MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Benarkah Kinerja ISO Lebih Baik Pada Suhu Rendah?


Berakhir pada perdebatan panjang yang awalnya dipicu oleh terbitnya sebuah poster anonim di papan fotografi 4chan, yang mana dalam poster tersebut menunjukan hasil gambar dari kamera yang dibekukkan sebagai eksperimen untuk mencari tahu apakah kinerja ISO akan lebih baik pada suhu yang rendah. Dalam hal ini kinerja yang dimaksud adalah kurangnya "noise" pada ISO tinggi (baca di sini penjelasan ISO).

Seperti yang umum kita ketahui bahwa penggunaan ISO tinggi menyebabkan munculnya banyak noise (bintik-bintik kecil seperti pasir) pada gambar. Sedangkan ISO sendiri jarang disadari oleh kebanyakan orang bahwa keterlibatan ISO lebih sering pada pengoperasian kamera dengan sistem auto. Hal ini mudah dilihat pada kamera ponsel pada umumnya, yang mana pada malam hari atau dalam kondisi minim cahaya, kamera dengan sistem auto semisal kamera ponsel akan secara otomatis memaksimalkan ISO ketimbang elemen lainnya untuk mendapatkan pencahayaan yang stabil. Dan resikonya tentu menyebabkan banyak "noise". Silahkan Anda cek dan buktikan kebenarannya!!

Hal ini berlaku pada semua kamera, termasuk DSLR. Hanya saja untuk DSLR atau kamera lainnya yang memiliki kontrol manual atas eksposur, bisa melakukan pengecualian untuk mendapatkan pencahayaan stabil tanpa menggunakan ISO tinggi, dan tanpa harus berurusan dengan noise (baca di sini cara menghapus noise). Misalnya dengan memperlambat shutter speed dan menempatkan ISO pada nilai aman (umumnya max ISO 800). Akan tetapi ada kondisi di mana fotografer tetap membutuhkan ISO tinggi seperti saat memotret bintang di malam hari.

Kembali pada maksud dari apa yang ditunjukan oleh poster anonim tersebut, saya pikir ini membuka rahasia penting namun pembaca harus berhati-hati agar tidak langsung melakukan percobaan yang sama, karena eksperimen tersebut berisko tinggi pada keselamatan kamera. Menurut informasi bahwa eksperimen tersebut menggunakan kamera Sony A350 yang kemudian dengan sengaja disimpan ke dalam freezer untuk didinginkan selama 15 menit. Kemudian mereka memosting hasil gambar sebelum dan sesudah (after-before) sebagai perbandingan noise pada ISO 3200. Berikut posternya:


Terlepas dari apa atau bagaimana caranya mendapatkan hasil gambar di atas, rupanya sejak dari dulu beredar rumor di kalangan fotografer bahwa kamera digital akan memiliki kinerja ISO yang lebih baik (yaitu kurang noise) pada suhu yang lebih rendah. Hal ini memang tidak diketahui oleh banyak orang. Yang sering beredar selama ini bahwa kamera yang tadinya berdiam di daerah bersuhu rendah, harus hati-hati ketika kamera tersebut berpindah ke suhu yang tinggi. Entah dipengaruhi oleh perubahan suhu drastis atau faktor lain, tapi sebagian orang percaya bahwa perubahan suhu drastis pada kamera bisa memicu berkembangnya jamur pada komponen sensitif kamera (sensor, focus screen, mirror, viewfinder, dll).

Kemudian terkait dengan kinerja ISO di suhu rendah dihubungkan dengan fakta tentang kebiasaan beberapa fotografer yang sering mendinginkan sensor kamera mereka untuk keperluan astrophotography, seperti memotret Bima Sakti (Milky Way), Aurora, atau membuat kreasi Star Trail. Jangan salah paham dulu, mendinginkan sensor bukan selalu berarti itu harus menyimpan kamera dalam freezer, bukan itu!!

Fotografer lainnya juga melaporkan bahwa ada peningkatan kinerja ISO saat mengambil gambar di lingkungan yang sangat dingin. Selain itu, zodiaclight.com juga melakukan percobaan menarik dengan mendinginkan Canon 350D, kemudian mengukur jumlah noise pada hasil gambar. Mereka menemukan bahwa pendinginan sensor mengakibatkan penurunan noise sebanyak 40% (klik di sini untuk melihat eksperimennya).

Hal ini sebenarnya masih menjadi perdebatan sengit. Beberapa orang percaya, sementara beberapa orang lainnya merasa skeptis dengan teori ini. Terbentuknya sebuah gambar serta keterkaitannya dengan apapun termasuk konsekuen dari ISO adalah masalah yang kompleks, banyak variabel yang terlibat. Yang jelas Anda tidak harus membekukan kamera terbaik Anda hanya untuk menguji teori ini, anggap ini sekedar info menarik untuk diketahui, dan bisa saja berguna jika Anda tertarik memotret dengan long exposure (baca di sini apa itu long exposure).

Jadi, sekali lagi saya sarankan agar sebaiknya Anda tidak melakukan percobaan yang beresiko pada kamera Anda.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI