MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Penjelasan Kode-Kode Pada Lensa Canon


Produsen lensa yang berbeda-beda menggunakan kode dan singkatan yang berbeda pula untuk menggambarkan teknologi yang digunakan dalam lensa mereka, bahkan jika teknologi itu sendiri sangat mirip. Beberapa singkatan bisa sulit untuk dipahami dan mudah bercampur-aduk. Tapi seperti yang sering saya katakan, bahwa kode-kode tersebut hanya berbeda nama, sedangkan konsep kerja dan fungsinya tetap sama.

Bila sebelumnya saya menulis penjelasan kode-kode lensa dari produsen Nikon (baca di sini), maka artikel ini akan membantu Anda untuk memahami kode-kode pada lensa Canon.

  • EF - singkatan dari Electro-Focus, yaitu jenis lensa Canon yang sepenuhnya menggunakan mount elektronik, yang diperkenalkan kembali pada tahun 1987. Lensa Canon EF ini dapat digunakan pada semua kamera digital atau analog (film) Canon dengan format sensor Full-Frame atau film 35mm.
  • EF-S - memiliki tambahan huruf "S" yaitu singkatan dari Small Image Circle. Lensa Canon EF-S dirancang untuk kamera Canon dengan format sensor lebih kecil yaitu APS-C, contohnya Canon EOS 550D / 600D / 700D. Meskipun kompatibel, lensa EF-S ini tidak seharusnya dipasang pada kamera Canon format Full-Frame atau film, karena besarnya mirror yang digunakan pada kamera tersebut. Jika dipakasakan, dikhawatirkan akan merusak mirror yang mungkin disebabkan oleh aktuasi shutter, sehingga mirror terpukul pada elemen belakang lensa. Lensa EF-S memiliki "pin" proteksi yang mencegah lensa ini dari terpasang pada Canon EOS Full-Frame.
  • EF-M - format lensa Canon yang khusus dirancang untuk kamera Mirrorless seri Canon EOS M. Sama seperti lensa EF-S, bahwa lensa EF-M dirancang untuk kamera Canon format crop sensor. Lensa ini hanya akan cocok pada Canon EOS M, karena jarak focal flange (FFD) yang lebih pendek. Sejauh ini lensa jenis EF-S dan EF bisa dipasang pada mount EF-M menggunakan adapter, tapi lensa EF-M tidak dapat dipasang di mount EF. Tapi entahlah dikemudian nanti.

  • FD - kode ini tertera pada lensa Canon fokus manual yang sangat tua, yang digunakan sebelum 1987. Karena itu tidak cocok untuk autofocus, maka Canon memutuskan untuk beralih dari FD dan merancang sistem EOS dengan mount EF. Lensa FD ini telah dihentikan, tetapi masih digunakan oleh penggemar kamera film. Berkat bantuan adapter khusus, lensa FD dapat dipasang pada kamera EOS EF modern. Kemudian adapter dengan elemen kaca optik memungkinkan lensa FD untuk fokus "infinity", sedangkan adapter sederhana tanpa elemen optik tambahan tidak dapat melakukan itu.
  • FDN - sama dengan lensa FD, hanya tanpa desain lapisan di bagian depan lensa (digunakan lapisan lensa SSC).
  • FL - juga sama seperti FD, tetapi tanpa kemampuan untuk perhitungan pada aperture penuh.
  • L - kode ini singkatan dari Luxury yang tertara pada lensa Canon kelas profesional, menggunakan formula optik yang paling canggih dan berkualitas tinggi, serta elemen kaca yang kompleks. Lensa ini dibangun dengan standar tertinggi Canon dan sering menampilkan beberapa jenis perlindungan cuaca serta pengaturan aperture lebar. Lensa seri L dijual cukup mahal sesuai dengan kualitas mereka. Seperti lensa Canon 24-105mm f/4L yang harganya setara dengan kemampuannya. Harga lebih dari $1.100 untuk sekarang ini bukanlah harga yang murah, tapi untuk lensa seri L, harga semacam ini sangat diterima. Lensa seri L ini mudah dikenali berkat adanya cincin merah yang melingkari barel depan lensa.
  • SSC - singkatan dari Super Spectral Coating. Awalnya ditemukan oleh Lord Rayleigh pada tahun 1886 dan kemudian disempurnakan oleh Carl Zeiss. SSC merupakan lapisan lensa yang membawa dampak besar pada optik masa depan. Pada dasarnya, lapisan semacam ini meminimalkan refleksi lensa dan meningkatkan kontras. Semua lensa Canon modern menggunakan multicoated, sehingga hanya lensa tertua yang memiliki tanda SSC pada barelnya.
  • I, II, III - angka Romawi yang digunakan untuk menunjukan generasi lensa Canon. Sebagai contoh, ada dua model lensa Canon 24-70mm f/2.8L, yang pertama adalah Canon EF 24-70mm f/2.8L USM, dan yang diproduksi setelahnya adalah Canon EF 24-70mm f/2.8L II USM. Satu-satunya perbedaan keduanya dalam nama adalah angka romawi "II" yang berarti itu generasi lensa kedua atau versi terbaru. Keduanya profesional, tangguh untuk lensa kelas L, tetapi dengan optik dan harga yang berbeda. Biasanya jika lensa versi pertama belum menggunakan IS (Image Stabilization), maka besar kemungkinan versi terbaru akan dilengkapi IS.
  • USM - singkatan dari Ultrasonic Motor. Ini merupakan salah satu jenir motor autofocus (AF) yang digunakan oleh produsen Canon pada lensanya. USM sendiri merupakan teknologi motor AF teratas yang menggunakan ring / cincin untuk mengatur fokus lensa. USM yang terpasang pada lensa pro akan bekerja sangat cepat, tenang dan kuat saat melakukan autofocus. Kelebihan USM yang menjadi inovasi produsen lensa sekarang ini adalah memungkinkan ring fokus dapat rotasi penuh ketika pengguna mengatur fokus secara manual menggunakan tangan mereka. Teknologi tersebut dikenal sebagai Full-Time Manual (FTM). Motor USM digunakan pada sebagian besar lensa Canon saat ini, mulai dari lensa murah sampai kelas atas termasuk juga seri L.
  • Micro USM - jenis motor autofocus Canon ini lebih kecil dan lebih sederhana daripada USM, dan masih digunakan pada sebagian besar lensa Canon. Seperti USM, motor ini cepat dan tenang ketika digunakan dalam lensa yang lebih kecil dengan elemen optik yang lebih ringan. Meskipun umumnya Micro USM tidak dapat melakukan FTM, namun ada pengecualian pada satu lensa terkenal untuk fitur sederhana motor Micro USM yaitu Canon EF 50mm f/1.4 USM. Perlu diingat, kode USM dan Micro USM pada lensa Canon ditandai sama sebagai USM. Ini mungkin akan membuat keliru konsumen, oleh karenanya konsumen harus bertanya saat membeli lensa atau membaca deskripsi lensa.
  • STM - singkatan dari Stepper Motor, kadang disebut stepping atau stepped. Ini jenis motor AF Canon yang dirancang untuk meminimalkan getaran autofocus saat bekerja dan kebisingan selama perekaman video. Salah satu lensa Canon STM pertama untuk olahraga adalah Canon EF-M 22mm f/2 STM. Sekarang semua lensa EF-M menggabungkan teknologi Stepper Motor, dan bahkan beberapa lensa EF-S telah diperbarui untuk versi STM, seperti Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM. Lensa STM menggunakan mekanisme fokus fly-by-wire, yang berarti memutar ring fokus tidak secara fisik memindahkan elemen, tapi memanggil motor AF untuk melakukan autofocus. STM juga telah mendukung rotasi penuh atau FTM.
  • AFD - singkatan dari Arc-Form Drive yaitu motor autofocus pertama yang digunakan dalam lensa Canon EF. Motor ini jauh lebih keras dari USM, agak lambat dan tidak cepat. Ia juga memiliki waktu reaksi lebih lambat sehingga tidak mengikuti subjek seperti yang dimiliki motor yang lebih baru. Motor ini tidak dapat mendukung FTM. Jika sebuah lensa Canon tidak memiliki kode pada barel untuk keterangan motor AF apa yang digunakan, maka lensa kemungkinan jenis AFD atau Micro motor.
  • MM - singkatan dari Micro Motor, merupakan motor AF Canon yang digunakan bersama AFD pada lensa Canon . Pada dasarnya, MM ini versi yang lebih kecil dari motor AFD. Motor autofocus MM hanya digunakan dalam lensa Canon murah, seperti lensa kit Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS II. Motor ini tidak memungkinkan untuk rotasi penuh atau FTM seperti sistem USM yang lebih canggih dari motor ini. Kemudian MM juga agak lebih keras ketika beroperasi, namun karena lensa kit sangat ringan, motor ini juga sangat kecil sehingga jarang ada suara bising dari lensa.
  • PZ - singkatan dari Power Zoom dan menggunakan sebuah motor yang didedikasikan untuk mengubah focal length lensa. Saya percaya bahwa satu-satunya lensa Canon EF yang menggunakan teknologi PZ adalah Canon EF 35-80mm f/4-5.6 PZ.
  • IS - ini adalah Image Stabilization dan bisa juga disebut Image Stabilizer. Ini merupakan fitur anti getar yang ditanamkan pada lensa Canon untuk mereduksi getaran akibat gerakan saat memotret. gerakan-gerakan yang tak disengaja seperti "gemetar" ketika memegang lensa dapat menyebabkan hasil gambar berbayang atau dikenal dengan istilah "motion blur". Fitur IS hadir untuk mengatasi masalah tersebut, bahkan untuk IS yang lebih canggih dapat mendeteksi gerakan yang disengaja seperti melakukan teknik "panning".
  • Macro - kode ini untuk menunjukan bahwa lensa tersebut dirancang khusus makro, meskipun beberapa dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Lensa makro memiliki jarak fokus (MFD) yang relatif pendek dan mampuh memberikan rasio pembesaran 1:1.
  • Compact Macro - mirip dengan lensa makro biasa, Compact Macro bahkan bisa fokus sangat dekat lagi pada subjek. Sejauh yang saya tahu, hanya ada satu lensa seperti itu, lensa Canon EF 50mm f/2.5 Compact Macro. Ada converter khusus yang tersedia untuk lensa ini yang mampuh meningkatkan Working Distance dan memungkinkan perbesaran 1:1. Alat tersebut dikenal sebagai Canon Life-Size Converter EF.

  • MP-E - hanya ada satu lensa Canon yang menggunakan kode MP-E, yaitu lensa Canon MP-E 62mm f / 2.8 1-5x Macro. MP-E berarti optik perbesaran yang sangat tinggi, sehingga sebuah lensa MP-E bahkan mulai fokus pada perbesaran dimana lensa makro biasa sudah mencapai batas minimum. Lensa MP-E hanya bisa fokus manual (MF) dan tidak dapat melakukan fokus infinity (tak terhingga). Sebaliknya, kelebihan lensa ini dapat mencapai perbesaran mana saja selain 1:1 sampai pembesaran ekstrim 5:1.
  • TS-E - kode untuk lensa yang menggunakan penyesuaian Tilt-Shift untuk digunakan pada portrait kreatif, landscape, makro dan fotografi arsitektur. Yang jelas lensa ini eksotis, mahal dan hanya fokus manual.
  • DO - singkatan dari Diffractive Optics, yaitu lensa yang memiliki elemen kaca khusus, yang dapat menekuk cahaya lebih dari yang dilakukan oleh elemen kaca biasa. Hal tersebut memungkinkan lensa DO untuk menjadi lebih kecil dari lensa biasa dari parameter yang sama. Sebuah lensa DO terkenal yaitu lensa tele Canon EF 400mm f/4 DO IS USM. Ini investasi membangun kualitas yang hebat dengan lensa Canon kelas L, dan ditandai adanya "cincin hijau" di sekitar depan lensa.
  • Softfocus - artinya bahwa lensa memiliki rumus optik yang dimaksudkan untuk memberikan hasil yang lebih lembut sehingga dinamakan Softfocus. Lensa Softfocus menjadi populer pada dekade yang lalu di kalangan fotografer analog / film, untuk keperluan portrait dan mereka menyembunyikan khas dari lensa ini yang menciptakan sebuah efek "dreamy" dan "glowing". Cukuplah untuk mengatakan lensa tersebut tidak lagi populer saat ini, karena efek-efek seperti itu mudah untuk dibentuk menggunakan software seperti Photoshop. Hanya ada satu lensa Canon EF dengan fitur Softfocus, yaitu Canon EF 135mm f/2.8 with Softfocus. Softfocus dapat dinon-aktifkan dengan memutar ring yang sesuai pada lensa ke nilai "0" sebagai off atau Softfocus telah dimatikan.
  • 1:1 - kode ini umum bisa ada pada semua lensa sekalipun bukan dari produsen Canon. Kode tersebut merupakan keterangan Magnification Ratio, yaitu seberapa besar ukuran subjek yang dapat direproduksi oleh lensa. Adapun rasio lainnya seperti 1:2, 1:3, 1:4, dll. Sedangkan 1:1 artinya "life-size" yaitu rasio yang dapat digunakan untuk fotografi makro. Silahkan klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang Magnification Ratio.

Berikut ini adalah salah satu lensa Canon yang dalam artikel ini digunakan sebagai contoh menganalisa lensa Canon berdasarkan keterangan pada lensa tersebut:


Di atas adalah salah satu lensa Canon populer yaitu Canon EF 70-200mm f/2.8L IS. Berdasarkan namanya kita dapat dengan mudah mengatakan bahwa ini adalah lensa mahal dengan optik profesional dan lensa kelas L. Sebagai pemain berkualitas, ia juga dilengkapi formula optik canggih untuk kinerja sebaik mungkin, termasuk elemen ED dan kaca Fluorite (L). Penyegelan dampak cuaca sangat mungkin dengan lensa kelas L yang memang hadir untuk menangani kasus akibat cuaca. Lensa ini juga dirancang untuk digunakan pada kamera digital dan analog Canon dengan format sensor Full-Frame. Tentu, lensa ini juga dapat digunakan pada DSLR Canon format crop-sensor. Kemudian teknologi anti getar / stabilizer (IS) yang digunakan lensa ini merupakan versi kedua. Autofocus digerakkan oleh motor terbaik Canon (USM), ring fokus dapat rotasi penuh (FTM), dan menawarkan kinerja autofocus yang sangat tajam dan tenang.

BACA JUGA:
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI