MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Langkah-Langkah Cara Menghilangkan Jamur Pada Lensa


Salah satu masalah yang bisa membuat fotografer frustasi itu adalah ketika ia menemukan jamur tumbuh pada elemen-elemen internal lensa mereka. Ini tidak main-main. Jamur pada lensa umumnya ditemukan pada lensa tua. Tapi masalah ini tidak pilih merek, kualitas, dan lensa mahal sekalipun bisa berpotensi terserang jamur jika tidak dirawat dengan baik. Seperti lensa yang terus berada di tempat yang lembab dalam waktu yang sangat lama, maka jamur-jamur buruk yang ditakuti mungkin akan muncul di lensa Anda.

Saya sudah membahas ini dengan banyak orang yang pernah mengalami masalah tersebut. Mereka melakukan berbagi upaya untuk mencoba membersihkan jamur keluar dari lensa, dengan menggunakan berbagai alat pembersih lensa. Namun ada beberapa hal yang harus Anda ingat: Anda tidak dapat menghapus jamur dengan larutan pembersih lensa yang standar. Alkohol, cairan ringan, dan etanol tidak bekerja dengan baik untuk masalah ini. Begitupula dengan campuran minyak siku yang dikombinasikan dengan solusi di atas, hanya akan mengakibatkan "goresan" dan kerusakan lapisan (coating) pada lensa Anda. Pada akhirnya Anda semakin frustrasi.

Pada artikel ini, saya ingin berbagi dengan Anda tips sederhana untuk cara menghilangkan jamur dari lensa tanpa resiko merusak lensa itu sendiri. Jika Anda bersedia dan berani melalukan tips ini, kemudian Anda berhasil, maka Anda bisa menggunakan tips ini untuk membersihkan lensa-lensa jadul dari kamera tua agar bisa digunakan kembali. Apakah Anda tertarik?

Kalu Anda setuju maka mari kita sepakati hal berikut: Saya tidak bertanggung jawab jika Anda lalai saat membersihkan lensa dan menyebabkan lensa Anda rusak. Jika Anda ragu, sebaiknya tinggalkan artikel ini dan serahkan pembersihan lensa pada ahlinya. Sepakat?

1. Alat Yang Dibutuhkan


Berikut adalah daftar alat dan bahan yang Anda perlukan untuk membantu Anda melakukan pekerjaan ini:

  • Lens Spanner: Ini adalah alat (kunci pas) khusus untuk membongkar lensa. Alat ini sudah tersedia di Indonesia, bahkan Anda bisa membelinya di lapak online (cek di sini).
  • Obeng JIS: Untuk lensa buatan Jepang, Anda memerlukan seperangkat obeng JIS (Japanese Industrial Standard). Model kepala pada obeng ini mirip dengan obeng standar yang sering kita lihat, tapi alat ini sedikit berbeda. Sekrup tipe JIS memiliki kedalaman dan bentuk yang unik, sehingga dikhawatirkan akan merusak sekrup lensa jika Anda membuka lensa menggunakan obeng biasa. Silahkan cek di sini alatnya.
  • Lampu: Untuk membersihkan lensa, sangat ditekankan untuk Anda melakukannya dalam ruangan tertutup, karena dikhawatirkan debu atau kotoran masuk ke dalam lensa. Dan karena ini di dalam ruangan, sehingga tidak cukup jika hanya mengandalkan lampu ruangan saja. Gunakan juga bantuan lampu belajar atau apa saja yang bisa membantu pekerjaan Anda.
  • Piring Makan: Mungkin menurut Anda ini tidak ada hubungannya. Piring makan yang bersih dan steril dibutuhkan untuk meletakkan perangkat-perangkat sensitif dari lensa kamera. 
  • Mangkuk Kecil: Selain piring, mangkuk juga diperlukan untuk merendam perangkat yang akan dibersihkan.
  • Pinset: Yang jelas ini bukan untuk mencabut bulu ketek. Teknisi portable selalu membutuhkan alat ini, begitupula dalam tips ini. Tapi ingat, pinset juga harus steril.
  • Sarung Tangan Nitril: Anda memerlukan sarung tangan nitril agar tangan Anda selalu kering untuk mencegah jari-jari Anda meninggalkan bekas pada permukaan elemen lensa.
  • Kacamata Pelindung: Ini dianjurkan untuk menjaga kerusakan pada mata ketika mata sedang berfokus serius pada perangkat-perangkat kecil dari lensa kamera.
  • Hidrogen Peroksida: Sediakan juga bahan ini. Anda bisa membelinya di Apotik.
  • Amonia: Untuk amonia, usahakan agar Anda membeli amonia yang tidak memiliki wewangian. Karena zat aroma yang ditambahkan dikhawatirkan memiliki potensi merusak elemen lensa yang dibersihkan.
  • Cotton Ball: Sediakan juga bola kapas atau cotton ball.
  • Kain Mikrofiber: Kain mikrofiber khusus pembersih lensa bisa Anda temukan di toko-toko elektronik. Tapi ingat, jangan gunakan yang bekas pakai, sebaiknya sediakan kain mikrofiber yang masih baru.

2. Membongkar Lensa


Dalam artikel ini, saya akan mengambil contoh dari pembersihan lensa tua "Konica Hexanon AR 40mm f/1.8". Lensa jadul ini memiliki jamur yang parah pada pada elemen belakang lensa. Ini adalah contoh kasus yang sangat buruk, karena jamur yang tumbuh di bagian itu akan benar-benar mempengaruhi kualitas gambar. Jamur tidak berada di luar dari elemen belakang, tapi di antara dua elemen dalam lensa. Masalah seperti ini biasanya tidak begitu nampak kecuali jika Anda melihatnya di bawah cahaya yang terang. Ini pengalaman yang harus Anda ingat ketika memeriksa lensa bekas yang akan dibeli.



Baik, mari kita mulai membersihkan. Gunakan obeng JIS Anda untuk melepaskan sekrup yang mengunci mount lensa. Dalam kasus ini, ada 4 sekrub menempel pada mount lensa yang harus dilepas terlebih dahulu.


Setelah melepas mount lensa, Anda bisa melepaskan ring aperture dari tubuh lensa agar lebih mudah mengakses ke elemen belakang lensa. Mungkin Anda berfikir tak perlu melepaskan ring aperture, tapi karena dalam praktek ini Anda akan membongkar lensa, jadi sekalian saja ring aperture dibersihkan juga.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan: antara cincin aperture dan tubuh lensa ada bola baja kecil yang memiliki sebuah coil spring atau lapisan spring di belakangnya yang harus dilepas dengan hati-hati (coba periksa lensa Anda barangkali ada). Kemudian, ketika Anda akan mengangkat ring aperture hati-hati dengan kotorannya. Dalam kasus lensa tua ini, ring memiliki lumayan banyak minyak dan kotoran.


Setelah ring aperture dilepas, kita bisa masuk ke bagian belakang tubuh lensa. Saya sarankan Anda melakukan sedikit pembersihan awal dalam setiap langkah-langkah pembongkaran lensa. Selanjutnya gunakan lens spanner. Alat ini memiliki dua batang spreader baja, yang di mana dua batang spanner dapat diatur jaraknya sesuai lebar ring lensa yang akan dilepas keluar dari belakang lensa.


Kalau ring penahan sudah dilepas dari lensa, sekarang kita bebas membuka elemen lainnya. Ada beberapa cara untuk melepas elemen kaca: posisi lensa dibalik di atas tangan Anda untuk melihat apakah kaca bisa keluar jatuh. Biasanya kaca akan jatuh dengan sendirinya ketika lensa dibalik. Tapi jika itu tidak berhasil, coba pasang kembali ring penahan, lalu gunakan benda tumpul (jangan logam) dan dengan lembut Anda ketuk sisi-sisi ring penahan. Trik ini untuk mendorong beberapa gerakan agar kaca mudah dilepas.


Pada kasus lensa ini, elemen belakang dengan mudahnya jatuh ke tangan teknisi. Elemen kaca ini sangat tipis dan mudah pecah. Anda bisa menggunakan kain lembut untuk meletakkan semua ring dan elemen kaca di tempat steril sesuai dengan urutannya. Perhatikan juga posisi elemen kaca yang cembung dan cekung sehingga Anda tidak keliru ketika memasukkan kembali semua elemen ke dalam lensa.

Pada foto di bawah, Anda dapat melihat sebuah kaca yang masih berada di dalam lensa. Itu elemen khusus yang memiliki jamur di atasnya. Ketika elemen kaca sebelumnya diangkat, elemen lainnya ikut terangkat juga tapi tidak dengan elemen kaca yang satu ini.


Konstruksi grup lensa tua ini membutuhkan untuk melepas sebuah ring spacer antara elemen yang paling belakang dan elemen internal. Hati-hati ketika melepas setiap elemen, seperti yang saya katakan di atas biasanya elemen lain ikut keluar dan perhatikan jangan sampai terjatuh.

Ketika membalik lensa di atas tangan Anda, perhatikan elemen seperti apa yang keluar. Untuk elemen yang sensitif letakkan di atas kain. Elemen yang permukaan kaca jangan disentuh permukaannya. Karena elemen-elemen internal lensa memiliki lapisan yang lembut dan mudah tergores.


Selanjutnya kita akan berurusan dengan elemen inti yang mempunyai masalah jamur di atasnya. Jamurnya cukup banyak hampir menutupi permukaan cekung dari elemen kaca tersebut. Pada gambar di atas coba Anda perhatikan ada elemen hitam di sekitar tepi kaca. Kadang-kadang itu berbahan tipis yang akan mengendur ketika direndam dalam larutan kimia. Elemen hitam yang membungkus kaca ini berfungsi untuk mengurangi masalah refleksi internal lensa. Jika mulai mengendur atau keluar ketika pembersihan, sebaiknya segera dibersihkan lalu dipasang kembali pada elemen kaca.



3. Membersihkan Jamur


Anda bisa menggunakan beberapa jarum suntik untuk mengukur cairan hidrogen peroksida dan amonia yang akan digunakan untuk membersihkan elemen lensa. Solusi lainnya bisa juga dengan menggunakan tutup botol amonia untuk mentakar semua bahan kimia yang digunakan. Pakailah sarung tangan dan kacamata. Pastikan Anda bekerja di ruangan yang berventilasi, karena asap amonia cukup kuat.

Dalam kasus lensa tua ini, digunakan 5 mililiter masing-masing peroksida dan amonia, sehingga volume keseluruhannya 10 mililiter. Aduk campuran hingga rata. Sebelum mengisi piring dengan campuran larutan kimia, letakkan kain pembersih lensa (lens wipe) atau yang serupanya tapi sekali pakai di atas permukaan piring. Ini akan melindungi elemen tergores ketika direndam.


Ingat, pelan-pelan ketika memasukkan elemen yang berjamur ke dalam piring berisi larutan kimia. Rendam selama 2 menit. Anda akan melihat ada gelembung yang artinya larutan sedang bekerja menggerogoti jamur. Setelah beberapa menit direndam, gunakan bola kapas (cotton ball) untuk menghapus dengan lembut setiap jamur yang tersisa.

Jika jamur masih saja melekat di permukaan elemen, coba masukkan kembali dalam larutan dan simpan lebih lama untuk direndam. Biasanya kasus jamur yang parah bahkan memerlukan sekitar 20 menit untuk benar-benar menghilangkan semua jamur.


Setelah semua jamurnya hilang, ambil elemen dan bilas di wastafel. Jangan digosok, Anda cukup membiarkan air kerang jatuh langsung di atas permukaan elemen, dan lakukan cara yang sama untuk setiap sisi elemen. Setelah selesai membilas, keringkan elemen menggunakan lens poofer (jika ada). Kalau airnya sudah hilang, gunakan kain microfiber bersih untuk membersihkan elemen lensa dengan lembut.

Selanjutnya coba Anda periksa elemen tersebut di bawah cahaya. Cek di semua sisi elemen untuk memastikan bahwa semua jamur benar-benar sudah hilang. Pastikan juga tidak ada debu, noda atau bekas jari Anda pada permukaan elemen (makanya pakai kaos tangan). Jika semua baik-baik saja, letakkan elemen pada kain microfiber lembut dan bersih, kemudian bungkus untuk mencegah debu hinggap di atasnya. Nah, sekarang lakukan proses pembersihan yang sama pada elemen-elemen lensa lainnya.


Setelah semua elemen dibersihkan, giliran body lensa yang dibersihkan sebelum semua elemen kembali dipasang pada lensa. Mulai dari bagian depan lensa dibersihkan dan ditiup menggunakan blower khusus lensa. Jangan lupa memeriksa aperture dan pastikan dalam kondisi sempurna. Berikutnya, membersihkan bagian belakang lensa. Anda bisa menggunakan sikat gigi untuk membersihkan kotoran keluar dari ring aperture. Gunakan minyak khusus (misalnya #30 dari Jepang) dicampur takik untuk membantu memperhalus kinerja aperture.


Untuk mount lensa tua ini direndam dalam alkohol isopropil (91%) dan hasilnya benar-benar baik. Oya, setiap lensa mungkin sedikit berbeda dalam hal konstruksi lensa. Untuk lensa Konica tua ini memiliki pengancing dalam mount lensa. Yang jelas Anda harus mengeluarkan mount jika ingin membersihkannya.

Setelah proses pembersihan benar-benar selesai dan tidak ada yang tinggal, silahkan rakit kembali lensa Anda dengan teliti dan hati-hati. Total waktu untuk menyelesaikan pembersihan ini kurang lebih 2 jam atau bisa jadi lebih lama. Berikut penampakkan lensa tua Konica Hexanon AR 40mm f/1.8 setelah dibersihkan:


Baik, selamat mencoba dan ingat "hati-hati" saat membersihkan. Jika Anda ragu, sebaiknya serahkan saja pembersihan lensa pada ahlinya. Jangan lupa baca juga artikel "Tips Cara Menyimpan Dan Merawat Kamera DLSR" dan artikel "4 Langkah Membersihkan Debu Pada Kamera Canon".
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI