MOHON AKTIFKAN JAVASCRIPT ANDA!
[KLIK DI SINI PETUNJUKNYA]

Tips Foto Makro dengan Reverse Ring


Sebelumnya saya telah menulis perkenalan Reverse Ring beserta pilihan jenisnya, cara penggunaan dan konsekuensinya (baca di sini). Dan karena pembahasan tersebut masih perlu diperluas sehingga artikel ini disusun untuk melengkapi pembahasan Reverse Ring yang kami rasa perlu untuk disampaikan pada pembaca sekalian. Kali ini kami akan fokus pada tips tips dan hal hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan Reverse Ring dalam fotografi makro.

Mengecilkan Aperture untuk Fokus yang Tajam


Fokus bisa rumit ketika menyangkut fotografi makro. Jadi untuk mengurangi potensi hasil yang buram, maka gunakan aperture sempit.

Anda bisa mulai dengan f/5.6 atau naik ke f/16 atau lebih dari itu. Memilih angka ini akan meningkatkan kedalaman bidang Anda dan membuatnya mudah bagi Anda membuat semuanya terlihat tajam. Namun berhati-hatilah bahwa bahkan aperture yang sempit tidak akan menghilangkan keburaman latar belakang (background). Hal ini karena Anda sangat dekat dengan subjek Anda, sehingga semua yang ada di belakangnya akan menjadi blur, apa pun pengaturan yang Anda gunakan. Jadi yang harus dilakukan adalah berusaha untuk menempatkan fokus dengan lebih baik.

Faktor lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah jumlah cahaya yang akan masuk ke lensa Anda. Semakin aperture dipersempit, semakin berkurang cahaya yang masuk ke lensa. Jadi, Anda harus menggunakan shutter speed yang lebih lambat atau ISO yang lebih tinggi untuk mengimbangi eksposur. Di sini skill Anda dibutuhkan!!

Pastikan shutter speed tidak melambat lebih dari 1/60s untuk menghindari kekaburan gerakan (camera shake). Dan untuk ISO, jangan lebih tinggi dari 800 atau Anda akan berakhir dengan gambar penuh noise.

Zoom manual dengan berjalan maju mundur


Kami merekomendasikan penggunaan Reverse Ring pada lensa prime. Jika Anda menggunakan lensa zoom atau kit standar maka Reverse Ring akan sangat sensitif dengan perubahan focal length. Sedikit saja memutar ring zoom, akan merepotkan Anda untuk melakukan ulang penyesuaian fokus. Selain itu AutoFocus (AF) lensa tidak berfungsi, maka dalam kasus ini Anda hanya bisa melakukan zoom dan penyesuaian fokus dengan cara maju mundur.

Saat itu Anda akan berdiri dalam jarak beberapa inci dari subjek Anda untuk mendapatkan foto yang tajam. Sehingga gerakan kecil saja bisa menggagalkan gambar Anda. Itulah tantangannya.

Untuk mengurangi kemungkinan foto yang buram, cari tahu jarak fokus lensa Anda. Mulailah dengan menggerakkan tubuh Anda lebih dekat atau lebih jauh dari subjek Anda sampai Anda melihatnya menjadi tajam. Kemudian ingat jarak tersebut, jadi Anda tahu seberapa jauh Anda harus berdiri untuk pengambilan gambar berikutnya.

Anda juga tidak perlu ring fokus setiap kali Anda mengambil gambar. Cukup putar sampai ke simbol infinity (baca di sini tentang infinity) dan perlahan maju lebih dekat ke subjek hingga ia menjadi tajam. Setelah Anda mencapai jarak yang benar, tidak perlu lagi melakukan penyesuaian lensa.

Gunakan Tripod atau Monopod untuk Stabilisasi Gambar


Lensa khusus makro biasanya sudah memiliki stabilisasi gambar dan fokus otomatis. Itu artinya, Anda dapat memegang kamera dengan mudah tanpa khawatir tentang masalah fokus bahkan ketika Anda sedang bergerak. Tapi harga lensa makro tidak murah, inilah alasan kami menyusun artikel ini.

Tetapi karena Anda menggunakan Reverse Ring, Anda tidak bisa merasakan fitur-fitur teknologi tinggi tersebut. Jadi, Anda harus berurusan dengan bidikan yang tidak stabil dan pemfokusan manual yang sulit diandalkan. Tetapi jangan khawatir karena kami memiliki solusi sederhana.

Anda selalu dapat menjaga kamera Anda stabil dengan menggunakan tripod. Ini akan mendapatkan semua stabilitas yang Anda perlukan untuk memastikan bidikan Anda jernih.
Jika Anda ingin stabilitas tetapi ingin bergerak bebas, coba gunakan monopod sebagai gantinya. Karena hanya memiliki satu kaki, Anda dapat memiringkannya ke segala arah.

Anda akan merasakan manfaatnya terutama jika Anda perlu lebih dekat atau lebih jauh dari subjek untuk mendapatkan foto yang tajam. Tetapi pada saat yang sama, ia menawarkan dukungan yang cukup untuk mencegah guncangan kamera yang tidak disengaja yang disebabkan oleh gerakan tangan Anda.

Gunakan Mode Burst untuk Mencapai Fokus yang Lebih Baik


Kelemahan lain dari menggunakan Reverse Ring adalah sulit untuk menentukan apakah subjek Anda fokus atau tidak. Anda harus mengandalkan penglihatan Anda sendiri untuk memastikan Anda mendapatkan fokus yang baik. Jadi untuk meningkatkan peluang mendapatkan fokus, gunakan Mode Burst. Mode ini sebutan lain untuk bidikan terus menerus atau dikenal juga dengan nama Continuos Shot. Nama mode ini memang berbeda-beda pada beberapa tipe kamera.

Fitur ini memungkinkan Anda untuk terus mengambil foto selama jari Anda ada di tombol rana. Dengan begitu, Anda bisa memilih satu gambar yang benar-benar fokus.
Tentu saja, menggunakan Mode Burst bukan solusi yang mudah untuk membantu Anda mencapai gambar yang tajam. Tetapi karena Anda menggunakan Reverse Ring yang tidak mendukung fungsi otomatis, teknik ini akan menjadi taruhan terbaik Anda. Trik ini akan sangat berguna jika Anda memotret serangga kecil yang banyak bergerak atau bunga yang tertiup angin.

Cari Area yang Baik untuk Mendapatkan Eksposur yang Tepat


Saat Anda memotret dari jarak yang sangat dekat, ada bahaya di mana lensa Anda bisa menimbulkan bayangan pada subjek Anda. Ini bisa menjadi masalah terutama jika Anda mengambil foto dengan sumber cahaya di depan atau di belakang Anda.

Jadi, jika memungkinkan, ambil foto makro dengan sumber cahaya pada sudut tertentu. Dengan begitu Anda bisa menyingkirkan bayangan yang tidak menarik dan mencapai eksposur yang tepat. Ini juga akan banyak membantu jika Anda membawa lampu ekstra (seperti Flash) untuk mengisi area gelap di foto Anda.

Terlepas dari arahnya, Anda juga harus memastikan bahwa sumber cahaya Anda cukup cerah. Karena dalam posisi lensa terbalik sehingga bagian belakang lensa Anda memiliki elemen kaca yang lebih kecil dari yang ada di depan. Itu berarti cahaya masuk tidak sebanyak seperti biasanya. Jadi selalu cari area yang cukup terang untuk memastikan Anda mendapatkan pencahayaan yang tepat setiap saat.

Tips Tambahan


Reverse Ring mudah dipasang, tetapi Anda perlu latihan untuk merasa nyaman menggunakannya. Jadi, ambil beberapa gambar percobaan di rumah sebelum Anda membawanya keluar. Akan sangat membantu jika Anda belajar bagaimana menggunakannya dengan penuh percaya diri.

Langkah yang paling penting adalah mempelajari cara memfokuskan lensa. Pada awalnya, Anda mungkin berpikir itu hanya mempersulit karena semuanya buram bahkan ketika Anda merasa sudah cukup dekat dengan subjek. Tetapi luangkan waktu Anda dan belajarlah sampai Anda berhasil mendapatkan bidikan yang tajam. Juga merasa bebas untuk berlatih menggunakan tripod. Bergeraklah saat kamera terpasang ke tripod. Dengan begitu Anda tahu bagaimana rasanya begitu Anda mencoba teknik dalam praktek di lapangan.

Selain mempelajari cara memfokuskan lensa, Anda seharusnya tidak memiliki masalah dalam menggunakannya. Begitu Anda tahu cara kerjanya, rasanya seperti menggunakan lensa lain. Jadi jangan lansung menyerah begitu saja.
SHARE

PENULIS: M. HAJAR A.K

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha saya menyusun semua artikel yang ada di blog KELASFOTOGRAFI.COM. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.
KELAS FOTOGRAFI

Kami mendeteksi Adblock Anda sedang aktif.
Kemungkinan ada bagian artikel yang hilang.
Apakah Anda menggunakan UC Browser?
Mohon non-aktifkan Adblock di browser Anda atau gunakan browser selain UC Browser.
Kami rekomendasikan Anda menggunakan Google Chrome untuk tampilan laman yang lebih baik.

[ Lihat Cara Non-Aktifkan Adblock ]
TUTUP BOX INI