MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Arti Minimum Focusing Distance (MFD) dan Magnification Ratio Pada Lensa


Setiap lensa menampilkan keterangan Jarak Fokus Minimum (Minimum Focusing Distance) seperti 0.5ft atau 1.5ft, dan juga keterangan Rasio Pembesaran (Magnification Ratio) seperti 1:1 atau 1:2. Kedua informasi tersebut memberitahukan kepada konsumen bagaimana kemampuan lensa terkait kebutuhan makro, yang mana dalam fotografi makro ini membutuhkan jarak yang lebih dekat kepada subjeknya dan membutuhkan lensa yang mampu menangkap subjek (atau bagian dari subjek) dalam ukuran yang besar, sehingga bisa menunjukan detail-detail subjek yang lebih rinci.

Lalu apakah pembahasan ini hanya untuk fotografi makro saja? Tidak juga. Saya yakin akan ada saat di mana Anda ingin memotret subjek berukuran mini dari jarak yang sangat dekat, seperti memotret bunga, mainan, miniatur, dan mungkin juga serangga. Jika Anda menyukai hal itu, maka sebaiknya Anda membaca artikel ini sampai selesai.

Apa Itu Minimum Focusing Distance (MFD)?


Lensa kamera memiliki kemampuan "memfokuskan subjek" hingga pada batas jarak tertentu saja, dan batas jarak tersebut itulah yang dinamakan sebagai Jarak Fokus Minimum atau Minimum Focusing Distance (MFD) atau Close Focus.

Setiap lensa memiliki jarak fokus minimum yang berbeda-beda. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan lensa dengan MFD 45cm artinya subjek yang Anda bidik hanya bisa terfokus oleh lensa hingga pada jarak minimal 45cm dari sensor kamera. Jika Anda maju pada jarak kurang dari 45cm (katakanlah 40cm) maka lensa tidak mampu lagi dapat memfokuskan subjek dengan baik, sehingga subjek malah menjadi "blur".


Perlu Anda ingat, meskipun keterangan MFD ini ditempatkan pada spesifikasi lensa, namun dalam pengukuran yang sebenarnya jarak dihitung antara subjek dengan sensor kamera, dan bukannya antara subjek dengan bagian depan lensa. Jadi jangan keliru. Nah, karena letak sensor berada di dalam kamera, lalu bagaimana cara mengukurnya? Setiap kamera memiliki kode yang disebut "Focal Plane Mark" yang terletak pada bagian atas kamera. Kode ini memberitahukan posisi sensor dalam kamera yang bisa Anda gunakan untuk mengukur jarak fokus minimum. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat di artikel ini.

#Hubungan MFD dengan lensa makro

Lensa khusus makro memiliki jarak fokus minimum (MFD) yang "lebih pendek" ketimbang MFD dari lensa non-macro. Lantaran jarak fokus yang pendek, sehingga lensa makro bisa sangat dekat dengan subjek, seperti foto yang menunjukan mata dari seekor lalat. Oleh sebab itu harga sebuah lensa khusus makro "lebih mahal" ketimbang lensa biasa, dan seorang fotografer makro harus mengetahui arti maksud dari MFD ini sehingga ia bisa memilih lensa yang tepat sesuai kebutuhan fotografinya.

#Memahami keterangan MFD pada lensa

Umumnya keterangan MFD pada lensa ditulis dalam satuan centimeter (cm), feet (ft) dan meter (m). Masih banyak yang tidak mengetahui kalau 1ft = 30,48cm dan kadang-kadang dibulatkan menjadi 30cm. Contohnya seperti lensa Canon EF 50mm f/1.8 USM yang memiliki jarak fokus minimum (MFD) yaitu 45cm / 0.45m / 1.5ft.

Apa Itu Magnification Ratio?


Setiap lensa memiliki kemampuan sebarapa bisa mereproduksi ukuran dari subjek pada "jarak fokus minimum (MFD)", kemudian dilakukan perbandingan antara ukuran tersebut dengan ukuran sensor kamera yang digunakan. Nah, hasil perbandingan itulah yang dinamakan sebagai "Rasio Pembesaran (Magnification Ratio)" atau disebut juga dengan istilah "Reproduction Ratio".


Dengan informasi ini pengguna bisa mengetahui seberapa besar kualitas ukuran dari subjek yang berhasil direproduksi oleh lensa ketika memotret di jarak fokus terdekat. Apakah ia sesuai dengan ukuran sebenarnya atau lebih kecil atau bahkan bisa lebih besar. Produsen lensa mempunyai metode untuk menunjukan sebuah lensa benar-benar mampu mereproduki ukuran yang sebenarnya dari sebuah subjek yaitu dengan cara menggunakan "ukuran sensor kamera" sebagai tolak ukur, kemudian dilakukan eksperimen dengan memotret sebuah subjek pada jarak MFD lensa tersebut.

Contoh kasus: misalkan Anda ingin menguji lensa Canon 60mm EF-S yang diketahui memiliki MFD 20cm dan bisa mereproduksi ukuran yang sebenarnya dari sebuah subjek. Adapun kamera yang Anda gunakan misalnya Canon 600D yang diketahui memiliki lebar sensor 22mm. Kemudian Anda membidik sebuah subjek yang juga memiliki lebar 22cm. Nah, ketika Anda membidik subjek tersebut pada jarak fokus terdekat 20cm, Anda akan melihat subjek "sama besarnya" dengan sensor kamera, atau kata lain subjek memenuhi seluruh (lebar) area frame. Ini karena subjek tersebut memiliki lebar yang sama dengan lebar sensor kamera yaitu 22cm. Kesimpulan dari eksperimen ini bahwa lensa Canon 60mm EF-S terbukti bisa mereproduksi ukuran yang sebenanarnya pada jarak fokus minimum (MFD), dan hasil perbandingan inilah disebut sebagai rasio pembesaran 1:1.

Dalam fotografi makro, kemampuan pembesaran (magnification) lensa menjadi pertimbangan utama seorang fotografer dalam memilih lensa makro. Terkait hal ini, maka para pakar berpendapat bahwa sebuah lensa makro itu seharusnya "bisa" mereproduksi ukuran yang sebenarnya dari sebuah subjek.

#Memahami keterangan Magnification Ratio pada lensa

Sebuah lensa yang memiliki magnification ratio 1:1 artinya bahwa lensa tersebut mampu mereproduksi ukuran yang sebenarnya di jarak fokus minimum. Rasio 1:1 ini dikenal juga dengan istilah "life size" karena rasio ini menunjukan ukuran yang sebenarnya dari sebuah subjek, entah itu seluruh tubuhnya atau hanya bagian tertentu saja. Itulah rasio pembesaran yang rata-rata dimiliki oleh lensa makro kelas pro.

Adapun lensa dengan rasio pembesaran 1:2 artinya bahwa lensa tersebut hanya mampu mereproduksi "sebagian (1/2 lebih kecil)" ukuran dari subjek di jarak fokus minimum, sehingga rasio ini disebut sebagai "half life size". Sedangkan lensa dengan rasio pembesaran 1:4 artinya bahwa lensa tersebut hanya bisa mereproduksi "seperempat (1/4 lebih kecil)" ukuran dari subjek di jarak fokus minimum, dan rasio ini disebut juga sebagai "quarter life size".

Kesimpulannya bahwa semakin kecil angka perbandingannya (1: ...) maka semakin kecil ukuran dari subjek yang direproduksi oleh lensa. Mudah dipahami kan? Masih banyak jenis-jenis rasio pembesaran lainnya yang tidak bisa saya sebutkan semuanya di sini.

#Cara mengetahui Magnification Ratio dari sebuah lensa

Beberapa referensi dari para pakar / analisis lensa yang saya baca, rupanya mereka berpendapat sama bahwa lensa makro itu seharusnya dapat menghasilkan rasio pembesaran 1:1. Namun kenyataannya banyak produsen lensa yang "sesuka hati" menempelkan label "macro" pada lensa prime dan lensa zoom kualitas rendah, yang padahal lensa tersebut tidak mampu mendapatkan rasio 1:1. Menurut mereka ini taktik penjualan. Oleh sebab itu banyak forografer yang mencoba melakukan pengukuran kembali untuk mengetahui MFD yang sebenarnya, dan untuk mengetahui pada jarak fokus berapa lensa makro mereka bisa mendapatkan rasio 1:1.

Sejauh ini cara termudah untuk mengetahui fakta dari magnification ratio pada lensa Anda adalah dengan uji coba menggunakan penggaris (mistar) sebagai subjek. Coba Anda perhatikan gambar di bawah ini, yang merupakan hasil pengukuran menggunakan lensa dengan magnification 1:1:


Pada gambar pertama di atas, penggaris (mistar) difoto dari jarak fokus minimum lensa menggunakan kamera dengan "lebar" sensor 22mm. Dan hasil gambar menunjukan bahwa ukuran penggaris yang tampil pada gambar memiliki "lebar" yang sama yaitu 22mm. Artinya bahwa lensa yang digunakan terbukti mampu mereproduksi ukuran subjek dengan rasio 1:1 pada jarak fokus minimumnya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa apapun subjeknya dan berapapun ukurannya, jika ia dibidik dari jarak fokus minimum lensa tersebut, maka lensa akan mereproduksi ukuran yang sebenarnya, entah itu seluruh tubuh subjek atau hanya bagian tertentu saja, intinya apa yang tertangkap oleh lensa adalah sesuai kenyataannya. Ini cuma contoh jika Anda menggunakan lensa yang bisa mendapatkan magnification ratio 1:1.


Pada gambar kedua di atas, jarak penggaris dengan sensor kamera dijauhkan sekitar 65cm dan difoto menggunakan kamera yang sama. Hasil gambar menunjukkan bahwa bagian penggaris yang tampil pada gambar memiliki lebar 44mm. Karena lebar sensor kamera 22mm maka ini menghasilkan rasio 1:2. Dan angka "2" diambil dari hasil perkalian lebar sensor 22mm x 2 = 44mm. Dari contoh gambar kedua di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mendapatkan rasio 1:2 adalah dengan menggunakan jarak fokus sekitar 65mm dari subjek. Sekali lagi ingat, ini cuma contoh menggunakan lensa yang mampu mendapatkan rasio 1:1, dan hasil uji menggunakan lensa lain bisa saja berbeda.

Sebuah lensa super makro kualitas premium sudah harus bisa mendapatkan reproduksi ukuran dengan rasio pembesaran 1:1. Dan beberapa lensa makro profesional bahkan memiliki kemampuan mereproduksi ukuran sampai dengan rasio pembesaran 5:1, atau 5x lebih besar dari ukuran subjek. Berikut beberapa contoh hasil gambar dengan rasio pembesaran yang berbeda-beda:


Jadi, jika Anda menemui lensa makro dengan keterangan magnification ratio 5:1 maka sudah bisa dipastikan bahwa lensa tersebut mampu mereproduksi ukuran dengan rasio 1:1 sampai ke rasio maksimal 5:1.

Karena topik ini juga melibatkan ukuran sensor kamera, mungkin Anda tertarik untuk membaca artikel yang membahas perbedaan antara kamera full-frame dengan kamera crop sensor. Jika "iya", Silahkan baca di sini pembahasannya.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI