MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Mengenal Pengaturan dan Fitur Penting Kamera Smartphone


Sepertinya memang benar apa yang dikatakan oleh para analisis bahwa inovasi kamera masa depan telah mengarah kepada fleksibilitas yaitu bobot dan ukuran. Jika kita berbicara kelas still camera, maka inovasi mengarah ke Mirrorless yang hadir dengan ukuran lebih kecil serta bobot yang lebih ringan dari DSLR, tapi performa mampuh bersaing dengan DSLR. Sedangkan untuk kamera smartphone, faktanya bahwa teknologi kamera smartphone hari ini memiliki sebagian besar fitur yang ada pada kamera DSLR. Artinya, pengguna smartphone mendapat peluang besar untuk mendalami fotografi dengan smartphone mereka.

Pada artikel ini saya akan menjelaskan pengaturan dan fitur penting yang umum ada pada kamera smartphone saat ini. Biasanya pengguna awam hanya mengenal efek kamera dan jarang mengotak-atik smartphone mereka untuk mencari tahu apa saja kelebihan kameranya. Semoga penjelasan saya kali ini membantu Anda untuk memaksimalkan kamera smartphone Anda. Beberapa pengatuan cukup familiar, dan memahami cara kerjanya akan memudahkan Anda nantinya untuk beradaptasi dan mengoperasikan kamera DSLR.

ISO


Banyak penggunan awam yang sama sekali tidak pernah mengatur ISO secara manual, sehingga ISO masih dalam pengaturan auto. Sederhananya bahwa ISO itu adalah pengaturan untuk meningkatkan kecerahan gambar. Semakin tinggi nilai ISO, semakin terang gambar Anda. Tapi karena ISO dalam keadaan "auto", sehingga nilainya ditentukan oleh program. Padahal Anda bisa menentukan sendiri berapa nilai ISO yang ideal sesuai kebutuhan Anda. Hanya saja perlu diingat bahwa ISO tinggi dapat menimbulkan noise (bintik-bintik) pada gambar. Coba Anda perhatikan perbandingan gambar di bawah ini yang menggunakan nilai ISO 200 dan ISO 800:


Adapun nilai ISO aman yang sering direkomendasikan yaitu max ISO 800. Baca di sini penjelasan lengkap ISO.

White Balance (WB)


Pengaturan White Balance ditandai dengan simbol singkatan WB. Sedangkan beberapa smartphone menggunakan nama Auto White Balance (AWB). Fungsi dari pengaturan ini untuk mengimbangi temperatur cahaya di tempat Anda menembak agar gambar memiliki temperatur yang normal yaitu putih. Oleh karenanya dinamakan sebagai "Keseimbangan Putih".


Masing-masing White Balance telah disiapkan untuk menghadapi kondisi temperatur tertentu, seperti siang hari (daylight), saat mendung (cloudy), di bawah cahaya bolamp warna kuning (inscandescent) atau neon warna putih (fluorescent). Intinya Anda hanya perlu menggunakan jenis White Balance yang sesuai dengan situasi Anda mengambil gambar, agar gambar menghasilkan temperatur yang cocok, tidak terlalu kuning atau kelebihan warna biru. Paham maksud saya? Baca di sini penjelasan lengkap White Balance (WB).

Grid Line


Grid line yaitu garis pandu untuk komposisi Rule of Thirds, umumnya terdiri dari 3 garis vertikal dan 3 garis horizontal, sehingga seluruhnya ia menghasilkan 9 kotak dalam layar kamera smartphone Anda. Coba perhatikan gambar di bawah ini:


Kegunaan garis ini untuk mengatur keseimbangan adegan yang akan Anda tangkap. Sekalipun Anda tidak paham soal fotografi, paling tidak Anda belajar untuk bagaimana menghasilkan gambar yang rapi, tidak miring sana-sini. Nah, gunakan garis ini untuk membantu Anda melakukan itu. Kemudian, seperti yang saya katakan di atas bahwa gird line digunakan untuk menyusun komposisi Rule of Thirds dan membantu Anda menempat subjek agar lebih proporsional atau enak dipandang (baca di sini lebih dalam tentang Rule of Thirds).

Memahami Metering


Kelebihan kamera pada smartphone sekarang ini telah dilengkapi mekanisme metering yang mengikuti metering pada DSLR, dengan menggunakan konsep kerja Gray 18%. Anda mungkin tidak harus mendalami ini sekarang dan saya akan menjelaskan bagian pentingnya saja. Coba arahkan kamera smartphone Anda pada objek gelap kemudian pindahkan ke objek cerah, Anda akan melihat perbedaan kecerahan gambar dari kedua objek tersebut. Hal ini disebabkan oleh mekanisme metering yang mengambil Gray 18% sebagai tolak ukur untuk kecerahan normal. Anda tidak harus mencari tahu bagaimana cara kerjanya. Akan tetapi yang harus selalu Anda ingat bahwa kamera smartphone Anda akan menghasilkan pencahayaan yang berbeda pada objek gelap maupun terang. Hal ini dapat Anda manfaatkan sebagai trik untuk mencerahkan subjek. Jadi misalkan Anda memotret seseorang menggunakan baju hitam, Anda bisa meletakkan fokus pada baju subjek sehingga secara otomatis akan menambah kecerahan gambar secara keseluruhan.

Titik Fokus


Umumnya pada layar kamera smartphone terdapat sebuah kotak kecil yang bisa dipindahkan posisinya dengan sentuhan jari. Kotak kecil itulah yang berfungsi sebagai titik fokus pada kamera smartphone. Jika kotak berwarna hijau artinya subjek telah terkunci / telah fokus. Jika berwarna merah artinya gagal fokus dan Anda hanya perlu menekan kembali layar smartphone hingga kotak berwarna hijau.


Jika saat menekan layar kamera yang terjadi bukannya mengunci fokus tapi malah terjadi pengambilan gambar, maka silahkan ubah pengaturan kamera Anda. Perlu juga dipahami bahwa sukses dan tidaknya kamera smartphone melakukan fokus dapat juga disebabkan oleh kondisi pencahayaan dan jarak kamera dengan subjek. Kondisi minim cahaya dapat menyebabkan program kamera sulit untuk mengunci subjek dengan baik. Oya, beberapa smartphone mungkin tidak menyediakan kotak ini, tapi mekanisme fokusnya masih sama seperti yang saya jelaskan di atas. Sebaiknya cari tahu di kamera smartphone Anda sekarang.

Fokus Manual


Pada beberapa kamera smartphone saat ini menyediakan pengaturan fokus manual yang cara pengoperasiaan mengikuti gaya lensa DSLR, hanya saja ini dikemas dalam bentuk digital. Coba perhatikan gambar di bawah ini:


Cara kerjanya Anda hanya perlu menyentuh tuas fokus di layar lalu menggeser ke atas-bawah atau kiri-kanan sampai subjek benar-benar fokus. Ini seperti ketika kita memutar ring fokus lensa DSLR untuk mengatur fokus, sehingga keuntungannya dapat melatih Anda belajar mengunci fokus secara manual dan mengenal bagaimana cara kerja fokus pada lensa kamera DSLR. Sebenarnya ini mekanisme fokus terbaru selain mekanisme fokus sentuh yang saya bicarakan di atas. Bahkan ada kamera smartphone yang menggunakan dua pilihan mekanisme fokus sekaligus.

Fokus Macro dan Fokus Infinity


Ini masih bagian dari pembahasan fokus manual di atas. Coba Anda perhatikan kembali gambar fokus manual di atas, perhatikan apa yang saya lingkari dengan warna kuning. Pada fokus terendah ditandai dengan icon bunga yaitu "fokus macro". Ketika tuas fokus diletakkan ke fokus macro maka fokus kamera smartphone Anda akan berada dalam jarak fokus terdekat (MFD). Ini digunakan untuk memotret subjek berukuran kecil dalam jarak yang sangat dekat, tergantung kemampuan jarak fokus kamera smartphone Anda. Contohnya seperti menangkap subjek bunga, mainan, makanan, dll. Cara menggunakannya sangat mudah, Anda hanya perlu menggeser tuas dan menetapkan ke icon bunga. Kemudian silahkan dekatkan kamera Anda dengan subjek yang ingin ditangkap. Pastikan menjaga kedekatan kamera Anda pada jarak di mana subjek telah fokus. Jadi mekanisme fokus di sini dilakukan dengan cara mendekatkan kamera Anda ke subjek.

Adapun fokus tertinggi yang ditandai oleh icon angka "8" adalah fokus tak terhingga atau "fokus infinity". Fokus infinity digunakan untuk menangkap adegan pemandangan (landscape), oleh karena itu biasanya juga infinity ini menggunakan icon gambar gunung. Cara kerjanya sama seperti pada fokus macro, Anda hanya perlu menggeser tuas dan menetapkan di fokus infinity, lalu silahkan lakukan pengambilan gambar. Jadi kalau Anda ingin mengambil gambar pemandangan dari kejauhan atau menembak di malam hari, maka gunakan fokus infinity ini untuk menghasilkan gambar yang tajam.

Exposure Value (EV)


Pengaturan yang satu ini juga hampir ada pada semua kamera smartphone. Jika smartphone Anda menggunakan bahasa Indonesia, maka pengaturan ini umumnya memiliki nama "Nilai Pembukaan" atau "Nilai Paparan". Fungsi dari EV ini mirip seperti ISO yaitu cara praktis untuk mengatur kecerahan gambar. Anda yang pemula akan bingung jika saya jelaskan panjang lebar. Jadi saya menyederhanakan penjelasan ini. Lihat perbandingan gambar di bawah ini yang merupakan hasil dari nilai EV yang berbeda-beda:


Umumnya pada kamera smartphone tidak menyediakan kontrol manual atas eksposur, kecuali ISO. Sementara eksposur itu sendiri dibentuk oleh tiga elemen yaitu shutter speed, aperture dan ISO. Nah, mekanisme shutter speed dan aperture ini tetap ada, hanya saja dikendalikan oleh program. Tapi dengan merubah pengaturan EV maka sama saja kita telah mengubah nilai shutter dan aperture (jika tersedia). Tapi belakangan ini banyak smartphone yang sudah menyedikan pengaturan shutter speed. Begitupula dengan aperture.

Kecepatan Rana (Shutter Speed)


Inovasi yang paling signifikan terhadap kamera smartphone saat ini yaitu tersedianya kontrol manual kecepatan rana atau shutter speed. Bahkan beberapa smartphone menyediakan pengaturan rana lambat hinga 30sec. Nilai ini sangat cukup untuk digunakan memotret Milky Way. Kecepatan rana ini memiliki peran dalan proses pengambilan cahaya. Semakin lambat rana bekerja semakin banyak cahaya yang akan diterima oleh kamera, begitupula sebaliknya. Jadi kalau Anda ingin kamera smartphone Anda menangkap lebih banyak cahaya tanpa tergantung dengan ISO, maka solusinya bisa dengan menurunkan kecepatan rana seperlunya. Hanya saja cepat dan lambatnya rana bekerja memiliki dampak terhadap gerakan subjek. Rana yang sangat cepat mampuh membekukan gerakan subjek, sedangkan rana yang lambat akan mengakibatkan gerakan subjek menjadi berbayang (motion blur). Silahkan baca di sini penjelasan lengkap kecepatan rana.

Lalu apa saja yang bisa Anda lakukan dengan pengaturan rana ini? Bila kamera smartphone Anda menyediakan pengaturan rana lambat maka Anda bisa melakukan "long exposure (baca di sini)". Dan jika yang tersedia hanya pengaturan rana cepat maka Anda bisa menggunakan itu untuk menangkap adegan levitasi (subjek melompat di udara).

Aperture / Diafragma / Pembukaan


Pengaturan yang satu ini memiliki banyak nama yaitu aperture / diafragma / pembukaan. Sederhananya bahwa aperture adalah mengenai besar kecilnya lubang pada lensa oleh karenanya disebut juga sebagai bukaan lensa. Kamera smartphone juga memiliki lensa yang umumnya terdiri dari satu optik. Sehingga ukurannya tipis dan terlihat hampir tidak memiliki lensa apapun. Ini seperti kontruksi lensa kacamata. Dulu smartphone menggunakan aperture tetap (fixed), sehingga pengguna tidak bisa melakukan apa-apa dengan aperture kamera smartphonenya. Tapi sekarang beberapa smartphone canggih sudah menyediakan aperture variable yaitu lubang aperture yang bisa berubah-ubah. Meskipun berubahnya aperture pada smartphone kebanyakan ditentukan oleh program, tapi beberapa kamera smartphone sudah menyediakan akses untuk pengguna menentukan sendiri berapa bukaan aperture yang mereka inginkan.

Lantas apa fungsi dari aperture ini? Lubang aperture yang besar akan memungkinkan kamera menerima lebih banyak cahaya dan juga menambah intesitas blur. Begitupula sebaliknya, lubang yang kecil hanya menerima sedikit cahaya. Nah, jika kita mengkombinasikan shutter speed lambat dengan bukaan aperture yang besar maka kita akan memperoleh cahaya dalam jumlah yang besar pula, tanpa harus menggunakan ISO tinggi yang dapat menyebabkan noise. Sekarang Anda mengerti apa manfaat dari semua pengaturan ini? Jika Anda tertarik mengetahui lebih dalam tentang aperture silahkan baca di sini pembahasan aperture dan baca di sini tentang Depth of Field yang merupakan dampak dari aperture terhadap ketajaman dan intesitas blur.

Stabilizer


Stabilizer adalah teknologi yang diciptakan untuk mengatasi getaran tangan pengguna saat memotret. Oleh karenanya saya sering menyebutnya sebagai "anti-getar". Mungkin Anda pernah mengalami situasi ketika Anda menekan tombol untuk memotret lalu tanpa sengaja tangan Anda bergetar maka menyebabkan hasil gambar jadi berbayang. Nah, fungsi dari stabilizer ini untuk mengatasi masalah tersebut. Idealnya teknologi ini hanya meminimalisir, sedangkan goncangan yang ekstrim tidak dapat diatasi oleh stabilizer.

Teknologi stabilizer pada smartphone ini bermacam-macam, ada yang menggunakan mekanisme digital, ada yang berbasis optik dan ada yang berbasis sensor. Sementara berbasis optik atau sensor lebih baik daripada yang menggunakan mekanisme digital. Jadi, kalau kamera smartphone Anda memiliki fitur stabilizer ini maka sebaiknya diaktifkan selalu agar smartphone Anda menghasilkan gambar yang stabil dan tidak berbayang.

Anti Red-Eye


Ketika Anda mengaktifkan flash untuk memotret wajah seseorang, mungkin Anda akan mendapati mata subjek menjadi merah. Itulah yang disebut "red-eye". Sudah bisa ditebak bahwa fungsi dari anti red-eye ini untuk mereduksi masalah mata merah akibat tembakan langsung flash ke mata subjek. Teknologi ini hanya bersifat mereduksi bukan benar-benar menghilangkan. Karena red-eye ini disebabkan refleksi cahaya di area mata. Sehingga pada situasi tertentu red-eye mungkin akan tetap ada sekalipun Anda mengaktifkan fitur ini. Tapi direkomendasikan Anda selalu mengaktifkan fitur anti red-eye.

Format Gambar RAW


Ini yang menakjubkan dari terobosan produsen smartphone sekarang ini. Format RAW ini bahkan tidak ada di jenis kamera saku (pocket) bahkan beberapa kamera Prosummer. Tapi kamera smartphone modern memilikinya. Gambar RAW memiliki banyak kelebihan daripada format JPEG. Saya telah menulis lengkap perbandingan kedua format tersebut di artikel saya lainnya (silahkan baca di sini).

Singkatnya bahwa gambar RAW ini dapat memungkinkan pengguna untuk mengkoreksi kembali gambar-gambar yang diambil dengan pengaturan yang salah. Misalnya saja saat menembak Anda salah memilih White Balance atau salah memilih nilai ISO. Nah, jika saat itu Anda menggunakan format gambar RAW maka Anda masih bisa membetulkan semua kekeliruan itu dan ini berbeda dengan mengedit gambar JPEG. Bahkan saya pernah menemukan kamera smartphone dengan RAW yang mampuh merecord fokus. Maksudnya Anda bahkan bisa mengoreksi letak fokus di gambar RAW. Hanya saja kapasitas file RAW ini jauh lebih besar daripada file JPEG karena RAW merekam pengaturan kamera yang digunakan saat mengambil gambar. Oleh karenanya gunakan RAW hanya untuk keperluan penting saja jika Anda ingin menghemat memori smartphone Anda.

Itulah beberapa pengatuan dan fitur penting yang umumnya dimiliki kamera smartphone sekarang ini. Dengan memahami fungsi dan cara kerja semua pengaturan dan fitur di atas akan membantu Anda untuk memaksimal kamera smartphone Anda. Ini juga secara tidak langsung telah memperkenalkan Anda materi dasar fotografi sehingga ini akan meningkatkan pengetahuan Anda tentang fotografi dan membantu Anda untuk beradaptasi dengan kamera DSLR nantinya.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI