MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Tips Memilih Kamera yang Terbaik Untuk Anda


Sebagai seorang yang awam atau baru dalam fotografi, pasti bingung memilih kamera yang tepat untuk digunakan. Mengingat harga kamera tidak murah, ditambah lagi banyaknya jenis / tipe kamera yang beredar di pasaran, sehingga jika salah beli, maka Anda yang rugi sendiri. Sehubungan dengan itu, setiap kali kawan-kawan saya atau member blog ini bertanya tentang kamera apa yang paling bagus, maka jawaban saya selalu konsisten sama "pilih kamera yang sesuai dengan kebutuhan Anda", itulah kamera terbaik untuk Anda. Hanya saja sudut pandang orang-orang selama ini keliru terhadap kebutuhan fotografi, yang mana orang-orang menganggap bahwa fotografi itu seolah hanya bisa didalami dengan DSLR saja. Mungkin karena setiap kali kita mendiskusikan fotografi, pembahasan DSLR selalu ada di situ.

Untuk mempermudah Anda mengetahui mana yang terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan budget Anda, maka dalam artikel ini saya mencoba memberi sedikit pencerahan tentang hal-hal yang mesti Anda perhatikan ketika membeli sebuah kamera. Saya akan memulai pembahasan ini dengan menuliskan penjelasan dan perbandingan singkat antara jenis-jenis kamera yang umum digunakan. Dengan Anda mengetahui kelebihan maupun kelemahan masing-masing kamera, semoga bisa membantu Anda mengambil keputusan yang tepat dan memilih kamera terbaik.

1. DSLR


Digital Single Lens Reflex atau disingkat DSLR merupakan penerus dari kamera SLR, dan pengaturan inti kamera sudah menggunakan sistem DIGITAL. Tak hanya itu, jika SLR masih menggunakan rol film sebagai media penyimpanan gambar, DSLR sudah menggunakan memory card sebagai media penyimpanan data (gambar, video, dll) yang pengolahannya juga secara digital. Ini lebih mudah ketimbang mengolah rol film secara manual, oleh sebab itu DSLR tidak dapat lagi disebut kamera analog sekalipun ada beberapa DSLR yang menggunakan unsur analog dan digital secara bersamaan. Saya tidak akan masuk lagi ke rincian DSLR, Anda bisa mengetahui lebih dalam tentang DSLR di artikel saya lainnya (baca di sini).

Jika Anda memiliki budget tinggi, DSLR sangat ideal digunakan untuk semua kebutuhan fotografi, termasuk belajar fotografi dasar. Lantas kenapa banyak orang yang menyarankan agar tidak menggunakan DSLR untuk pemula? Karena dikhawatirkan proses belajar Anda akan berisiko pada usia kamera. Mengapa? Karena DSLR memiliki batas kutip / shutter. Jadi ketika batas shutter habis, kamera tidak bisa berfungsi lagi dan harus mengganti shutter unit yang harganya lumayan mahal. Sementara fotografer pemula perlu banyak latihan dengan memotret sana-sini, tanpa disadari shutter countnya terus bertambah dan batas shutternya berkurang (baca di sini apa itu shutter count). Oleh sebab itu kamera ini tidak disarankan bila dipakai untuk belajar. Bukan berarti "TIDAK BOLEH", ini sekedar saran saja. Karena untuk menguasai fotografi dasar yang terpenting Anda memahami inti fotografi yaitu EXPOSURE (lihat di sini artikelnya). Sedangkan untuk belajar eksposur itu tidak harus dengan DSLR saja, tapi bisa juga Anda pelajari meskipun dengan kamera kelas bawah, yang harganya lebih murah dari DSLR.

Contoh DSLR Nikon D7100 Beserta Lensa, Tas, Memory Card dan Baterai.

1.1. Kelebihan DSLR:

  • Full kontrol manual atas pengaturan eksposur (shutter speed, aperture, ISO).
  • Tentu tersedia mode inti P,S,A,M dan mode-mode penting lainnya, termasuk mode pintar untuk pemotretan khusus.
  • Kualitas gambar lebih baik, sekalipun pada DSLR kelas pemula (entry-level) dengan format sensor kecil (APS-C/DX).
  • Lensa DSLR bisa diganti-ganti dan banyak varian.
  • DSLR bisa menggunakan lensa dari produsen kamera berbeda dengan menggunakan alat tambahan (adapter).
  • Aksesoris DSLR banyak tersedia di pasaran, mulai dari kelas pro sampai produk third-party dengan harga terjangkau.
  • DSLR paling idel untuk fotografi komersil dengan kualitas gambar yang lebih baik.
  • Secara umum, DSLR unggul dari semua jenis kamera.

1.2. Kelemahan DSLR:

  • Harganya mahal, untuk DSLR entry-level saja berkisar 5 jutaan.
  • Ukuran bodi DSLR besar dan bobotnya juga berat, apalagi ditambah lensa yang besar dan panjang.
  • Perawatannya ribet, butuh perlakukan khusus, sensitif dengan temperatur dan kotoran / debu.
  • DSLR memiliki batas kutip (shutter count).
  • Menggunakan mekanik tradisional (mirror dan pentaprisma) sehingga kinerja mesin menghasilkan suara yang bising dan mengakibatkan desain DSLR cenderung sama.
  • Harga lensa DSLR juga mahal, untuk lensa kelas pro bahkan melampaui harga DSLR itu sendiri.

2. Mirrorless


Mirrorless (MILC) merupakan jenis kamera baru, yang diproduksi setelah DSLR. Jenis kamera ini tidak lagi menggunakan mekanisme mirror sehingga ia di namakan "Mirrorless". Kamera ini masih tergolong kamera kompak namun dengan kualitas yang lebih baik, bahkan ada beberapa Mirrorless yang bisa menyaingi DSLR, baik dari segi kualitas gambar dan kelengkapan fitur dalam kamera.

Contoh Mirrorless Sony Alpha a6000

2.1. Kelebihan Mirrorless:

  • Sama seperti DSLR, full kontrol manual atas pengaturan eksposur dan tersedia mode-mode inti P,S,A,M.
  • Ukuran Mirrorless lebih kecil dan ringan ketimbang DSLR, sehingga enteng dibawa saat travelling.
  • Viewfinder pada Mirrorless sudah menggunakan sistem elektronik (EVF) yang secara umum unggul ketimbang OVF pada kamera DSLR.
  • Karena tidak menggunakan mekanik mirror, sehingga Mirrorless bisa menembak terus-menerus (continuous) lebih cepat daripada DSLR.
  • Lensa Mirrorless juga bisa diganti-ganti dan tersedia aksesoris (untuk saat ini masih terbatas).
  • Model Mirroless lebih bervariasi ketimbang DSLR yang cenderung sama.
  • Harga Mirrorless kelas pemula masih lebih murah ketimbang DSLR entry-level.

2.2. Kekurangan Mirrorless:

  • Umumnya Mirrorless yang ada dipasaran memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada DSLR, sehingga kualitas gambar masih di bawah DSLR. Namun Mirrorless sudah mulai dikembangkan dengan sensor yang menyamai DSLR. Ini hanya masalah waktu, dan para ahli meyakini Mirrorless bakal meungguli DSLR di masa depan. Entahlah!
  • Karena tidak menggunakan mirror dan pentaprisma, bodi Mirrorless lebih ramping sehingga jarak flange lebih pendek. Resikonya mengakibatkan potensi terjadinya masalah flare dan ghosting. Ini sedikit-banyak mengganggu kualitas gambar, mengingat flare bisa mengurangi kualitas ketajaman dan saturasi.
  • Karena Mirrorless masih tergolong baru, sehingga aksesoris (termasuk lensa) masih terbatas di pasaran.

3. Prosumer


Prosumer merupakan jenis kamera kompak yang rata-rata desain eksteriornya mengikuti gaya DSLR tapi tidak dengan kualitas dan mekanik internalnya. Bentuk Prosumer mirip DSLR dengan ukuran lebih kecil, namun sebenarnya kualitas Prosummer beda tipis dengan kamera saku (pocket). Meskipun jenis kamera ini masih di bawah Mirrorless, tapi ada beberapa Prosummer yang diunggulkan, yang mampuh menyaingi Mirrorless.

Contoh Prosumer Cyber-Shot H300. Tersedia mode Program (P) dan Manual (M)


3.1. Kelebihan Prosumer:

  • Untuk beberapa tipe Prosummer sudah mendukung kontrol manual atas eksposur, tapi kemampuannya masih terbatas, seperti batas max-min shutter speed dan ISO di bawah batas DSLR dan Mirrorless.
  • Tersedia mode inti (P,S,A,M) dan mode-mode penting lainnya.
  • Ukuran kecil dan bobotnya juga ringan.
  • Banyak konsumen menyukai Prosumer karena desainnya mirip DSLR, sehingga Anda dikira sedang menggunakan DSLR. 
  • Harganya lebih murah lagi ketimbang Mirrorless.
  • Karena harga lebih terjangkau, ditambah beberapa Prosumer sudah dilengkapi mode Manual Exposure (M), sehingga kamera ini bisa dijadikan alternatif untuk belajar fotografi.
  • Beberapa Prosumer sudah dilengkapi dengan fitur penting yang ada di DSLR, seperti "bracketing (AEB)", dan fitur-fitur lainnya. 
  • Viewfinder menggunakan sistem elektronik, tapi tidak secanggih EVF pada Mirrorless.
  • Kebanyakan Prosumer tersedia "stabilizer" dalam bodi kameranya untuk mengontrol kamera goyang (shake) yang bisa menyebabkan motion.
  • Cocok untuk sekedar have-fun atau untuk mendokumentasikan travelling Anda.

3.2. Kelemahan Prosummer:

  • Secara umum ukuran sensor Prosumer lebih kecil dari DSLR bahkan masih di bawah ukuran sensor Mirrorless, sehingga kualitas gambar sangat sulit menyamai kualitas kedua kamera tersebut. Bahkan kualitas gambar Prosummer sering dikomparasi dengan kualitas gambar kamera smartphone.
  • Lensa tidak bisa diganti, tapi lensa Prosumer memiliki rentang focal length yang mencakup banyak kebutuhan fotografi seperti landscape dan tele.
  • Rata-rata Prosumer masih menggunakan baterai jenis AAA.
  • Hanya beberapa Prosumer saja yang menyediakan aksesoris seperti cap lensa dan flash eksternal, itu pun ketersediannya masih terbatas. Tapi hampir semua Prosumer bisa menggunakan Tripod.
  • Tidak idel untuk fotograf komersil, tapi masih tolerir bila hanya untuk keperluan bisnis rumahan, atau untuk mendokumentasikan gambar bangunan (proyek) di lapangan.

Setelah melihat perbandingan singkat antara DSLR, Mirrorless, dan Prosumer, semoga Anda mulai mendapat pencerahan untuk jenis kamera apa yang terbaik untuk Anda. Apa yang saya tulis di atas cuma poin-poin penting saja. Silahkan Anda ambil kesimpulan awal. Berikut tips-tips dari saya yang bisa Anda pertimbangkan ketika berniat membeli sebuah kamera:

1. Sesuaikan Dengan Kebutuhan Anda


Kebutuhan di sini mencakup banyak hal, untuk komersil, untuk serius belajar fotografi, atau sekedar have-fun saja. Di luar fakta Anda memiliki budget yang banyak, rekomendasi pertama saya sebaiknya sesuaikan dengan keperluan Anda. Kalau untuk fotografer komersil seperti job pernikahan, cover majalah, katalog, maka sebaiknya gunakan DSLR meskipun kelas entry-level. Kalau untuk belajar fotografi minimal Anda memiliki Prosumer yang menyediakan mode pemotretan P,S,A,M, atau kalau budget Anda cukup, gunakan saja Mirrorless atau DSLR sekalian. Kalau cuma untuk have-fun atau buat selfie alay dan gak ngerti sama sekali tentang kamera, gunakan saja smartphone Anda, itu sudah cukup!!

2. Sesuaikan Budget Anda


Pernah ada member saya meminta rekomendasi kamera yang cocok untuk memotret produknya tapi dengan budget seadanya. Ini cukup rumit, maka saat itu target saya melirik Prosumer yang memiliki sensor dan resolusi piksel yang berkualitas di kelasnya. Strategi ini bisa Anda gunakan. Kamera Prosumer tergolong murah dan kualitas gambarnya tidak selalu buruk. Untuk beberapa kasus, hasil Prosumer banyak juga yang memuaskan. Bahkan ada beberapa Prosumer yang kualitas gambarnya bisa diandalkan. Tapi kalau Anda bisa bersabar, sebaiknya tunggu sampai budget Anda cukup, lalu beli DSLR sekalipun kelas entry-level.

3. Pertimbangkan Cara Anda Merawat Kamera


Sekali lagi saya ingatkan kalau untuk DSLR butuh perlakukan khusus dan tidak jauh beda dengan merawat Mirrorless. Kedua jenis kamera ini sensitif dan perlu perawatan yang intens dan tidak boleh asal menggunakannya. Biaya perawatan kedua kamera juga tidak sedikit. Anda harus menyediakan Dry Box sebagai penyimpanan kamera, kemudian alat yang digunakan untuk membersihkan kamera dijual khusus dan tidak boleh menggunakan alat sembarangan.

4. Jangan Tertipu Megapiksel, Perhatikan Ukuran Sensor


Kebanyakan calon pembeli ketika memilih kamera, yang paling pertama dan sering diperhatikan adalah angka megapiksel. Ini keliru, harusnya yang perlu Anda perhatikan adalah ukuran sensor dari kamera tersebut. Untuk sebagian besar kasus, ukuran sensor yang lebih besar akan menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik. Pernah ditemukan kamera A memilki ukuran resolusi katakanlah 22MP dan kamera B 18MP. Tapi hasilnya kamera B malah lebih baik ketimbang kamera A. Kenapa? Karena kamera B memiliki ukuran sensor yang lebih besar dari kamera A. Kemudian yang perlu dipertimbangkan selanjutnya adalah "ukuran fisik setiap piksel". Informasi ini memang sulit ditemukan, karena kebanyakan produsen (apalagi selain DSLR) jarang menampilkan keterangan spesifik mengenai hal ini. Ditambah lagi market di Indonesia paling jarang menampilkan informasi penting untuk ukuran sensor dan malah lebih menonjol ke informasi megapiksel yang tidak mutlak menentukan kualitas gambar. Untuk mempelajari ini lebih dalam silahkan baca pembahasan lengkapnya di sini.

5. Cari Kamera yang Menyediakan Mode P,S,A,M


Ingat! Apapun jenis kamera yang Anda pilih, minimal kamera tersebut menyediakan mode Manual Exposure (M) dan lebih bagus lagi jika lebih lengkap dengan mode-mode inti lainnya yaitu P,S, dan A (baca di sini apa itu mode P,S,A,M). Kenapa? Karena pada mode-mode tersebutlah Anda bisa memahami inti fotografi dasar. Meskipun mungkin awalnya Anda membeli kamera hanya sekedar bersenang-senang, tapi tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti Anda ingin serius belajar fotografi. Nah, jika sejak awal kamera Anda memiliki mode tersebut, Anda tidak perlu lagi membeli kamera baru. Kecuali Anda sudah benar-benar mahir, barulah beralih ke kamera kelas atas.

Di sini saya hanya menuliskan 5 tips yang menurut saya penting untuk Anda pertimbangkan ketika ingin membeli sebuah kamera. Tentu saya tidak tahu apa yang diinginkan semua konsumen, saya cuma memberi pencerahan saja. Ingat, utamakan kebutuhan Anda, kemudian sesuaikan dengan budget Anda. Jangan berfikir bahwa dengan membeli kamera mahal maka otomatis kualitas gambarnya selalu bagus, NO!! Itu salah besar!! Dan jangan kecil hati dengan kamera Anda yang murah-meriah. Selagi kamera Anda memiliki mode manual, maka itu sudah cukup untuk dipakai belajar. Banyak materi penting fotografi seperti keseimbangan (balance), komposisi, atau kedalaman ruang (DOF), yang untuk mempelajarinya tidak harus dengan DSLR saja, tapi bisa juga dengan Mirrorless, Prosumer, atau bahkan smartphone (jika memungkinkan).

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa baca artikel saya tentang perbandingan antara DSLR dan Mirrorless (baca di sini).
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI