MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Pengertian Focal Length Dalam Fotografi


Mungkin agak telat saya menulis pembahasan ini, tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali, benar gak? Karena banyak pengunjung blog yang masih bingung dan bertanya tentang focal length. Jadi artikel ini mewakili jawaban kongrit atas pertanyaan Anda semua.

Focal length ini letaknya pada lensa dan secara teknis berhubungan langsung dengan optik. Bila diterjemahkan artinya "panjang fokus". Tapi saya tidak pernah menggunakan istilah tersebut karena ini riskan, bisa membuat pembaca keliru. Dan pembahasan soal fokus telah saya tempatkan pada materi yang berbeda.

Apa Itu Focal Length?


Sederhanya bahwa focal length dari sebuah lensa adalah kemampuan lensa dalam menjangkau dan melihat adegan. Sedangkan yang dimaksud dengan "adegan" adalah apa yang akan ditangkap oleh kamera dan dikenal juga sebagai "bidang pandang (field of view)". Focal length ini ditulis dalam satuan milimeter (mm) seperti 10mm, 22mm, 50mm, dll. Adapun cara kerja focal length pada lensa kira-kira seperti ini:

* Semakin PENDEK focal length, semakin JAUH adegan dari jangkauan lensa, tapi semakin LUAS adegan yang dapat dilihat oleh lensa.
* Semakin PANJANG focal length, semakin DEKAT adegan dari jangkauan lensa, tapi semakin SEMPIT adegan yang dapat dilihat oleh lensa.

Kalau Anda masih bingung dengan penjelasan saya di atas, coba Anda perhatikan gambar di bawah ini:


Setiap gambar di atas merupakan hasil jangkauan dari focal length yang berbeda-beda. Adapun yang menjadi subjek utama dalam semua gambar adalah kumpulan bambu yang berdiri di atas tanah. Gambar pertama (kiri atas) dihasilkan oleh focal length 28mm sehingga subjek dalam adegan masih terlihat jauh. Sedangkan gambar terakhir (kanan bawah) menunjukan sebaliknya, subjek dalam adegan terlihat sangat dekat karena dihasilkan oleh focal length yang lumayan panjang yaitu 210mm.

Jadi jika Anda bertanya-tanya mengapa sebuah lensa dapat melakukan zoom sehingga yang tadinya adegan terlihat jauh bisa bertahap menjadi lebih dekat? Karena lensa seperti itu menyediakan pilihan focal length mulai dari yang pendek sampai yang panjang, contohnya lensa kit 18-5mm. Lensa kit merupakan lensa yang dijual satu paket bersama kamera, di antarannya yang paling umum adalah lensa zoom standar 18-55mm. Kalau Anda baru saja membeli kamera DSLR, coba periksa lensa Anda sekarang, apakah di situ ada keterangan 18-55mm? Jadi pada lensa kit ini Anda dapat memilih focal length mulai dari focal 18mm sampai ke focal 55mm. Paham?

Adapun perpindahan focal length lensa dari pendek ke panjang disebut zoom in, sedangkan perpindahan focal length dari panjang ke pendek atau kembali ke posisi semula disebut zoom out. Oleh sebab itu sebuah lensa yang memiliki focal length lebih dari satu (misalnya Canon 18-55mm) dinamakan sebagai 'lensa zoom'. Sedangkan lensa yang hanya memiliki satu focal length saja (misalnya Canon 50mm) dinamakan sebagai 'lensa prime' atau 'lensa fix'.

Lensa kit zoom Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM (kiri) dan lensa prime Canon EF-S 50mm f/1.8 STM (kanan)

Perlu Anda ingat juga bahwa lensa kamera dikategorikan berdasarkan focal length. Lensa dengan focal length pendek secara umum disebut lensa 'wide', sedangkan lensa focal length panjang disebut lensa 'tele' atau 'telephoto'. Itu hanya sebutan umum, karena secara spesifik kategori lensa bukan hanya wide dan tele saja, masih ada kategori lain seperti ultra-wide atau long-telephoto. Untuk lebih lengkap mengenai kategori lensa sebaiknya Anda baca di sini artikelnya.

Pengaruh Focal Length Pada Aperture


Aperture atau diafragma adalah tentang lebar dan sempitnya lubang dari sebuah lensa, oleh sebab itu aperture disebut juga sebagai "bukaan lensa". Lubang aperture dari sebuah lensa bisa bervariasi tergantung dari focal length. Ketika focal length berubah, maka lubang aperture juga ikut berubah. Mari kita kembali mengambil contoh dari lensa kit 18-55mm. Diketahui bahwa umumnya lensa kit 18-55mm memiliki maksimal aperture mulai dari f/3.5 sampai dengan f/5.6, seperti Canon 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM. Artinya, jika Anda memilih focal length 18mm maka maksimal aperture yang bisa Anda gunakan adalah f/3.5. Tapi jika Anda melakukan zoom atau berpindah ke focal length 55mm maka maksimal aperture juga ikut berubah menjadi f/5.6. Makanya saya katakan bahwa lubang aperture lensa bisa bervariasi tergantung dari focal length. Bisa Anda pahami? Cara kerja aperture yang berubah-ubah mengikuti focal length seperti itu disebut sebagai 'aperture variable'. Sedangkan aperture tunggal yang tidak berubah walaupun focal length lensa berubah-ubah disebut sebagai 'aperture fixed' atau 'aperture constant', contohnya lensa Sigma 18-35mm f/1.8 DC HSM Art .

Pengaruh Focal Length Pada Fokus


Pada desain lensa zoom "varifocal", berubahnya focal length akan mempengaruhi fokus lensa. Misalnya saja Anda telah mengunci fokus di focal length 70mm dan siap menembak adegan, tapi kemudian Anda berubah pikiran lalu melakukan zoom ke focal length 100mm, maka fokus yang sudah terkunci sebelumnya tidak berlaku lagi alias "tidak fokus", dan Anda harus melakukan penyusaian fokus kembali (refocusing). Itu mekanisme fokus pada lensa zoom varyfocal, yaitu jenis lensa zoom yang umum digunakan oleh pemula termasuk kit 18-55mm. Tapi berbeda dengan lensa zoom "parfocal", yang mana berubahnya focal length pada lensa parfocal tidak akan mempengaruhi fokus yang telah terkunci, sehingga Anda tidak perlu repot-repot melakukan refocusing. Sederhananya ini kebalikan dari mekanisme lensa zoom varyfocal.

Pengaruh Focal Length Pada Intensitas Blur


Anda yang baru belajar menggunakan kamera apakah menginginkan foto dengan background blur? Sudah mencoba dengan lensa kit tapi hasilnya tidak maksimal? Ini lah yang akan saya coba jelaskan pada Anda.

Intesitas blur pada latar belakang (background) atau objek depan (foregound) dipengaruhi oleh beberapa variabel, di antaranya adalah focal length. Rumusnya seperti ini: semakin panjang focal length, semakin kuat blur yang dibentuk oleh lensa, begitupula sebaliknya. Selanjutnya tergantung oleh faktor lainnya yaitu aperture, jarak subjek dan jarak background. Apa yang saya jelaskan di sini hanya teori singkat terkait focal length. Sedangkan untuk memahami lebih dalam tentang terbentuknya blur ini silahkan Anda baca di sini artikelnya.

Belajar Memahami Focal Length Dari Sebuah Lensa


Nah sekarang saya ingin mengajak Anda untuk belajar memahami focal length dari beberapa jenis lensa. Ini untuk melatih Anda mengenali kemampuan sebuah lensa dari focal lengthnya. Dan di bawah ini adalah tiga jenis lensa dengan focal length yang berbeda-beda, silahkan disimak:

  • Tamron 70-300mm f/4-5.6 LD Di Macro: Rentang focal length 70-300mm merupakan bagian dari focal length panjang, sehingga lensa ini dikategorikan dalam lensa zoom tele. Pada lensa ini Anda bisa menggunakan focal length mulai dari 70mm sampai batas 300mm dengan rentang maksimal aperture f/4-5.6 (aperture variable).
  • Nikon 35mm f/1.8 DX: Lensa ini memiliki focal length tunggal 35mm. Artinya ini jenis lensa prime / fix dengan maksimal aperture f/1.8.
  • Canon EF 11-24mm f/4 L USM: Rentang focal length 11-24mm merupakan bagian dari focal length pendek, sehingga ini dikategorikan dalam lensa zoom wide. Maksimal aperture f/4 dan tidak dipengaruhi oleh perubahan focal length, maka sudah bisa dipastikan ini lensa "aperture fixed / constant".

Memilih Lensa yang Tepat Berdasarkan Focal Length


Manfaatnya Anda memahami arti kode-kode dari sebuah lensa termasuk focal length, akan membantu Anda memilih lensa yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Misalnya saja Anda suka menembak adegan pemandangan (landscape), sementara gambar landscape akan semakin menarik jika ia mencakup banyak area. Untuk kebutuhan seperti itu maka Anda perlu menggunakan lensa yang memiliki focal length yang pendek dengan jangkauan yang luas (wide). Namun jika Anda senang menembak subjek dari kejauhan seperti candid atau memotret hewan dari jauh, maka Anda membutuhkan lensa dengan focal length yang panjang (tele). Intinya, lensa yang Anda pilih sebaiknya harus sesuai dengan kebutuhan Anda.

Setelah memahami penjelasan saya di atas, mungkin di antara kalian ada yang tergoda ingin memiliki lensa aperture fixed atau lensa zoom parfocal. Karena kedua jenis lensa tersebut memberikan kemudahan dalam pengoperasian lensa. Itu lah alasannya mengapa lensa aperture fixed atau zoom parfocal dibandrol dengan harga yang jauh lebih mahal dari lensa biasa. Tapi yang terpenting di sini Anda sudah bisa memahami definisi focal length dan bagaimana cara kerjanya. Semoga setelah membaca ini Anda mulai belajar memaksimalkan lensa Anda, belajar menggunakan focal length yang berbeda-beda dan perhatikan perubahannya pada adegan.

Selamat belajar!!
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI