MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Cara Menggunakan Reverse Ring untuk Fotografi Makro


Apakah Anda ingin memiliki lensa makro tetapi tidak mampu membelinya? Bagaimana jika saya katakan bahwa Anda bisa menggunakan sebuah alat murah meriah untuk mengubah lensa lama Anda menjadi lensa makro? Ya, itu disebut Reverse Ring dan Anda dapat memilikinya dengan harga kisaran ratusan ribu rupiah.

Dalam artikel ini saya akan menunjukkan kepada kalian bagaimana menggunakannya sehingga kalian dapat mulai menikmati fotografi makro dengan alat seadanya. Keren bukan?

Jenis Reverse Ring yang bisa Anda gunakan


Ada dua jenis utama cincin Reverse Ring yang tersedia untuk fotografi makro. Yang pertama adalah Reverse Ring biasa yang dipasang pada dudukan lensa (lens mount) kamera Anda. Dan pilihan kedua adalah jenis Coupler Ring yang menghubungkan dua lensa.

Jika Anda ingin penggunaan yang simpel, gunakan Reverse Ring biasa. Yang harus Anda lakukan adalah hanya mengencangkannya ke dudukan lensa di kamera, lalu pasang lensa ke Reverse Ring dalam posisi terbalik yakni bagian depan lensa dipasang ke Reverse Ring, sementara bagian belakang lensa akan menjadi bagian depan lensa. Perhatikan gambar di bawah:



Jika Anda ingin lebih meningkatkan pembesaran (makro jadi lebih dekat), maka pilihannya adalah menggunakan Coupler Ring. Ini memungkinkan kamera menggunakan dua lensa sekaligus untuk pembesaran yang lebih dekat ke subjek makro Anda. Cara menggunakannya dimulai dengan memasang lensa pertama ke kamera dengan cara biasa (tidak perlu dibalik). Kemudian pasang Coupler Reverse Ring pada ulir filter yang terdapat di permukaan lensa. Setelah itu pasang lensa kedua secara terbalik. Lihat gambar di bawah:


Sebelum Anda membeli Reverse Ring, perhatikan diameter lensa yang ingin Anda gunakan untuk fotografi makro. Info diameter ini biasanya tertulis di bagian depan lensa di sebelah simbol O dengan garis di atasnya. Contoh diameter yang paling umum termasuk 49mm, 52mm, 58mm, dan sebagainya. Tapi ingat! bedakan ukuran diameter dengan ukuran focal length, sebab keduanya sama-sama menggunakan satuan milimeter (mm). Setelah itu barulah Anda membeli Reverse Ring dengan diameter yang sama dengan ukuran lensa Anda. Kalau tidak, itu tidak akan cocok, Anda yang rugi nantinya!!

Tips Menyesuaikan Reverse Ring


Reverse Ring tidak dapat menentukan jumlah Perbesaran (magnification) yang akan Anda dapatkan untuk gambar Anda. Sebaliknya, itu semua tergantung pada focal length lensa yang digunakan. Misalnya, lensa 85mm memungkinkan Anda untuk lebih dekat ke subjek dibandingkan dengan lensa 50mm. Kami juga merekomendasikan lensa prime sebagai permulaan menggunakan Reverse Ring.

Dalam sebagian besar situasi, lensa prime 35mm atau 50mm sudah cukup untuk fotografi makro. Tetapi jika Anda membutuhkan pembesaran ekstra, cobalah 85mm atau bahkan 100mm dan cukup dengan Reverse Ring biasa. Tapi perlu diingat juga bahwa semakin panjang focal length, semakin sedikit jumlah cahaya yang masuk, ini konsekuennya. Jadi jika Anda memutuskan untuk menggunakan lensa panjang, pastikan Anda menemukan banyak cahaya yang tersedia atau menyiasati pengaturan kamera untuk mengambil lebih banyak cahaya.

Kekurangan Reverse Ring 


Perlu dicatat bahwa ketika Anda menggunakan Reverse Ring, pastikan Anda telah menonaktifkan fungsi otomatisnya (AF). Bagian ini perlu saya sampaikan, selain memiliki keuntungan Reverse Ring juga memiliki konsekuensi. Kekurangannya adalah Anda tidak dapat menggunakan fungsi fokus otomatis (AF) lensa ketika Reverse Ring terpasang. Jadi Anda hanya bisa menyesuaikan fokus secara manual. Sampai di sini jelas Anda membutuhkan pengetahuan yang cukup tentang penggunaan lensa.

Konsekuen lainnya Anda tidak bisa mengatur bukaan difragma (aperture). Untuk masalah ini jalan terbaik adalah menggunakan lensa yang memiliki aperture ring (difragma diatur manual menggunakan ring seperti ring fokus). Sayangnya fitur ini hanya dimiliki oleh lensa tua. Jika Anda memang serius dengan fotografi makro namun terkendala di budget, Anda bisa mencari lensa tua di lapak online yang umumnya dijual murah. Pilihan 50mm sudah cukup untuk pemula.

Baik, itu saja yang bisa saya bagi pada kalian, selanjutnya saya akan menulis beberapa tips fotografi makro menggunakan Reverse Ring (silahkan baca di sini).
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.