MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Memahami Fungsi Tombol AE-L / AF-L Pada Kamera Nikon


Melanjutkan artikel sebelumnya tentang fungsi Auto Exposure Lock (AE-L) pada kamera Canon, sesuai janji saya maka pada kesempatan ini saya akan membahas fitur AE-L pada kamera Nikon. Entah Anda menggunakan DSLR entry-level seperti Nikon D3100 atau salah satu DSLR Nikon barisan teratas seperti Nikon D3x, Anda akan melihat tombol khusus di bagian belakang kamera berlabel "AE-L / AF-L" yang tidak lain adalah fitur Auto Exposure Lock seperti pada DSLR Canon. Namun ada yang beda di sini yaitu tambahan label AF-L yang merupakan singkatan dari Autofocus Lock.

Pada artikel ini saya tidak lagi berbicara "dasar" AE-L yang mana telah saya bahas lengkap beserta contoh eksperimen di artikel sebelumnya (baca di sini). Jadi untuk pembahasan fungsi di sini akan lebih berfokus pada fungsi AF-L.

Apa itu AE-L / AF-L?


Tombol AE-L / AF-L pada DSLR Nikon pada dasarnya memiliki fungsi utama yang sama dengan fitur AE-L di DSLR Canon yaitu untuk mengunci eksposur. Namun karena ada tambahan AF-L maka tombol ini juga merangkap fungsi untuk mengunci fokus. Jadi dalam 1 tombol Nikon memberlakukan 2 fungsi sekaligus yaitu untuk mengunci eksposur dan mengunci fokus.

Fitur AF-L berhubungan erat dengan AF mode, bahkan AF-L bisa dikatakan sebagai solusi untuk mengatasi konsekuen dari salah AF mode pada DSLR Nikon yaitu AF-C (autofocus continuous). Untuk memahami fungsi dasar AF-L ini maka Anda perlu mengetahui funsi 2 AF mode pada kamera Nikon yaitu AF-S dan AF-C (baca di sini artikelnya). Jangan lanjutkan membaca artikel ini sebelum Anda paham yang saya jelaskan di artikel yang saya rekomendasikan. Percuma, pada akhirnya Anda akan bingung.

Pada artikel tersebut saya memberikan contoh kasus (subjek-A) sebagai penjelasan fungsi mode AF-S (auofocus single), yang mana dengan mode AF-S Anda bisa menggeser sorotan kamera (komposisi tembakan) sesuka hati ke kiri / kanan / atas / bawah dan fokus tidak berubah. Akan tetapi hal tersebut tidak bisa Anda lakukan jika menggunakan mode AF-C. Karena mode AF-C menggunakan sistem kerja pelacakkan (tracking) yang mana selama Anda menekan dan menahan 1/2 tombol shutter maka "fokus lensa" secara otomatis bergerak sendiri untuk melakukan penyusaian fokus, artinya akan terjadi perubahan fokus. Nah, di sinilah peran autofocus lock dibutuhkan. Dengan bantuan fitur AF-L maka mode AF-C bisa melakukan apa yang dilakukan mode AF-S seperti contoh kasus subjek-A. Paham? Coba Anda baca sekali lagi, bacanya pelan-pelan saja gaeesss, jangan tergesah-gesaahhhh..... okey?

Fungsi Default AE-L / AF-L


Secara default fungsi tombol ini untuk mengunci eksposur atau mengunci fokus. Untuk DSLR Nikon entry-level biasanya memiliki kontrol terbatas atas fungsi tombol ini. Sementara DSLR Nikon pro-level memiliki banyak opsi untuk mengontrol perilaku tombol AE-L / AF-L. Misalnya, Nikon D3100 hanya memiliki 5 pilihan untuk tombol ini yaitu: AF/AE lock, AE lock only, AF lock only, AE lock (hold) dan AF-ON. Sedangkan Nikon D300s tidak hanya memiliki semua opsi tersebut tapi ditambah lagi 12 opsi untuk mengontrol perilaku tombol ini lebih lanjut. Sehingga bisa disimpulkan jumlah opsi untuk menyesuaikan tombol AE-L / AF-L pada DSLR Nikon tergantung pada model kamera Nikon yang Anda gunakan.

Jenis-Jenis AE-L dan AF-L Pada DSLR Nikon


Mungkin Anda akan bingung melihat berbagai jenis opsi AE dan AF dalam menu kamera. Dan saya akan menjelaskan masing-masing dari jenis AE-L / AF-L. Tapi pertama, silahkan Anda masuk ke menu kamera dan Navigate "Custom Setting Menu-->Controls-->Assign AE-L/AF-L button" (untuk Nikon D5000, D5100, D90, D7000, D300s, D700, D3s and D3x) atau "Setup Menu-->Buttons" untuk Nikon D3100. Perhatikan gambar di bawah ini:


  1. AE/AF lock: opsi ini sebagai fungsi default tombol AE-L / AF-L yaitu mengunci eksposur kamera (shutter speed, aperture, ISO, white balance) dan fokus lensa. Fitur ini hanya akan aktif saat Anda menahan tombol AE-L / AF-L.
  2. AE lock only: hanya bekerja untuk 1 fungsi saja yaitu mengunci eksposur kamera, sementara fokus terus bermain dan berubah jika Anda mengubah komposisi tembakan. Fitur ini juga hanya bekerja saat Anda menahan tombol AE-L / AF-L.
  3. AE lock (Reset on release): pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan opsi di atas yaitu untuk mengunci eksposur. Akan tetapi dengan fitur ini Anda hanya cukup menekan sekali tombol tanpa harus menahannya dan eksposur tetap terkunci sampai Anda selesai mengambil gambar (memotret).
  4. AE lock (Hold): opsi ini juga sama dengan ke dua opsi di atas, perbedaannya pada opsi ini eksposur akan terus terkunci setelaht tombol ditekan bahkan jika Anda mengambil beberapa gambar dan tidak ada waktu kapan lock akan berakhir. Lock akan otomatis dihapus jika kamera dinon-aktifkan untuk jangka waktu yang ditetapkan, dan Anda bisa mengaturnya di pengaturan "Auto delay meter off" dalam menu setting kamera. Cara lain untuk menghapus lock pada opsi ini yaitu dengan menekan kembali tombol AE-L / AF-L.
  5. AF lock only: bekerja untuk 1 fungsi saja yaitu hanya untuk mengunci fokus dengan tombol harus ditahan. Lock akan terhapus jika Anda melepas tombol.
  6. AF-ON: ini opsi tambahan dan memiliki fungsi yang sama dengan tombol AF-ON yaitu untuk mengatur autofocus. Namun karena ada beberapa DSLR Nikon yang tidak lagi menyediakan tombol tersebut, sehingga sebagai penggantinya fitur ini dimasukkan ke dalam pengaturan AE-L / AF-L dan bisa diakses melalui tombol AE-L / AF-L.


Harap dicatat bahwa ketika opsi AE-L / AF-L adalah "depressed" dan kamera diatur ke salah satu mode AE, Anda akan melihat indikator AE-L dalam viewfinder. Tapi jika Anda menggunakan mode "AF lock only" maka indikator tidak tampil.

Semua fitur-fitur ini disediakan untuk mempermudah fotografi kita, sehingga kita bisa lebih berkonsentrasi untuk menangkap gambar saja, daripada mengkhawatirkan tentang benar atau tidaknya menghitung eksposur. Sebaiknya Anda sering-sering berlatih dan belajar bagaimana menggunakan mode dan fitur yang berbeda, sehingga pada prakteknya Anda akan dapat menangkap gambar dengan cara yang lebih mudah.

Apa yang saya tulis di artikel ini cuma bagian inti saja. Jika Anda bingung dan masih bertanya-tanya pada kondisi seperti apa fitur AE-L / AF-L digunakan, maka sekali lagi saya sarankan agar Anda membaca pembahasan AE-L pada kamera Canon (sekali lagi baca di sini). Karena di artikel tersebut saya memberikan contoh kasus yang mudah-mudah bisa memberi pencerahan kepada Anda.

Selamat belajar!
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI