MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Rahasia Foto Levitasi di Atas Air


Dalam artikel saya sebelumnya mengenai levitasi (baca di sini), di situ saya menuliskan kalau adegan levitasi yang ekstrim dan rada-rada "tidak masuk akal", rahasinya adalah adegan ditembak 2x kemudian hasilnya di merger lewat Photoshop. Nah, pada artikel ini saya akan menunjukan semua itu pada Anda. Ini bukan eksperimen saya, melainkan tips trik dari fotografer Christopher James.

Belum lama ini Christopher James memposting foto levitasi "before-after" dalam akunnya di Reddit. Foto-foto itu lah yang akan saya tampilkan dalam artikel ini bersama tips trik dari dia (lihat paling bawah).
Tapi sebelum kita masuk ke pembahasan tips trik, mari kita lihat seperti apa rahasia foto levitasi di atas air oleh fotografer Christopher James.









Setelah puas melihat foto-foto di atas, pasti Anda penasaran apa saja yang dilakukan Christopher James dalam membuat foto levitasi di atas. Berikut tips dan triknya:

# Gunakan lensa sudut lebar (wide angle)


Dalam mengambil adegan levitasi, James memotret menggunakan lensa dengan focal length 35mm atau lebih rendah dari itu. Menurut dia, itu untuk menciptakan kedalaman pada gambar dan modelnya secara bersamaan. Awalnya pada sebagian besar adegan ia menembak menggunakan lensa 85mm, tapi hasilnya penuh kekacauan. James terus mencaritahu di mana letak masalahnya sehingga subjek seperti keluar dari adegan dan seolah-olah ditempel lewat software editing.

Ia kemudian menyadari bahwa masalah itu akibat dari kompresi yang ditemukan pada panjang focal length lensa. Kompresi membuat segalanya begitu datar sampai-sampai james tidak bisa realistis percaya model dan adegan yang terhubung pada titik-titik yang berbeda dari jarak kejauhan, yang mana itu terlihat seperti efek dan manipulasi software.

Kemudian James menembak adegan sekitar 35mm atau lebih rendah untuk membawa distorsi yang secukupnya, untuk membuat model terlihat kurang lebih seperti objek 2D yang melayang di atas air atau tanah.

# Pastikan model secara fisik terhubung dengan adegan


Cara lain untuk menghindari subjek terlihat "copy-paste" menggunakan software adalah memastikan model Anda membuat kontak dengan lingkungan dengan cara yang unik. Karena jika mereka sedang mengambang di langit tanpa koneksi ke adegan, maka semua terlihat palsu. Tapi dengan memastikan model tetap memiliki bayangan, refleksi, meletakkan tangan di tanah, atau bahkan rambut dijatuhkan ke air, itu akan membuat pemirsa tahu bahwa model benar-benar ada di sana, dan bukan ditempel menggunakan Photoshop. Jadi, cobalah untuk menyertakan setidaknya 2 "koneksi" jika Anda ingin menunjukan adegan levitasi yang membuat orang tercengah melihatnya.

# Menggunakan Low Angle


Apakah Anda tahu jenis-jenis angle atau sudut pengambilan gambar? Coba baca di sini artikelnya. Pada kasus ini, James menurunkan sudut pandang atau menggunakan low angle. Menurutnya cara itu akan membuat semakin besar kesenjangan antara subjek dan tanah. Jika Anda menembak lebih tinggi dari posisi low angle, tidak masalah jika itu tingginya sekitar 2 inci atau 2 kaki, dan selama itu masih bisa menunjukan model melayang di atas air.

# Masalah berat badan


Ini salah satu tantangan besarnya. James berjam-jam menghabiskan waktunya bertanya-tanya mengapa beberapa gambar bekerja dengan baik, sementara yang lain tidak. Ini semua tentang di mana model Anda meletakkan berat badan mereka.

Masalahnya, saat itu James berharap modelnya bisa bertahan ketika duduk dan bertumpu di pantat mereka dengan terlihat sangat alami. Jadi jika dia mengambil gambar seseorang duduk di atas kursi dan kemudian subjek kursi dihapus, maka adegan tampak sangat ekstrim dan pemirsa akan bertanya-tanya bagaiaman ia melakukan itu? Tapi masalah yang dihadapi adalah berat badan modelnya. Sehingga jika model duduk bertumpu pada pantatnya dengan tubuh melengkung, maka masalah berat badan akan membuat model terlihat kaku, gemetar dan menunjukan model sedang berkuat menahan berat tubuhnya. Ini masalah!!

Saran james adalah gunakan bagian tubuh yang paling berat untuk bertumpu, bisa dengan berbaring dan bertumpu pada punggung belakang, atau duduk tapi menurunkan satu kaki untuk menjaga keseimbangan. Tapi jika Anda menggunakan bantuan seseorang, maka buat adegan seolah "imposible" dan tunjukan kalau aksi si model tidak dibantu oleh orang lain. Apapun caranya, idenya adalah menunjukan lekungan tubuh yang normal saat melayang, bukan hanya sekedar duduk dan berdiri pada sesuatu.

# Pakaian


Pakaian yang direkomendasikan untuk dikenakan model adalah menggunakan "kain flowy". Kain seperti itu mudah kusut oleh gerakan tubuh, sehingga membuat pemirsa tahu bahwa ada gerakan dari si model yang seolah benar-benar bergerak melayang dalam adegan levitasi. James memilih gaun dan rok putih. Jangan terlalu banyak corak atau motif, itu akan menggangu mata pemirsa ketika fokus ke subjek.

# Bahasa tubuh


Bagian ini yang benar-benar sulit dan tentu saja yang paling banyak memakan waktu saat proses pengambilan gambar. Ternyata benar, sangat sulit untuk membuat seseorang terlihat seperti mereka mengambang dengan alami, tenang dan tidak terlihat sedang berusaha mengangkat tubuh atau menyeimbangkan pada satu kaki. Namun, ada beberapa cara tips mengatasi masalah ini:

  1. Kerjakan dengan santai dan jangan membuat model tertekan. Kalau perlu sekali-sekali Anda melucon dan buat model Anda senyum dan tertawa. Ini akan mengendurkan leher dan bahu juga.
  2. Instruksikan model agar tangannya tidak harus dikepal atau terbuka penuh. Minta lah dia untuk tenang dan bayangkan diri sedang mengambang. Lemaskan jari-jari tangannya sehingga sedikit terbuka dan setengah mencakar.
  3. Posisi jari-jari kaki menunjuk sehingga kaki terlihat meruncing. Ketika sedang mengambang tidak ada alasan untuk kaki terlihat datar.

# Melakukan 2x tembakan


Sebenarnya tidak cukup 2x tembakan bila ingin hasil yang memuaskan. Tapi maksud dari 2x tembakan di sini bahwa harus ada 2 gambar yang Anda anggap cukup bagus untuk diolah di Photoshop. Ini bagian yang lupa dimasukkan oleh James, jadi biar saya saja yang tambahkan. Sebelum Anda memotret model melakukan levitasi, lakukan dulu tembakan kosong tanpa model dalam adegan. Dan tembakan kedua baru lah si model masuk untuk melakukan levitasi. Jadi hasilnya ada dua gambar yakni gambar tanpa model dan gambar dengan model melakukan levitasi. Ini lah yang saya maksud 2 gambar. Tapi ingat, kedua gambar harus diambil dengan cara yang konsisten. Mulai dari pengaturan frame, angle, dan pengaturan kamera agar pencahayaan kedua foto tersebut tidak berbeda. Kalau saya pribadi menggunakan tripod agar frame tidak bergeser.

# Mengolah gambar


Bagian Iini juga tidak ada dalam penjelasan James. Selanjutnya kedua gambar tersebut digabung menggunakan Photoshop. Gambar tanpa model berada di bawah dan gambar berisi model berada di atas. Kemudian hapus benda yang digunakan si model untuk bertumpu, entah itu kursi, batu, dll. Paham? Kalau Anda mahir dengan Photoshop tentu ini hal yang sangat mudah. Intinya yang rumit di sini adalah proses pengambilan gambarnya ketimbang pengolahan gambar.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!!

Perhatian! Semua foto-foto di atas memiliki hak cipta Christopher James. Mohon untuk tidak disalahgunakan.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI