MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Mengenal Masalah Pergeseran Fokus (Focus Shift)

Pergeseran fokus (focus shift) adalah pergeseran fokus yang terjadi ketika aperture lensa dturunkan atau dipersempit dari aperture terlebarnya (maksimum). Sebagai contoh, ketika Anda mencoba memotret suatu subjek menggunakan lensa Canon 50mm f/1.2L dan Anda melakukan fokus di aperture terlebarnya yaitu f/1.2, lalu tiba-tiba Anda menurunkan (mempersempit) aperture ke f/2.8, maka yang tadinya bagian dari subjek yang sudah terfokus akan menjadi tidak fokus lagi (bergeser) dikarenakan aperture lensa telah dipersempit.

Sebagai contoh perhatikan 2 foto berikut ini, yang menggunakan lensa Canon 50mm f/1.2L di kamera Canon EOS 1Dx Mark III:

Mata kanan subjek terfokus dengan baik di aperture maksimum f/1.2

Fokus telah bergeser dari mata subjek ketika aperture dipersempit di f/2.8

Penyebab Terjadinya Focus Shift


Masalah focus shift ini berkaitan dengan optik lensa dan yang menjadi faktor utamanya adalah karena adanya penyimpangan Spherical pada lensa. Masalah focus shif ini sebenarnya merupakan masalah "sepihak" yang hanya serius menjadi kendala ketika Anda memotret menggunakan mode Auto Focus (AF) pada lensa yang Anda gunakan.

Kemudian, alasan mengapa menurunkan aperture dari aperture maksimum dapat menyebabkan focus shift karena ketika lubang aperture mengecil maka jumlah cahaya yang masuk juga berkurang. Hubungannya apa? Perlu Anda ketahui bahwa fokus lensa akan bekerja lebih baik jika cahaya yang diterima oleh lensa itu "cukup". Dan aperture maksimum seperti f/1.2 merupakan bukaan yang sangat lebar untuk cahaya masuk lebih dari cukup. Sehingga ketika aperture diturunkan maka bukaan sedikit mengecil dan cahaya yang masuk berkurang, dan akhirnya juga ini sedikit banyak mempengaruhi kinerja fokus lensa dalam mengunci fokus pada subjek.

Selain itu, problem auto focus (AF) dalam mendeteksi juga dikatakan sebagai penyebab terjadinya focus shift. Dan yang menjadi penyebab AF kesulitan mengunci fokus, itu juga lagi-lagi dikarenakan faktor cahaya. Jadi jangankan masalah aperture dipersempit, sekalipun aperture berada pada bukaan yang sangat lebar namun jika pada dasarnya kondisi "cahaya memang sangat minim" maka tetap saja AF akan sulit mengenali apakah subjek sudah terfokus atau belum, sehingga ini menyebabkan seringnya terjadi pergeseran fokus.

Dari beberapa referensi yang saya pelajari mengatakan bahwa jenis lensa yang rentan mengalami masalah focus shift adalah lensa yang memiliki aperture cepat seperti f/1.0, f/1.2 dan f/1.4. Semua aperture seperti itu rata-rata dimiliki oleh lensa jenis prime (fix). Sedangkan lensa dengan bukaan aperture sedikit lebih sempit seperti f/1.8 atau f/2 (ini juga umumnya dimiliki lensa jenis prime) tidak begitu signifikan mengalami pergeseran fokus. Tapi lagi-lagi ini kembali pada masalah Spherical Aberration yang menjadi faktor utama penyebab terjadinya pergeseran fokus atau focus shift.

Cara Mengatasi Focus Shift


Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa ini akan menjadi sangat serius jika Anda menggunakan mode auto focus (AF). Dan tidak bisa dipungkiri bahwa auto focus sangat penting sekalipun Anda mahir dalam menggunakan fokus secara manual, tapi tetap saja tidak akan seakurat mode AF (selama kondisi cahaya baik-baik saja).

Adapun solusi paling mudah untuk mengatasi masalah focus shift ini adalah tetap menggunakan aperture terlebar. Itu rekomendasi pertama. Namun bila Anda menginginkan hasil yang berbeda dengan aperture dibawah maksimum, maka gunakan manual fokus dengan memutar ring fokus secara manual menggunakan tangan Anda untuk mengunci fokus pada subjek. Jika Anda bingung, silahkan baca di sini panduan menggunakan fokus pada lensa.

Jadi ketika Anda menurunkan aperture, maka atur kembali fokus yang telah bergeser dengan memfokuskan kembali secara manual. Ini cara paling praktis tapi sayang Anda akan kehilangan kemudahan dan fungsi lain dari auto focus (AF). Dan seperti yang saya katakan di atas bahwa sehebat apapun Anda menggunakan manual fokus tetap saja sulit menandingi akuratnya kinerja auto focus.

Solusi lainnya menghindari masalah focus shift yaitu dengan menggunakan lensa dengan aperture sedikit lebih sempit seperti lensa f/1.8 atau lebih sempit lagi dari itu.

Pembahasan ini saya sederhanakan dan memang saya sengaja tidak berbicara lebih rinci tentang teori penyebab focus shif. Yang terpenting Anda memamahmi bagian subtansinya, mulai tentang gambaran sederhana penyebab focus shif dan bagaimana mengatasinya. Jika ada pembahasan lanjutan yang lebih rinci, maka saya akan memuktahirkan artikel agar lebih lengkap lagi. Semoga bermanfaat!!

BACA JUGA: Mengenal Masalah Chromatic Aberration Dalam Fotografi
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI