MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Memotret Seseorang Menggunakan Refleksi Cahaya Dari Jendela

Backlight yang berasal dari jendela dianjurkan untuk foto portrait (subjek manusia) dalam ruangan. Alasannya? Anda dapat mencerahkan dan melembutkan tekstur pada subjek yang dihasilkan oleh pantulan cahaya menggunakan reflektor sambil menerapkan exposure compensation. Pada artikel ini saya akan memberikan Anda panduan dari fotografer "Teppei Kohno" untuk bagaimana membuat foto portrait indoor dengan memanfaatkan refleksi cahaya dari jendela.

Tapi sebelumnya ada dua pengetahuan penting yang harus Anda pahami supaya Anda mudah mengerti apa yang saya tulis di artikel ini. Pertama, pahami apa itu "backlight" (baca di sini), dan yang kedua pelajari fungsi "exposure compensation" pada kamera (baca di sini). Kalau sudah menguasai dua materi tersebut, silahkan kembali ke artikel ini dan simak baik-baik panduan dari fotografer Teppei Kohno berikut ini:

Langkah 1: Cari sumber cahaya yang lembut


EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/125 sec.)/ ISO 200/ WB: Auto
Accessory items used: tripod | Image credit © Teppei Kohno

Kontras antara area yang terang dan gelap akan sangat nampak ketika backlight terlalu kuat. Dalam contoh kasus ini, Kohno mengamati kondisi pencahayaan dan memilih menggunakan backlight pada waktu mendung atau cahaya redup. Pada waktu seperti itu ia mudah menangani kerasnya cahaya dan efektif untuk menghasilkan tekstur yang lembut pada kulit subjek. Dan subjeknya tidak lain adalah si model cantik yang ada dalam foto di atas. Awas, jangan gagal fokus ya gaess!!

Langkah 2: Mencerahkan subjek dengan reflektor dari bawah


EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/125 sec.)/ ISO 200/ WB: Auto
Accessory items used: tripod and board reflector | Image credit © Teppei Kohno

Resiko dari backlight yaitu mengakibatkan penggelapan pada bagian depan subjek yang membelakangi cahaya. Resiko itu yang diilustrasikan dalam foto pada Langkah 1 di atas. Untuk mengatasi masalah tersebut, langkah pertama adalah gunakan papan reflektor untuk memantulkan (refleksi) cahaya dari bawah kembali ke bagian depan subjek tanpa menyesuaikan nilai eksposur.

Board reflector | Image credit © Teppei Kohno

Merefleksikan cahaya tidak hanya membantu mencerahkan subjek saja, tetapi dapat menambah sentuhan lembut dan dimensi untuk warna kulit pada saat yang bersamaan.

Langkah 3: Mencerahan gambar dengan exposure compensation


EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/60 sec.)/ ISO 200/ WB: Auto
Accessory items used: tripod and board reflector | Image credit © Teppei Kohno

Selanjutnya, gunakan exposure compensation untuk mencerahkan gambar. Pada bagian ini, penting untuk mengikuti langkah menggunakan reflektor di atas, kemudian diikuti dengan menambah exposure compensation beberapa stop untuk menyempurnakan kecerahan ketika cahaya dari reflektor saja tidak cukup. Paham? Anda bisa mengetahui beberapa nilai kompensasi yang kira-kira dibutuhkan dengan menganalisa hasil gambar yang hanya menggunakan reflektor saja. Setelah itu, tentukan exposure compensation untuk menembak adegan berikutnya. Terus lakukan penyusaian jika hasilnya masih kurang atau justru kelebihan cahaya.

Langkah 4: Mengatur angle untuk menambah kedalaman komposisi


EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm/ Manual exposure (f/2.8/ 1/80 sec.)/ ISO 200/ WB: Auto/ 50mm (equivalent to 35mm in 35mm format)
Accessory items used: tripod and board reflector | Image credit © Teppei Kohno

Langkah 3 sebelumnya merupakan ilustrasi pemotretan yang dilakukan tepat di depan subjek. Sedangkan pada Langkah 4 ini adalah waktunya untuk menentukan sudut pengambilan gambar (angle) untuk menambahkan sentuhan yang lebih menarik pada komposisi gambar. Pelajari tentang angle di sini. Secara bersamaan cara ini untuk menambah kedalaman pada latar belakang (background). Perhatikan gambar di atas, ada ruang sengaja disisakan di sebelah kiri frame untuk menampilkan properti sederhana yaitu sebuah telepon rumah.

# Tips Tambahan


Tenik backlight dari jendela ini efektif untuk adegan di mana Anda ingin menangkap subjek portrait dalam pencahayaan lembut (soft ambience). Namun, berurusan dengan backlight dapat menjadi tugas yang menantang. Contoh-contoh di atas diambil pada hari sedang mendung, dan backlight saat itu lebih mudah untuk ditangani dibandingkan dengan pada hari yang cerah ketika sinar matahari sangat kuat, yang menyebabkan latar belakang untuk berubah kelebihan cerah dan kehilangan detil, sehingga sulit untuk membawa keluar tekstur warna kulit subjek.

Jika Anda mengalami masalah di atas, cobalah untuk mengurangi kontras antara area terang dan gelap sambil menambahkan lebih banyak cahaya ke area gelap (shadow) dengan papan reflektor. Cara alternatif bisa menggunakan bantuan cahaya flash yang ringan. Sedangan metode lainnya adalah posisikan kamera Anda pada sudut atas atau dari samping untuk menghilangkan cahaya yang tidak diinginkan. Ini tidak akan mungkin untuk mereproduksi tekstur halus dari subjek di latar depan hanya dengan menambah exposure compensation saja. Satu pertimbangan penting selama pemotretan bahwa pastikan dimensi dan tekstur warna kulit yang lebih terlihat dalam gambar. Coba perhatikan gambar di bawah:

Image credit © Teppei Kohno

Pada kotak sebelah kiri dalam gambar di atas adalah zoom untuk menunjukan bahwa ada tekstur lembut pada kulit wajah subjek. Sekali lagi ya gaes "jangan gagal fokus", hehe.. Selain itu ada "cathlight" pada mata subjek. Dikatakan bahwa jika mata manusia tanpa cathlight maka mata terlihat kosong dan mati. Sementara foto di atas menunjukan cathlight ada di sisi bawah dalam mata subjek, dan itu menunjukan posisi sumber cahaya yaitu posisi reflektor. Artinya, posisi papan reflektor tetap berada di tempat yang sama seperti pada Langkah 2, sedangkan sudut pengambilan gambar atau anglenya bergeser di sebelah kanan frame dan sedikit ke atas.

BACA JUGA: Tips Memotret Anak Balita Di Ruang Terbuka (Outdoor)
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

Artikel Lainnya

KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI