MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Mengenal Working Distance (WD) dan Flange Focal Distance (FFD)


Pada dasarnya Working Distance (WD) memiliki definisi teknis yang sama dengan Minimum Focusing Distance (MFD). Keduanya sama-sama berbicara tentang jarak fokus dari sebuah lensa. Hanya saja untuk working distance menggunakan metode pengukuran yang berbeda. Jadi untuk memahami apa itu working distance maka saya sangat merekomendasikan Anda untuk memahami apa itu MFD (baca di sini artikelnya).

Metode Working Distance (WD)


WD maupun MFD memiliki tujuan yang sama yaitu "untuk mengetahui jarak fokus minimum dari sebuah lensa". Kedua metode perlu dikuasai oleh seorang fotografer makro. Jika Anda benar-benar membaca artikel yang saya rekomendasikan di atas, pasti Anda paham apa yang saya maksud di sini. Pada artikel tersebut saya memberitahukan rumus sederhana untuk mengetahui jarak fokus minimum (MFD) dari sebuah lensa, dengan pengukuran yang dimulai dari letak sensor dalam kamera.

Akan tetapi kemudian ditemukan sedikit kendala yaitu jika pengukuran MFD dilakukan pada lensa yang memiliki "hood", sehingga pada prakteknya ini sedikit menyulitkan, karena tambahan elemen "hood" sedikit banyak mempengaruhi perkiraan kita untuk mengambil jarak dalam memposisikan kamera saat memotret. Nah, karena kendala tersebut maka dibuatlah sebuah metode untuk mempermudah fotografer makro memposisikan kameranya di jarak fokus terdekat, dan metode itulah yang disebut sebagai working distance (WD).

Pada working distance pengukuran dilakukan dari elemen depan lensa. Jadi jika lensa yang digunakan menggunakan hood maka pengukuran bisa dimulai dari bagian paling depan di hood tersebut. Kesimpulannya bahwa metode WD bisa diterapkan pada lensa tanpa hood maupun yang menggunakan hood. Tentunya ini lebih mudah ketimbang berpatok pada MFD yang pengukurannya dihitung dari sensor dalam kamera.

Rumus Working Distance (WD)


Untuk mengetahui berapa jarak WD dari sebuah lensa tetap membutuhkan jarak MFD dan setiap lensa memuat keterangn MFD. Tapi jika Anda tidak menemukan keterangan itu pada lensa Anda, maka Anda bisa menghitungnya sendiri secara manual, dan rumusnya bisa Anda pelajari pada artikel yang saya rekomendasikan di atas (atau silahkan klik di sini).

Metode pengukuran working distance sangat mudah. Pertama Anda harus tahu berapa nilai MFD lensa yang digunakan, kemudian kurangi dengan panjang fisik lensa (dengan atau tanpa hood), lalu kurangi lagi dengan nilai Imaging Sensor to Electrical Contact Distance (ISCD), maka diperolehlah hasil untuk jarak WD.

MFD - Panjang Lensa - ISCD = WD

Adapun yang dimaksud dengan nilai ISCD adalah jarak antara sensor ke elemen elektrik di mount lensa (saat lensa terhubung di kamera). Diketahui nilai ISCD untuk mount lensa Canon EF dan EF-S adalah 1.4" (36.4mm), sedangkan nilai ISCD untuk mount lensa Nikon F adalah 1.6" (40.5mm).

Jadi misalnya kita akan mengukur lensa makro Sigma 105mm f/2.8 EX DG OS HSM yang diketahui memiliki MFD 12.3" (312mm), panjang lensa tanpa hood 5.3" (134mm), dan lensa untuk mount Canon, maka rumusnya adalah:

12.3" - 5.3" - 1.4" = 5.6" atau 312mm - 134mm - 36.4mm = 141.6mm

Jadi berdasarkan perhitungan di atas diperoleh jarak working distance untuk lensa makro Sigma 105mm f/2.8 (bila tanpa hood) adalah 5.6" (141.6mm). Mudah kan?

Catatan: simbol (") artinya inci, sedangkan 1" (atau 1inci) = 25.4mm.

Disarankan agar saat menggunakan rumus WD tidak bergantung pada ukuran panjang lensa yang tertera pada spesifik lensa. Sebaiknya panjang fisik lensa diukur kembali mulai dari bagian paling ujung belakang sampai ke bagian paling ujung depan lensa. Namun jika berpatok pada ukuran panjang yang tertera pada spesifikasi lensa, maka Anda perlu mengetahui nilai FFD.

Flange Focal Distance (FFD)


Pada lubang melingkar di body kamera yang menjadi tempat dudukan lensa terdapat elemen elektrik (coba perhatikan kamera Anda). Begitupula pada mount yang posisinya di elemen belakang lensa juga terdapat elemen elektrik. Jadi ketika lensa dan body kamera disatukan maka komponen elektrik itu bertemu sebagai penghubung komunikasi elektrik antara lensa dengan kamera. Nah, jarak dari sensor ke elemen elektrik itulah yang disebut sebagai Imaging Sensor to electrical Contact Distance (ISCD). Sedangkan jarak dari sensor sampai "batas" mount lensa adalah Flange Focal Distance (FFD). Agar Anda tidak keliru coba perhatikan gambar di bawah ini:



Jarak flange memiliki banyak istilah seperti flange to film distance, flange focal depth, flange back distance (FBD) dan flange focal length (FFL). Cara mengetahui jarak flange (FFD) sangat mudah, Anda hanya perlu mengukur berapa panjang seluruh mount lensa, mulai dari elemen elektrik yang menonjol sampai ke batas mount lensa (lihat kembali gambar di atas). Kemudian hasilnya digabungkan dengan nilai ISCD maka diperoleh berapa nilai FFD.

Panjang seluruh komponen mount lensa + ISCD = Jarak Flange (FFD)

Flange Focal Distance (FFD) pada kamera DSLR. Garis merah putus-putus adalah sensor dalam kamera dan batas mount lensa.

FFD Mempengaruhi Perhitungan WD


Kebanyakan produsen lensa (termasuk Canon, Nikon, Sigma, Tamron dan Zeiss) memberikan keterangan spesifikasi panjang fisik lensa yang "tidak mengikut sertakan" panjang mount lensa. Jadi jika dalam pengukuran WD Anda hanya berpatok pada keterangan panjang yang tertera pada spesifikasi lensa, maka rumus WD sebelumnya harus diubah. Inilah alasannya mengapa saya katakan lensa harus diukur kembali dengan mengukur seluruh panjang fisik lensa. Jadi rumusnya yaitu:

MFD - Panjang Lensa - FFD = WD

Diketahui panjang mount lensa Canon EF dan EF-S adalah 0.3" (7.6mm), sehingga bila digabungkan dengan panjang lensa sebelumnya (lihat kembali di atas) maka 1.4" + 0.3" = 1.7" (44mm). Sedangkan panjang mount lensa Nikon F adalah 0.24" (6mm), sehingga bila digabungkan dengan panjang lensa sebelumnya maka 1.6" + 0.24" = 1.84" (46.7mm).

Dalam artikel ini saya hanya melampirkan panjang mount lensa dari dua produsen ternama (Canon dan Nikon). Adapun untuk produsen lain memiliki ukuran mount lensa yang juga berbeda-beda sehingga ini menjadi faktor baru yang juga mempengaruhi rumus di atas. Jadi untuk mengetahui berapa panjang mount lensa dari tiap-tiap produsen yang berbeda silahkan lihat di sini daftarnya.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI