual ini Anda harus memiliki pemahaman dasar eksposur dan mengetahui bagaimana cara shutter speed, aperture dan ISO bekerja dalam membentuk eksposur. Nah, untuk mempelajari lebih dalam tentang eksposur dan mekanisme dari 3 elemen di atas, sekali lagi silahkan Anda baca di sini artikelnya.

Mode Eksposur Khusus


Selain 5 mode eksposur utama yang umum tersedia di semua kamera DSLR, ada beberapa mode eksposur lainnya yang disediakan untuk pemotretan khusus seperti Portrait, Landscape, Close-up, Sports, Fireworks, Panorama, dll. Setiap kamera dari produsen yang berbeda memiliki mode khusus yang berbeda-beda pula meskipun ada beberapa mode yang sama.

Mode eksposur ini bekerja secara auto dengan maksud memudahkan pengguna untuk menghadapi kondisi pemotretan tertentu. Misalkan, ketika Anda ingin memotret interaksi olahraga katakanlah "sepak bola" yang mana manusia di dalamnya bergerak dengan cepat, sehingga kamera membutuhkan shutter speed yang cepat pula agar bisa menangkap gerakan manusia dengan baik. Hal ini sebenarnya bisa dengan mudah diatasi pada mode manual, hanya karena tidak semua pengguna bisa menggunakan mode manual sehingga produsen memberi solusi dengan menghadirkan mode eksposur khusus, ya contohnya seperti mode "Sports" yang bisa digunakan untuk memotret interaksi olah raga di atas, paham? Begitupula dengan mode khusus lainnya dan kiranya tidak perlu lagi saya jelaskan kegunaan dari masing-masing mode khusus tersebut.

Terakhir dan berkaitan dengan eksposur bahwa kamera menyediakan teknologi untuk membaca kadar eksposur yang dinamakan sebagai "Light Meter". Untuk mengetahui lebih dalam fungsi dan cara kerja light meter silahkan baca di sini pembahasannya.

Semoga bermanfaat!!
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

Artikel Lainnya

KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI