MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Panduan Dasar Menggunakan Flash Eksternal Pada Kamera Canon


Sejauh ini para fotografer portrait di seluruh dunia secara tidak langsung mengkategorikan diri mereka ke dalam dua kelompok, fotografer yang mengandalkan cahaya alami (natural light) dan fotografer yang menggunakan bantuan lighting tambahan (flash, dll). Bukan hanya untuk memotret manusia, flash eksternal atau alat serupanya juga sangat dibutuhkan untuk memotret produk. Untungnya setiap kamera digital modern (termasuk smartphone) sudah dilengkapi flash internal dengan fungsi standar. Tapi untuk beberapa kasus, hanya mengandalkan flash internal tidak cukup. Oleh sebab itu fotografer kelompok ke dua di atas menggunakan beberapa unit flash untuk memaksimalkan hasil dengan permainan lighting.

Pada artikel kali ini saya hanya akan menulis panduan dasar menggunakan flash eksternal pada kamera Canon. Saya akan menjelaskan prosedur pengoperasian sistem flash Auto E-TTL dengan menggunakan kamera Canon EOS 600D dan flash Speedlite 430EX II. Fotografi flash eksternal dikatakan jauh lebih mudah selama Anda menguasai teori dasar dan peran fungsi dari kamera dan unit flash yang Anda gunakan. Karena pengoperasiannya bervariasi sesuai model flash yang digunakan, maka silahkan merujuk pada buku panduan kamera dan flash Anda untuk penjelasan yang lebih rinci. Berikut 10 panduan dasar menggunakan flash ekxternal:

1. Cara Memasang Flash Eksternal


Pada bagian atas kamera terdapat tempat dudukkan flash eksternal yang disebut "hot shoe". Semua kamera DSLR menyediakan hot shoe. Tapi ingat, flash harus dalam keadaan mati (off) ketika dipasang / dilepas dari kamera. Berikut panduan memasang flash ke dalam hot shoe:
  • Masukkan flash dengan cara menggeser kaki flash seluruhnya hingga masuk ke dalam hot shoe.
  • Geser tuas pengunci kaki flash (food lock) sampai terdengar bunyi "klik" sebagai indikasi bahwa unit flash telah terkunci. 
  • Silahkan hidupkan kamera Anda dan hidupkan juga flash. 
  • Untuk melepaskan flash dari hot shoe kamera, silahkan geser tuas ke arah yang berlawanan sambil menekan tombol pelepas kunci.


Perhatikan juga bahwa beterai yang digunakan dalam flash sebaiknya satu merk dan memiliki daya yang sama. Jangan gunakan baterai yang berbeda merk atau mencampur baterai lama dengan baterai baru. Jadi misalnya baterai flash Anda sudah mulai low, maka ganti semua baterai, jangan hanya setengahnya dan jangan berbeda merk. Selain itu perhatikan juga posisi positif (+) dan negatif (-) baterai ketika dimasukkan ke dalam flash.

2. Mengubah Pengaturan Flash Dalam Kamera


Pada kamera Canon yang memiliki nama menu Flash control, Flash function dan Custom Functions, speedlite eksternal dapat dengan mudah diatur ulang. Namun untuk menghindari kesalahan pengaturan maka lebih amannya untuk mengatur ulang settingan flash dari awal. Berikut panduan mereset pengaturan flash di kamera Canon:
  • Setelah flash eksternal dipasang pada kamera, silahkan pilih salah satu mode pemotretan seperti mode Program AE (P) atau mode lainnya.
  • Tekan tombol MENU pada kamera, lalu masuk ke menu tab Shooting menu atau Set-up menu
  • Setelah itu pilih Flash control, lalu pilih External flash function setting, kemudian tekan tombol INFO atau tombol DISP untuk memulai Clear Speedlite settings (mereset ulang pengaturan flash). 
  • Kemudian pilih OK. Jika Anda menggunakan Canon EOS 70D atau Canon EOS 700D, cari dan pilih menu Clear settings, kemudian pilih Clear external flash set pada layar yang akan ditampilkan berikutnya.

Mereset pengaturan flash

Setelah melakukan reset, selanjutnya silahkan mengatur ulang settingan flash kamera Anda. Berikut panduannya:
  • Dalam menu Flash control, pilih Clear external flash Custom Functions settings, kemudian pilih OK dan menekan tombol SET di layar untuk mengatur ulang pengaturan flash eksternal. Untuk EOS 70D dan EOS 700D, cari dan pilih menu Clear settings, kemudian pilih Clear external flash Custom Functions settings di layar yang ditampilkan berikutnya.

Mengatur ulang settingan flash

3. Mengatur Flash Mode


Pada menu Flash mode, silahkan pilih salah satu mode antara E-TTL atau Manual untuk mengontrol unit flash Anda. Pengaturan flash dapat disesuaikan pada kamera atau pada unit flash yang Anda gunakan. Berikut perbedaan dari dua mode tersebut:
  • E-TTL untuk cara mudah mengambil gambar dengan seluruh foto dalam eksposur standar (baca di sini penjelasan eksposur). Ini direkomendasikan untuk pemula.
  • Manual untuk fotografer flash level profesional, seperti memanfaatkan beberapa unit flash untuk menciptakan efek bayangan (shadow).
Setelah memilih flash mode, selanjutnya sesuaikan pengaturan pada unit flash yang digunakan. Berikut panduannya:
  • Pada flash eksternal tekan tombol MODE, lalu pilih "ETTL" jika Anda menggunakan mode E-TTL atau pilih "M" jika Anda menggunakan mode manual.

Menyusaikan pengaturan di flash

4. Menyesuaikan Flash Output Jika Menggunakan Flash Manual


Menu Flash output hanya akan tampil ketika Anda memilih Flash mode "Manual", bukan mode "E-TTL". Angka dalam menu Flash output diindikasikan sebagai berikut:
  • 1/1 untuk full output pada unit flash yang terpasang.
  • 1/2 untuk separuh flash output pada unit flash yang terpasang.
  • 1/4 untuk seperempat dari full flash output pada unit flash yang terpasang. 
Harap diperhatikan juga bahwa metode pada flash mode Manual ini berbeda dengan flash exposure compensation pada mode E-TTL. Untuk mengatur nilai Flash Output dalam kamera Anda, silahkan tekan dan tahan tombol SEL/SET sebentar, lalu pilih flash output dengan menggunakan tombol "+/-", lalu tekan lagi tombol SEL/SET untuk mengkonfirmasi pilihan Anda.


Cara di atas termasuk juga gambar panduan merupakan contoh untuk penggunaan Speedlite 430EX II. Bila Anda menggunakan Speedlite 600EX-RT atau Speedlite 580 EX II maka perlu dilengkapi lagi dengan mode Multi flash (lihat gambar di bawah).


Langkah-langkah untuk pengaturan multi-flash sama seperti pengaturan E-TTL dan mode flash Manual, dan keduanya dapat dilakukan pada kamera atau unit flash.

5. Memilih Mode Pemotretan


Singkatnya bahwa mode pemotretan ini adalah pilihan mode yang akan Anda gunakan untuk memotret, yang mana setiap mode memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Saya tidak akan bicara banyak soal materi ini, karena sudah saya bahas pada artikel lainnya (silahkan baca di sini).

Dial Mode untuk merubah mode pemotretan

Yang perlu Anda ingat pada bagian ini bahwa apabila Anda memilih flash mode "E-TTL", maka Anda bisa menggunakan mode pemotretan apapun. Hanya saja kekurangannya yaitu flash compensation tidak aktif pada mode pemotretan Auto dan Scene Landscape (ditandai dengan icon pemandangan). Selain kedua mode pemotretan tersebut, flash compensation akan aktif termasuk pada mode Program (P), Aperture priority (Av) dan Shutter-priority (Tv).

Sebaliknya, jika Anda menggunakan flash mode "Manual", maka dianjurkan Anda menggunakan mode pemotretan Manual (M). Pada mode Manual (M) ini, nilai untuk aperture, shutter speed dan ISO bisa Anda tentukan sesuai kebutuhan Anda. Kemudian Anda dapat menyesuaikan flash output secara manual berdasarkan semua nilai-nilai tersebut.

6. Mengatur Mode Shutter Sync. (Synchronization)


Setelah menentukan mode pemotretan yang akan digunakan, langkah selanjutnya mengatur mode shutter sync. pada kamera Canon Anda. Silahkan pilih High-speed sync apabila shutter speed yang Anda inginkan lebih tinggi daripada kecepatan maksimum unit flash Anda saat menyinkronkan. Jika Anda ingin melakukan Long Exposure (baca di sini apa itu Long Exposure), Anda bisa memilih First curtain sync atau Second curtain sync. Berikut dua cara mengatur Shutter sync.:

1. Untuk mengganti mode Shutter sync. melalui kamera, silahkan pilih mode yang diinginkan dari menu Shutter sync. di dalam menu External flash func. settings (lihat gambar di bawah).


2. Sedangkan untuk mengatur Shutter sync. menggunakan unit flash, Anda cukup menekan tombol High-speed sync (FP flash) / Shutter-curtain synchronization. Jadi bila Anda ingin beralih mode dari high-speed sync ke shutter-curtain sync atau malah sebaliknya, Anda cukup menekan tombol tersebut (lihat gambar di bawah).


7. Menyusaikan ISO Dalam Fotografi Flash


Pengaturan ISO secara langsung akan mempengaruhi eksposur pada gambar. Nilai ISO dapat disesuaikan apabila hasil gambar ternyata lebih gelap daripada yang diperkirakan. Untuk pembahasan lengkap tentang ISO silahkan baca di sini artikelnya.


Perlu diingat bahwa ada sedikit perbedaan hasil kerja ISO ketika Anda melibatkan flash, baik itu flash internal maupun eksternal. Perhatikan gambar di atas, yang merupakan perbandingan dari penggunaan ISO rendah (100) dengan ISO tinggi (1600), yang dibidik menggunakan flash. Perhatikan juga bahwa background pada gambar kanan jauh lebih terang dibandingkan background pada gambar kiri. Tapi tingkat kecerahan "subjek bunga" pada kedua gambar berbeda sangat tipis. Artinya subjek utama tidak banyak berubah, sedangkan background mengalami banyak perubahan.

Kasus seperti ini hanya bisa Anda capai bila menembak menggunakan flash. Artinya perubahan ISO ketika menggunakan flash tidak mempengaruhi banyak kecerahan pada subjek yang terkena cahaya flash, karena kecerahan berada dalam kendali paparan cahaya flash. Tapi jika Anda "tidak" menggunakan flash, maka ISO setinggi 1600 dapat mencerahkan seluruh bagian dalam gambar kanan di atas, termasuk subjek bunga yang kecerahannya tidak lagi seperti yang ditunjukan dalam gambar tersebut (mungkin lebih cerah dari itu).

Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk meratakan pencahayaan ketika menembak menggunakan flash, bisa dengan menyusaikan nilai ISO, agar kecerahan pada subjek yang terkena cahaya flash dengan background menjadi seimbang. Paling sering bagian background tidak dapat dijangkau oleh cahaya flash, sehingga ISO tinggi membantu mendongkrak kecerahan pada background agar seimbang dengan subjek yang terkena flash.

8. Mencerahkan Background Menggunakan Exposure Compensation


Tombol untuk mengatur Aperture (Av) dan Exposure Compensation (+/-)

Maksud dan tujuannya sama dengan pembahasan ISO di atas yaitu untuk menyeimbangkan kecerahan antara background dengan subjek yang terkena flash. Di atas saya menuliskan solusi dengan ISO bukan berarti tidak ada cara lain, bukan berarti kasus ini hanya bisa diselesaikan dengan mengatur ISO saja. Tapi karena ini panduan dasar maka sebaiknya Anda memulai dari materi yang mudah dikuasai. Cara lain bisa ditempuh sesuai dengan analisa fotografer, misalnya dengan menambah unit flash atau menggunakan exposure compensation. Adapun materi tentang exposure compensation ini juga sudah saya tulis terpisah pada artikel lainnya, silahkan simak di sini pembahasan lengkapnya.

9. Menentukan Kecerahan Subjek Menggunakan Flash Output


Untuk menyesuaikan kecerahan pada subjek yang terkena cahaya flash, bisa dengan menyesuaikan pengaturan flash output. Silahkan gunakan flash exposure compensation jika Anda menggunakan flash mode "E-TTL" (bukan flash mode Manual). Hanya flash output yang perlu Anda sesuikan selama menggunakan flash exposure compensation.

Ingat, pengaruh flash exposure compensation berbeda dengan exposure compensation, namanya hampir sama tapi apa yang dipengaruhi oleh kedua pengaturan ini berbeda. Jika exposure compensation digunakan sebagai solusi untuk mencerahkan background saat menggunakan flash, maka flash exposure compensation digunakan untuk menyusaikan kecerahan pada subjek yang terkena cahaya flash. Kedua pengaturan ini ditandai dengan icon yang juga hampir sama. Bila exposure compensation ditandai dengan icon "+/-", sedangkan flash exposure compensation ditandai dengan simbol "petir" dan "+/-", seperti yang ditunjukan oleh gambar sebelah kiri di bawah ini:

Mengatur flash exposure compensation

Untuk tombol navigasi model mid- dan high-spec, penyesuaian dilakukan dengan menekan tombol flash exposure compensation dan memutar Main Dial. Untuk kamera seperti Canon EOS 600D, tidak dilengkapi dengan tombol flash exposure compensation tapi bukan berarti pengaturannya tidak ada, Anda bisa mengkases pengaturannya dengan memilih icon flash exposure compensation dalam monitor LCD (lihat kembali gambar sebelah kiri di atas). Kemudian jika memilih flash mode "Manual", maka flash output dapat disesuaikan secara langsung.

Main Dial yang berbeda pada beberapa model DSLR Canon

Pada beberapa model unit flash seperti Speedlite 430EX II, Speedlite 580EX II, dan Speedlite 600EX-RT, pengaturan flash exposure compensation dapat juga disesuaikan dalam unit flash. Namun jika Anda melakukan hal itu, maka otoritas pengaturan dikendalikan oleh unit flash, dan kemampuan penyesuaian pada kamera akan hilang. Oleh sebab itu, dianjurkan agar sebaiknya menyesuaikan flash exposure compensation hanya melalui kamera.

10. Tips Menyusaikan Kepala Flash (Flash Head)


Kepala flash yang disebut "flash head" (istilah yang akan saya gunakan) bisa diputar untuk menyusaikan pencahayaan dari flash sesuai kebutuhan fotografer. Misalnya saja untuk mendapatkan pencahayaan yang lebih lembut pada subjek manusia, Anda bisa mengarahkan flash head pada dinding atau langit-langit yang kemudian direfleksikan ke wajah subjek. Tapi ingat, ada beberapa model unit flash yang menggunakan flash head permanen dan tidak dapat diputar.

Contoh flash head diputar ke kiri

Salah satu keuntungan memotret menggunakan flash memungkinkan untuk Anda mengambil bidikan percobaan sebanyak yang diinginkan. Apabila hasil bidikannya melenceng dari yang diperkirakan, cara tersingkat untuk memperbaikinya adalah mengulanginya sambil mengubah pengaturan seperti mode pemotretan, shutter sync., atau nilai ISO, seperti yang dijelaskan di atas sebelumnya.

Selain mengubah posisi flash head, Anda juga dapat menyusuaikan lebar jangkauan cahaya dari flash. Tidak semua unit flash bisa melakukan hal ini, tapi speedlite memungkinkan untuk penyesuaian lebar jangkauan cahaya flash. Berikut dua cara mengatur lebar jangkauan cahaya flash:
  • Bila melakukan pengaturan pada kamera, silahkan pilih Zoom pada menu External flash function settings, lalu tentukan jangkauannya dalam satuan "mm". Apabila memilih Auto pada kamera, jangkauan cahaya flash yang optimal akan secara otomatis dipilih untuk mengimbangi lensa yang digunakan, dan simbol M dari M Zoom tidak akan muncul pada monitor flash.
  • Bila Anda ingin mengaturnya melalui unit flash, tekan tombol Zoom, lalu pilih jangkaunnya menggunakan tombol +/-, kemudian tekan tombol SEL/SET.


Untuk Speedlite 320 EX dan Speedlite 270 EX II, perlu melakukan penyesuaian tambahan yaitu menarik keluar flash head secara manual.

Langkah-langkah di atas mungkin lumayan panjang. Tapi bila Anda menyimak dengan baik dan mengikuti petunjuk dengan benar, akan membantu Anda untuk memahami cara kerja fotografi menggunakan flash. Kemudian perbanyak latihan menembak menggunakan flash dengan melakukan beberapa penyusaian, baik itu pengaturan di kamera atau di unit flash, atau merubah posisi flash head dan mengatur jangkauan cahaya flash. Semoga artikel ini membantu Anda mengembangkan keahlian fotografi menggunakan flash eksternal.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI